BMKG Peringatkan Ancaman Banjir Rob di Pesisir Jakarta, Warga Diminta Bersiap
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Ancaman banjir pesisir atau rob berpotensi mengepung sejumlah kawasan pesisir DKI Jakarta.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi luapan air laut pasang yang diprediksi berlangsung sepanjang rentang 12 hingga 16 Oktober 2026.
Berdasarkan publikasi resmi di portal maritim BMKG pada Kamis, lonjakan tinggi muka air laut dipicu oleh pengaruh fenomena fase Bulan Baru yang berlangsung pada 10 Oktober.
Mengacu pada analisis pasang surut dan ketinggian permukaan laut, potensi rob diperkirakan menyasar sejumlah kawasan padat di Jakarta Utara.
Titik-titik rawan tersebut meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Tanjung Priok, Kalibaru, Muara Angke, hingga Penjaringan.
Limpasan air asin ini berisiko mengganggu denyut mobilitas masyarakat pesisir dan kawasan pelabuhan, mulai dari kendala proses bongkar muat logistik kapal hingga risiko kerugian pada usaha budi daya tambak garam dan perikanan darat.
Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap puncak air pasang sekaligus rutin memperbarui perkembangan cuaca maritim lewat kanal informasi dan akun media sosial resminya.
Sebagai langkah pencegahan di lapangan, Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Utara saat ini tengah mengebut proyek tanggul pengaman sepanjang 80 meter di kawasan Jalan Mandala Bahari demi menahan luapan rob.
“Saat pasang laut ekstrem, tinggi air mencapai 2,8 meter dan tanggul yang dibangun saat ini mencapai 3,15 meter sehingga air laut tak dapat masuk,” kata Kepala Sudin SDA Jakarta Utara Heria Suwandi pada Selasa.
Area tersebut selama ini kerap menjadi titik masuk air pasang laut yang menggenangi akses jalanan umum hingga permukiman penduduk.
Struktur tanggul terdahulu yang berketinggian dua meter dinilai sudah tak memadai karena kerap terlampaui gelombang pasang, sehingga sempat memicu banjir di fasilitas gudang Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP).
Heria menargetkan pengerjaan fisik pembatas laut yang lebih tinggi tersebut dapat tuntas seluruhnya pada akhir Desember 2026 mendatang. (ant/dpi)
Load more