News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Waspada Asap Tebal di Sultra Sampai 17 Oktober, Ini Imbauan BMKG

Asap tebal di Indonesia terjadi di berbagai daerah. Hal ini terjadi dari berbagai faktor yang salah satunya karena karhutla.
Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:10 WIB
Ilustrasi karhutla.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvonenews.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memberi dampak nyata, seperti kabut asap atau asap tebal. Kondisi yang bukan hanya terjadi di Kalimantan atau Sumatera Selatan, tetapi juga di Sulawesi Tenggara.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari mengeluarkan peringatan terkait prediksi asap tebal yang melanda Sulawesi Tenggara akan berlangsung hingga 17 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Stasiun BMKG Maritim Kendari, Heri Purnomo, menyampaikan bahwa asap yang makin tebal berpotensi membuat kualitas udara memburuk dan mengganggu kesehatan warga.

"Masyarakat diimbau memakai masker saat berada di luar rumah, memperbanyak minum air putih, dan menutup jendela rumah saat asap terasa makin pekat," jelas Heri Purnomo, dikutip dari Antara, Kamis (15/10/2026).

Karhutla TNBTS
Karhutla TNBTS
Sumber :
  • tim tvone - edy cahyono

Dengan kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk memakai masker.

Selain menggunakan masker, masyarakat juga diimbau untuk membatasi kegiatan di luar rumah akibat asap kebakaran hutan dan lahan.

"Berdasarkan pemantauan BMKG, tingkat pencemaran udara (kadar debu halus atau partikel asap) di sebagian besar wilayah Sultra berada pada tingkat sedang hingga tidak sehat. Bahkan, pada malam 17 Oktober, udara di Kabupaten Wakatobi diperkirakan masuk kategori tidak sehat," jelasnya.

Lebih lanjut, Heri menyampaikan bahwa fenomena kabut asap ini terjadi karena angin berembus dari arah timur dan tenggara, membawa asap dari kebakaran hutan di kawasan Papua Selatan dan Maluku menuju Sultra. Kondisi ini diperparah oleh munculnya titik-titik karhutla di wilayah Sultra sendiri.

Dengan begitu, ia mengingatkan warga yang rentan terkena dampak, seperti anak-anak, orang tua (lansia), ibu hamil, serta penderita gangguan pernapasan, seperti asma, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

Heri juga mengatakan bahwa kondisi tersebut membuat jarak pandang berkurang drastis hingga kurang dari dua kilometer di beberapa daerah, seperti Pomalaa dan Baubau. Kondisi ini sempat mengganggu jadwal penerbangan pesawat.

"Melalui pantauan satelit pada 7–12 Oktober 2026, terdeteksi sebanyak 1.644 titik panas di Sultra. Wilayah yang paling banyak ditemukan titik panas berada di Kabupaten Konawe (379 titik), Buton (267 titik), dan Bombana (202 titik)," kata Heri Purnomo.

Selain bersumber dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lokal, sebaran asap tebal tersebut turut terbawa dari luar wilayah Sultra, seperti Maluku dan Papua Selatan, akibat pergerakan angin regional yang bertiup dari tenggara ke selatan.

"Sebaran asap dari luar Sulawesi Tenggara akan semakin pekat dan jarak pandang akan makin pendek jika di sekitar wilayahnya ada kebakaran lahan," ujarnya.

Menurut datanya, sebaran asap kategori sedang diprakirakan melanda 17 kabupaten/kota di Sultra pada 13–14 Oktober 2026. 

Diketahui wilayah tersebut mencakup Kota Kendari, Konawe Kepulauan, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Muna, Muna Barat, Kota Baubau, Buton, Buton Utara, Buton Selatan, Buton Tengah, serta Wakatobi. (klw)

 

 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil KOVO Cup 2026, Kamis 15 Oktober: Pink Spiders Tak Terbendung! Dengan Mudah Hajar SOOPers Tiga Set Langsung

Hasil KOVO Cup 2026, Kamis 15 Oktober: Pink Spiders Tak Terbendung! Dengan Mudah Hajar SOOPers Tiga Set Langsung

Hasil KOVO Cup 2026, Kamis 15 Oktober, menyajikan pertandingan Pool A antara Pink Spiders vs SOOPers yang berlangsung di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Korea Selatan.
Saptoyogo Purnomo Bidik Catat Rekor di Asian Para Games 2026, Misi Pertahankan 3 Emas

Saptoyogo Purnomo Bidik Catat Rekor di Asian Para Games 2026, Misi Pertahankan 3 Emas

Atlet lari Indonesia, Saptoyogo Purnomo memasang target tinggi untuk mempertajam catatan waktunya di Asian Para Games 2026. Ia bahkan memiliki misi saat tampil di nomor 100 meter T37.
Marc Klok Dikartu Merah saat Persib Kalahkan Viettel FC, Igor Tolic Singgung Masalah Serius

