Syahganda Nainggolan Paparkan Strateginya sebagai Kepala Bakom RI, Konsolidasi dan Teknologi Jadi Kunci
- Fauzie Pradita Abbas-tvOnenews.com
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Bakom (Badan Komunikasi) Syahganda Nainggolan memaparkan strateginya agar komunikasi pemerintah dan masyarakat selalu terjembatani dengan baik.
Usai dilantik pada 2 Oktober 2026 lalu, Presiden RI Prabowo Subianto berpesan kepadanya agar rakyat mengetahui apa yang Kepala Negara pikirkan dan lakukan sebagai bagian dari janji kampanye dan rencana besarnya.
“Beliau ingin yang sudah ditulis dalam buku beliau sampai di masyarakat,” katanya saat diwawancarai tim tvOne di Studio tvOne, Jakarta Timur, Rabu (14/10/2026).
Syahganda juga mengatakan Kepala Negara tidak ingin strateginya hanya didengar satu arah atau satu dialog saja.
Untuk menjembatani hal itu, Syahganda menilai konsolidasi antarpihak menjadi penting.
Soal konsolidasi, Syahganda mengatakan dirinya sudah mengunjungi sejumlah tempat dan melakukan sejumlah hal. Salah satunya, yakni workshop bersama humas Diskominfo daerah.
Dalam workshop itu hadir pula Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Di sana dibicarakan soal anggaran komunikasi yang diperjuangkan naik dua persen.
Dibahas pula soal rencana kepala dinas Kominfo ke depannya adalah orang-orang yang profesinya memang di dunia kehumasan.
Tak hanya itu, Syahganda mengatakan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengunjunginya dan memberikan dukungan 80 profesor.
Nantinya, kata dia, mereka akan membantu bagaimana menyambungkan narasi yang sekiranya “rumit” di pemerintah pusat hingga bisa diterima di masyarakat.
“Saya juga baru bertemu dengan ratusan BEM. Saya ingin kerja sama. Mereka menjadi juru bicara rakyat. Saat mereka langsung terjun (KKN), mereka bisa menjadi bagian agar keinginan pemerintah dan rakyat dijembatani mahasiswa,” katanya.
Di samping itu, dia percaya teknologi bisa membantu memecahkan berbagai persoalan. Oleh karena itu, dia mendorong agar ahli komunikasi nantinya mengerti teknologi.
“Jangan kita salah pahami, Pak Presiden bukan ingin mendominasi arah komunikasi. Presiden ingin arah komunikasi bolak-balik,” katanya.
“Saya harap media juga membantu pemerintah. Tolong sampaikan yang benar, jangan ada manipulasi,” pungkasnya. (nsi)
Load more