Bayi Orangutan Ditemukan Lemas di Kutai Timur, BKSDA Ungkap Kondisi Terkini dan Penanganannya
- ANTARA
tvOnenews.com - Seekor bayi orangutan ditemukan dalam kondisi lemas di daerah aliran sungai di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Satwa yang diperkirakan berusia di bawah satu tahun itu harus menghadapi situasi berbahaya setelah terpisah dari induknya, yang dilaporkan diterkam buaya.
Tanpa pendampingan induk, bayi orangutan tersebut membutuhkan pertolongan segera untuk bertahan hidup.
Kondisi fisiknya saat ditemukan juga mengkhawatirkan. Pemeriksaan awal menunjukkan bayi primata langka itu mengalami dehidrasi ringan dan penurunan daya tahan tubuh akibat kekurangan nutrisi.
Situasi tersebut membuat proses penyelamatan tidak cukup berhenti pada evakuasi, tetapi harus dilanjutkan dengan perawatan medis dan pemantauan kesehatan secara intensif.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama Centre for Orangutan Protection (COP) kini menangani satwa tersebut.
Selain menstabilkan kondisi tubuhnya, tim juga menyiapkan tahapan perawatan lanjutan agar bayi orangutan dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman sebelum menjalani rehabilitasi.
Terpisah dari Induk, Bayi Orangutan Dievakuasi Tim Gabungan
Kepala BKSDA Kalimantan Timur, M Ari Wibawanto, menjelaskan bahwa penyelamatan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan mengenai bayi orangutan yang ditemukan tanpa pendampingan induk.
"Satu individu bayi orangutan diselamatkan di Kutai Timur setelah terpisah dari induknya yang dilaporkan diterkam buaya," kata Ari di Samarinda, Sabtu (18/10/26).
Laporan mengenai keberadaan bayi orangutan dalam kondisi lemas diterima pada Minggu (11/10/2026) pukul 20.30 Wita. Menindaklanjuti informasi tersebut, Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA Kalimantan Timur bersama COP segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Tim menurunkan dokter hewan dan petugas medis satwa guna memeriksa kondisi fisik orangutan sekaligus memberikan pertolongan darurat. Penanganan cepat diperlukan karena bayi orangutan yang masih sangat muda bergantung pada induknya untuk memperoleh perlindungan, makanan, dan dukungan selama masa pertumbuhan.
Kehilangan induk di usia dini membuat satwa tersebut lebih rentan terhadap ancaman lingkungan. Tanpa perawatan yang memadai, kekurangan cairan dan nutrisi dapat memperburuk kondisi tubuhnya. Karena itu, evakuasi menjadi tahap awal dalam rangkaian upaya penyelamatan yang juga mencakup pemulihan kesehatan dan rehabilitasi.
Load more