Marc Klok Dikartu Merah saat Persib Kalahkan Viettel FC, Igor Tolic Singgung Masalah Serius

Igor Tolic buka suara usai Marc Klok dikartu merah saat Persib mengalahkan Viettel FC. Pelatih Maung Bandung menyoroti jadwal padat dan kelelahan pemainnya.
Tak Singgung Polemik Berjalan, Travel Haji Umroh Klaim Ruben Onsu Tidak Lagi Jadi BA Sejak Akhir Agustus

Tak Singgung Polemik Berjalan, Travel Haji Umroh Klaim Ruben Onsu Tidak Lagi Jadi BA Sejak Akhir Agustus

Travel Haji Umroh Hamdan Tour menekankan bahwa pihaknya sudah tak lagi menampilkan Ruben Onsu di brosur materi mereka per 31 Agustus 2026 atau 1,5 bulan lalu.
Jose Mourinho Kesal Setengah Mati Bintang Real Madrid Vinicius Junior Resmi Dihukum 4 Laga

Jose Mourinho Kesal Setengah Mati Bintang Real Madrid Vinicius Junior Resmi Dihukum 4 Laga

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, mengutarakan rasa kesalnya setelah Vinicius Junior resmi dihukum empat pertandingan. La Liga memutuskan untuk menghukumnya tepat sebelum laga kontra AS Roma di Liga Champions.
Hajime Moriyasu Diisukan Latih Timnas Malaysia, FAM Buka Suara dan Beri Sinyal Tak Terduga

Hajime Moriyasu Diisukan Latih Timnas Malaysia, FAM Buka Suara dan Beri Sinyal Tak Terduga

FAM membantah telah mendekati Hajime Moriyasu untuk melatih Timnas Malaysia. Federasi justru masih membuka peluang bagi pelatih lokal memimpin Harimau Malaya.

Trending

Islam Makhachev Dikabarkan Hadapi Carlos Prates di UFC 336, Jadi Main Event Perdana 2027

Islam Makhachev Dikabarkan Hadapi Carlos Prates di UFC 336, Jadi Main Event Perdana 2027

Islam Makhachev dikabarkan akan melawan Carlos Prates dalam laga utama UFC 336 pada 30 Januari 2027 di Toronto, Kanada. Duel ini berpotensi menjadi pertahanan.
Media Vietnam Sebut Gara-gara Penalti Peralta, Persib Buat Posisi Pelatih The Cong Viettel FC Terancam

Media Vietnam Sebut Gara-gara Penalti Peralta, Persib Buat Posisi Pelatih The Cong Viettel FC Terancam

Ketika Persib berhasil mempertahankan puncak klasemen Grup E dengan sapu bersih dua laga, The Cong Viettel FC belum mencatatkan kemenangan.
Reaksi Media Vietnam usai Persib Bandung Tumbangkan The Cong-Viettel di ACL 2, Akui Maung Bandung

Reaksi Media Vietnam usai Persib Bandung Tumbangkan The Cong-Viettel di ACL 2, Akui Maung Bandung

Media Vietnam menyoroti kekalahan The Cong-Viettel FC dari Persib Bandung dengan skor 0-1 pada laga kedua Grup E ACL 2 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat.
Makin Meluas, Enam Hektare Hutan Jati Produksi Perhutani di Lumajang Terbakar

Makin Meluas, Enam Hektare Hutan Jati Produksi Perhutani di Lumajang Terbakar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan hutan jati produksi milik Perhutani di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus meluas.
Ledakan Dahsyat Guncang Ciputat: Dua Tewas dan 11 Orang Terluka, Polisi Pastikan Bukan Aksi Bom

Ledakan Dahsyat Guncang Ciputat: Dua Tewas dan 11 Orang Terluka, Polisi Pastikan Bukan Aksi Bom

Ledakan dahsyat terjadi di ruko kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu (14/10).
Kantor BPN Karawang Terbakar

Kantor BPN Karawang Terbakar

Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Karawang mengalami kebakaran mengalami kebakaran sejak Rabu, 14 Oktober 2026 malam.
Kata-kata Pelatih Viettel FC usai Takluk dari Persib Bandung, Bongkar Biang Kerok Kekalahan

Kata-kata Pelatih Viettel FC usai Takluk dari Persib Bandung, Bongkar Biang Kerok Kekalahan

Pelatih The Cong-Viettel FC, Velizar Popov, mengungkapkan penyebab timnya takluk 0-1 dari Persib Bandung pada laga kedua Grup E ACL 2 2026/2027. Ia menyoroti.
Selengkapnya

Viral