Urus Surat RT/RW hingga Lapor Keadaan Darurat Kini Bisa Pakai AI, Begini Cara Kerjanya
- TvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai merambah pelayanan administrasi di tingkat RT/RW. Kini, sejumlah kebutuhan warga, mulai dari pengurusan surat hingga pelaporan keadaan darurat, ditawarkan melalui aplikasi digital.
Salah satu inovasi tersebut hadir melalui aplikasi Tata Warga yang diperkenalkan bersama One Partner dalam acara bertajuk "Smart Community Powered by AI". Kegiatan berlangsung di kantor Research and Development (R&D) PT Technosoft Indo Prima, Cibinong, Bogor, Minggu (11/10/2026).
Tata Warga dikembangkan untuk membantu pengurus RT/RW mengelola administrasi dan pelayanan masyarakat. Sementara itu, One Partner ditujukan bagi berbagai organisasi dan komunitas, termasuk kelompok olahraga, PKK, organisasi sosial, hingga lingkungan kampus.
Salah satu fitur yang menjadi perhatian adalah penggunaan perintah suara berbasis AI untuk mengakses layanan. Melalui fitur tersebut, warga dapat mengajukan kebutuhan administrasi, seperti surat pengantar pindah, tanpa harus melalui seluruh proses secara manual.
Selain pengurusan surat, Tata Warga menyediakan fasilitas pendataan penduduk, pengumuman lingkungan, pembayaran iuran, pengaduan warga, hingga pemungutan suara. Aplikasi ini juga dilengkapi marketplace yang memungkinkan warga menawarkan produk maupun jasa kepada sesama penghuni lingkungan.
Fitur lain yang cukup menarik adalah tombol SOS untuk melaporkan situasi darurat. Ketika digunakan, fitur tersebut dirancang mengirimkan pemberitahuan kepada ketua RT, ketua RW, serta petugas keamanan lingkungan.
Aplikasi ini juga menyediakan akses ke layanan kepolisian melalui nomor 110 dan layanan pemadam kebakaran. Meski demikian, efektivitas fitur darurat tersebut tetap bergantung pada kesiapan pengurus lingkungan dan petugas terkait dalam merespons laporan.
Director PT Technosoft Indo Prima, Dr. H. Deden Rahmawan, mengatakan penggunaan AI dalam kedua aplikasi diharapkan membantu masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih praktis. Namun, ia menekankan bahwa teknologi tetap harus ditempatkan sebagai alat pendukung aktivitas manusia.
"AI menjadi sarana untuk mengolah pengetahuan dan memperluas kemampuan manusia. Namun, manusialah yang tetap menentukan arah, menetapkan tujuan, dan memberikan makna bagi setiap inovasi teknologi," kata Deden kepada wartawan, Senin (12/10/2026).
Sementara itu, Ketua DPW Ikatan Ahli Informatika Indonesia Nusantara (IAIIN) Jakarta, Prof. Dr. Ir. Arief Wibowo, menilai digitalisasi dapat membantu meningkatkan hubungan dan koordinasi antarmasyarakat. Menurutnya, perkembangan teknologi juga perlu dibarengi dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan layanan digital.
"Dengan adanya inovasi dan teknologi, masyarakat berdaya, Indonesia akan sejahtera," ujarnya.
Pakar keamanan siber, Irjen Pol. (Purn.) Dr. Yehu Wangsajaya, turut memberikan tanggapan terhadap pengembangan kedua aplikasi tersebut. Ia menyoroti peluang pengembangan sistem pelaporan darurat yang dapat mempercepat koordinasi antara warga, pengurus lingkungan, dan aparat.
Adapun Ketua RW 01 Sukahati, H. Ma'mun Adizi, menjadi salah satu pengguna awal Tata Warga. Dalam acara tersebut, ia membagikan pengalamannya memanfaatkan aplikasi untuk membantu kegiatan administrasi di lingkungan tempat tinggalnya.
Berbeda dengan Tata Warga, aplikasi One Partner lebih difokuskan pada pengelolaan organisasi dan komunitas. Fitur yang ditawarkan meliputi pendataan anggota, pembayaran iuran, pengelolaan kegiatan, absensi, arisan, koperasi, hingga transaksi antaranggota.
Kedua aplikasi tersebut ditawarkan dengan masa penggunaan tanpa biaya selama enam bulan sejak periode peluncuran. Pengembang menyebut aplikasi dapat diakses melalui toko aplikasi sesuai ketersediaan masing-masing platform.
Meski menawarkan kemudahan, penerapan layanan administrasi berbasis AI di tingkat RT/RW juga memunculkan sejumlah hal yang perlu diperhatikan. Di antaranya perlindungan data pribadi warga, keamanan informasi administrasi, serta kemudahan akses bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital.
Kehadiran Tata Warga dan One Partner menjadi salah satu contoh upaya digitalisasi pelayanan di tingkat lingkungan. Namun, manfaatnya dalam mempercepat administrasi dan meningkatkan respons terhadap kebutuhan warga masih perlu dilihat melalui penerapan yang lebih luas.
Load more