Bandara Riyadh Diserang Houthi, DPR RI 'Sentil' Pemerintah Soal Pembatalan Calon Jamaah Umrah
- Saudi Ministry of Media/Handout via Reuters
Jakarta, tvOnenews.com - Bandara Internasional King Kholid di Riyadh, Arab Saudi menjadi sasaran serangan kelompok Houthi sejak beberapa hari terakhir.
Wakil Ketua DPR RI, Sukamta pun ikut menyorot serangan yang turut menewaskan belasan orang dan ratusan orang terluka.
Sukamta mendesak Pemerintah Indonesia untuk dapat menjamin kemanan bagi WNI yang tengah berada di Riyadh.
“Kami berharap, pihak KBRI Riyadh terus melakukan pemantauan terhadap kondisi WNI di Arab Saudi, termasuk para jemaah umrah Indonesia yang mungkin terdampak akibat peristiwa ini,” kata Sukamta dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
- Melalusa Susthira-Antara
Diketahui terdapat sejumlah jemaah calon umrah asal Indonesia yang turut terdampak pembatalan pemeberangkatan akibat serangan yang dilancarkan kelompok Houthi di Bandara Riyadh tersebut.
KBRI telah meminta WNI yang memiliki rencana penerbangan memeriksa dan mengonfirmasi jadwal secara langsung kepada maskapai sebelum berangkat ke bandara.
Meski demikian, Sukamta tetap meminta pemerintah untuk dapat memfasilitasi calon jemaah umrah yang batal melakukan perjalanan ibadahnya tersebut.
Sukamta meminta pemerintah untuk menyiapkan skenario jika gangguan berlangsung lebih lama.
“Termasuk dukungan bagi jemaah tertahan, kelompok rentan, lansia, dan mereka yang memiliki kebutuhan kesehatan khusus. Persiapan ini harus dilakukan tanpa menimbulkan kepanikan atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” pungkasnya.
37 Jemaah Umrah RI Selamat
Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan telah mengambil langkah cepat guna memantau kondisi warga negara Indonesia, khususnya para jemaah umrah yang tengah berada di Arab Saudi.
"Menyikapi perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah, keselamatan jemaah umrah Indonesia menjadi prioritas kami Kementerian Haji dan Umrah," tegas Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, dikutip dari video unggahan akun resmi Instagram Kemenhaj, Senin (12/10).
Ichsan mengungkapkan, berdasarkan pendataan sistem kementerian, terdapat puluhan jemaah yang tercatat menggunakan bandara tersebut dalam rencana perjalanan ibadah mereka.
"Berdasarkan data yang telah terdaftar di sistem kami hingga Ahad, 11 Oktober 2026, total ada 37 jemaah yang berangkat dan pulang melalui King Khalid International Airport, Riyadh," paparnya.
Meski demikian, setelah melakukan verifikasi intensif bersama perwakilan diplomatik RI, dipastikan tidak ada jemaah Indonesia yang terdampak langsung oleh serangan tersebut.
"Dan berdasarkan komunikasi yang kami jalin baik bersama Kementerian Luar Negeri serta KBRI Riyadh, Alhamdulillah tidak ada jemaah umrah yang menjadi korban dalam serangan tersebut," sambung Ichsan.
Mengantisipasi eskalasi situasi lebih lanjut, kementerian mengimbau seluruh jemaah umrah asal Tanah Air untuk tetap waspada serta membatasi mobilisasi di luar agenda ibadah pokok.
"Kami juga mengimbau jemaah yang berada di Arab Saudi untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan," imbaunya.
"Fokus pada dua lokasi ibadah di Makkah dan Madinah, batasi perjalanan yang tidak mendesak, serta patuhi arahan otoritas setempat dan hindari lokasi yang berpotensi rawan. Pastikan selalu berkoordinasi dengan pihak travel," pungkas Ichsan. (raa/muu)
Load more