Sempat Trauma Usai Jadi Korban Pelecehan Seksual "Voyeurism", Influencer Sashfir Ungkap Kondisinya Saat Ini
- Instagram Sashfir
Jakarta, tvOnenews.com - Influencer Sashfir atau Fira Assegaf mengaku sempat trauma usai menjadi korban pelecehan seksual “voyeurism” atau perekaman diam-diam.
Dalam unggahannya di media sosial Instagram, Sashfir mengatakan aksi tak senonoh terjadi di toilet salah satu restoran di Senopati, Jakarta Selatan.
Insiden ini bahkan sudah terjadi cukup lama, yakni bulan April lalu. Namun, Sashfir akhirnya siap untuk bersuara.
TRIGGER WARNING: Artikel ini mengandung konten eksplisit kekerasan seksual atau pemerkosaan yang dapat memicu kondisi emosi dan mental pembaca.
Kami menyarankan Anda tidak meneruskan membacanya jika mengalami kecemasan dan meminta bantuan profesional.
- Instagram/@sashfir
Lewat unggahannya, Sashfir menulis: “Selama beberapa bulan terakhir aku memendam sesuatu yang mengubah hidupku. Pada bulan April lalu, aku menjadi korban pelecehan seksual berupa perekaman diam-diam (voyeurism) di area toilet perempuan sebuah restoran di Senopati. Dan hari ini, untuk pertama kalinya, aku merasa siap untuk bersuara”.
Yang membuat Sashfir adalah pelakunya merupakan suami dan ayah yang punya anak perempuan.
Padahal, menurut dia, figur tersebut seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi perempuan.
“Yang paling membuatku miris adalah kenyataan bahwa pelakunya merupakan seorang suami sekaligus ayah dari seorang anak perempuan. Sebagai seorang suami dan ayah, ia seharusnya memahami betapa pentingnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi perempuan. Namun, ia justru melakukan tindakan tersebut terhadap perempuan lain,” tulis Sashfir.
Sashfir menuliskan alasannya menceritakan kejadian yang menimpanya. Dia berharap tidak ada lagi korban yang merasa sendirian menghadapi masalah serupa. Dia berharap korban berani menuntut keadilan atas tindakan serupa.
Sashfir mengaku sempat trauma atas kejadian ini. Namun, kondisinya saat ini sudah jauh lebih baik.
“Hari ini aku sudah berada dalam kondisi yang jauh lebih stabil,” katanya.
Terpisah, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi memaparkan kronologi kasus dugaan yang menimpa pemengaruh tersebut.
Joko mengatakan kasus bermula saat korban sedang menggunakan toilet restoran. Kemudian, korban melihat ada ponsel berwarna hitam disodorkan dari atas sekat toilet.
Korban langsung mengejar pelaku yang memiliki ciri-ciri tinggi, berkulit kecokelatan dan memegang ponsel iPhone warna hitam.
Bahkan, korban sempat meminta pihak restoran memblokir gedung dan menyisir lokasi.
Hingga pada akhirnya pria tersebut ditemukan. Menurut korban, pelaku tidak mengakui perbuatannya.
Oleh karena itu, Sashfir akhirnya menempuh jalur hukum. Joko menyebut saat ini perkara tersebut sudah dalam tahap penyidikan.
Pihaknya sudah memanggil terlapor untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Meski begitu, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka lantaran kasus masih dalam proses.
"Terhadap perkara yang saudara tanyakan, saat ini perkara dalam penanganan unit PPA Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan pada tahap penyidikan. Dalam perkara ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka," ungkap Joko. (ant/nsi)
Load more