Dari Kopassus hingga Kursi Wakil Panglima TNI, Ini Rekam Jejak Maruli Simanjuntak
- Tangkapan Layar tvOne
tvOnenews.com - Nama Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Wakil Panglima TNI dalam rangkaian pelantikan pejabat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Penunjukan tersebut menandai babak baru dalam perjalanan karier militer Maruli yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sejak November 2023.
Maruli menggantikan posisi yang sebelumnya diemban Jenderal Tandyo Budi Revita. Sementara itu, Tandyo dipercaya mengisi jabatan KSAD untuk meneruskan kepemimpinan di lingkungan TNI Angkatan Darat.
- YouTube tvOneNews
Sebelum mendapatkan penugasan baru tersebut, Maruli telah menempati sejumlah posisi strategis di tubuh TNI AD.
Ia pernah memimpin satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Kodam IX/Udayana, hingga Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya hingga mencapai pangkat jenderal bintang empat dan menduduki jabatan pimpinan tertinggi di matra darat.
Lantas, seperti apa profil dan perjalanan karier Maruli Simanjuntak sebelum dipercaya menjadi Wakil Panglima TNI?
Profil Maruli Simanjuntak
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang mengawali karier militernya melalui kecabangan infanteri.
Ia dikenal memiliki pengalaman panjang dalam bidang operasi, kepemimpinan satuan, serta pengamanan presiden.
Mengutip informasi dari Sekretariat Negara, Maruli lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 27 Februari 1970. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1992.
Maruli juga dikenal sebagai menantu Luhut Binsar Pandjaitan, tokoh nasional yang pernah menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Meski hubungan keluarganya dengan Luhut kerap menjadi perhatian publik, perjalanan karier Maruli di lingkungan TNI juga ditandai dengan penugasan di sejumlah satuan dan jabatan komando strategis.
Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai KSAD pada 29 November 2023. Ketika itu, Maruli menggantikan Jenderal TNI Agus Subiyanto yang telah dilantik menjadi Panglima TNI.
Pelantikan tersebut sekaligus mengantarkannya menyandang pangkat jenderal bintang empat.
Informasi mengenai pelantikan Maruli sebagai KSAD juga tercantum dalam publikasi resmi Sekretariat Negara dan TNI Angkatan Darat.
Rekam Jejak Karier Maruli Simanjuntak di TNI
- Dispenad
Karier Maruli di lingkungan TNI AD berkembang melalui berbagai penugasan, mulai dari satuan elite hingga jabatan komando kewilayahan dan strategis.
Salah satu bagian penting dalam perjalanan militernya adalah pengabdian di Kopassus. Pengalaman di satuan tersebut menjadi bagian dari rekam jejaknya sebelum memperoleh kepercayaan untuk memimpin sejumlah organisasi militer.
Pada 2002, Maruli dipercaya menjadi Komandan Detasemen Tempur Cakra. Ia kemudian kembali bertugas di Kopassus sebagai Perwira Bantuan Madya Operasi hingga 2008.
Dalam perjalanan selanjutnya, ia menduduki sejumlah jabatan, antara lain Komandan Batalyon 21 Grup 2 Kopassus, Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus, Wakil Komandan Grup 1 Para Komando, serta Komandan Grup 2 Kopassus.
Berbagai penugasan tersebut memperkaya pengalamannya dalam bidang operasi dan pembinaan prajurit.
Karier Maruli kemudian berkembang ke lingkungan pengamanan presiden. Pada 2014, ia dipercaya menjadi Komandan Grup A Paspampres, satuan yang bertugas melaksanakan pengamanan fisik langsung terhadap presiden dan wakil presiden beserta pihak yang menjadi objek pengamanan sesuai ketentuan.
Setelah itu, ia menjabat Komandan Korem 074/Warastratama di Surakarta dan Wakil Komandan Paspampres.
Pada 2018, Maruli diangkat menjadi Komandan Paspampres. Jabatan tersebut memberinya pengalaman lebih luas dalam memimpin satuan yang memiliki tanggung jawab penting terhadap keselamatan presiden dan wakil presiden.
Perjalanan kariernya berlanjut ketika ia dipercaya memimpin Kodam IX/Udayana pada 2020 hingga 2022.
Pada Januari 2022, Maruli kemudian ditunjuk sebagai Panglima Kostrad. Jabatan tersebut merupakan salah satu posisi komando strategis di lingkungan TNI AD yang memiliki peran penting dalam mendukung kesiapan dan kemampuan operasi pasukan darat.
Puncak kariernya di matra darat tiba ketika Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai KSAD pada November 2023.
Selama memimpin TNI Angkatan Darat, Maruli tidak hanya menaruh perhatian pada kesiapan prajurit dan penguatan organisasi, tetapi juga mendorong berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Salah satu program yang menonjol adalah TNI AD Manunggal Air. Program ini diarahkan untuk membantu masyarakat memperoleh akses terhadap sumber air bersih, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan air.
Dalam publikasi resmi TNI AD, program tersebut disebut telah menghasilkan ribuan titik sumber air di berbagai daerah.
Pada 20 November 2023, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mencatat Maruli atas rekor Insan Indonesia yang Membantu Pengadaan Air Bersih Terbanyak kepada Masyarakat secara Berkelanjutan.
Dokumentasi MURI menyebut program tersebut telah menjangkau 825 titik air, terdiri dari 489 pompa hidram, 289 sumur bor, dan 47 sumber air gravitasi.
Penerima manfaat yang dicatat ketika itu mencapai 191.857 keluarga atau 562.602 jiwa.
Pada 2025, Maruli juga menyampaikan target pembangunan hingga 5.000 titik sumber air baru.
Selain penyediaan air bersih, Maruli mendorong keterlibatan satuan TNI AD dalam mendukung ketahanan pangan, pembangunan sarana irigasi, serta kegiatan sosial yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.
Program-program tersebut menjadi bagian dari pendekatan pembinaan teritorial TNI AD, yakni upaya memperkuat hubungan antara prajurit dan masyarakat di wilayah penugasan.
Di bidang internal, Maruli juga menekankan pentingnya disiplin, profesionalisme, kesiapan tempur, serta netralitas TNI dalam kehidupan politik.
Saat dilantik menjadi KSAD pada November 2023, ia menegaskan komitmen agar TNI AD tetap menjaga netralitas dalam Pemilu 2024.Â
Pernyataan itu sejalan dengan prinsip bahwa prajurit TNI harus menjalankan tugas berdasarkan konstitusi dan tidak terlibat dalam politik praktis.
Penunjukan Maruli sebagai Wakil Panglima TNI menambah tanggung jawabnya dalam struktur kepemimpinan militer nasional.
Perjalanan Maruli Simanjuntak memperlihatkan bagaimana seorang perwira yang memulai karier dari kecabangan infanteri menempuh berbagai penugasan hingga mencapai posisi strategis di lingkungan militer Indonesia.
(tsy)
Load more