Kementerian PU Realisasikan Visi Ketahanan Pangan Era Prabowo di Merauke
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo meninjau Kawasan Sentra Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Dody memastikan kesiapan infrastruktur sumber daya air untuk mendukung pengembangan lahan pertanian hingga panen perdana.
Dody menuturkan ketersediaan air menjadi kunci pengembangan pertanian di Wanam sehingga infrastruktur irigasi harus mampu menjamin pasokan air secara cukup dan berkelanjutan.
“Di saat musim kemarau ternyata di sini air mengalir. Kita harus memastikan air tawar ini tersedia dalam kondisi apa pun,” kata Dody kepada awak media, Jumat (9/10/2026).
Dody menjelaskan Kementerian PU turut menyiapkan infrastruktur sumber daya air berupa jaringan irigasi rawa, saluran primer dan sekunder, serta infrastruktur pengendalian banjir.
Ia mengklaim telah dilakukan penanaman padi pada demplot area KM 21 sekitar 40 hektare untuk tahap pertama sampai dengan tanggal 1 Oktober 2026.
“Kalau kita bicara sawah, porsi PU sebenarnya soal air. Kita siapkan irigasi primer, irigasi sekunder. Dari awal memang kita desain supaya airnya tersedia, kemudian pertanian yang mengembangkan lahannya,” ujar Menteri Dody.
Di sisi lain, Dody menjelaskan pembangunan jaringan saluran pada KSPEAN Kabupaten Merauke memiliki target 180 kilometer dan hingga 1 Oktober 2026 telah terealisasi 133 kilometer.
Ia menekankan dukungan infrastruktur air tersebut menjadi dasar untuk pengembangan pertanian secara bertahap.
“Paling lambat pertengahan November sudah bisa panen. Ini kita trial dulu, setelah itu tahap berikutnya tinggal menunggu arahan Kementerian Pertanian untuk memperluas penanamannya,” ujarnya.
Dody turut menekankan pembangunan Wanam merupakan bagian dari upaya membuka lumbung pangan baru untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia perlu memiliki cadangan pangan dan sumber produksi yang berkelanjutan.
“Visi Presiden Prabowo adalah kita wajib memiliki cadangan pangan. Kondisi global dengan berbagai ketidakpastian membuat kita harus mengejar keberlanjutan. Karena itu, kawasan seperti Wanam ini harus kita siapkan,” tuturnya.
Dody mengatakan pemerintah tidak membangun seluruh kawasan sekaligus, melainkan memprioritaskan tahapan awal hingga memberikan hasil nyata, termasuk pengembangan 10.000 hektare sebagai bagian dari Quick Win.
Pengembangan selanjutnya akan diintegrasikan dengan industri pangan, pelabuhan, bandara, serta infrastruktur pendukung lainnya.
Kementerian PU juga memastikan pembangunan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar melalui pelibatan tenaga kerja lokal.
"Di mana pun kita bekerja, kita wajib mengikutkan warga lokal sebagai pekerja, sebagai apa pun yang memang bisa dikerjakan oleh masyarakat lokal. Ini sesuai arahan Presiden sejak awal,” pungkasnya.(raa)
Load more