News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bayi Orangutan Ditemukan Lemas di Kutai Timur, BKSDA Ungkap Kondisi Terkini dan Penanganannya

BKSDA Kalimantan Timur menyelamatkan bayi orangutan berusia di bawah satu tahun yang mengalami dehidrasi dan kekurangan nutrisi setelah terpisah dari induknya.
Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:30 WIB
Bayi Orangutan Ditemukan Lemas di Kutai Timur, BKSDA Ungkap Kondisi Terkini dan Penanganannya
Sumber :
  • ANTARA

tvOnenews.com - Seekor bayi orangutan ditemukan dalam kondisi lemas di daerah aliran sungai di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Satwa yang diperkirakan berusia di bawah satu tahun itu harus menghadapi situasi berbahaya setelah terpisah dari induknya, yang dilaporkan diterkam buaya. 

Tanpa pendampingan induk, bayi orangutan tersebut membutuhkan pertolongan segera untuk bertahan hidup.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi fisiknya saat ditemukan juga mengkhawatirkan. Pemeriksaan awal menunjukkan bayi primata langka itu mengalami dehidrasi ringan dan penurunan daya tahan tubuh akibat kekurangan nutrisi. 

Situasi tersebut membuat proses penyelamatan tidak cukup berhenti pada evakuasi, tetapi harus dilanjutkan dengan perawatan medis dan pemantauan kesehatan secara intensif.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama Centre for Orangutan Protection (COP) kini menangani satwa tersebut. 

Selain menstabilkan kondisi tubuhnya, tim juga menyiapkan tahapan perawatan lanjutan agar bayi orangutan dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman sebelum menjalani rehabilitasi.

Terpisah dari Induk, Bayi Orangutan Dievakuasi Tim Gabungan

Kepala BKSDA Kalimantan Timur, M Ari Wibawanto, menjelaskan bahwa penyelamatan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan mengenai bayi orangutan yang ditemukan tanpa pendampingan induk.

"Satu individu bayi orangutan diselamatkan di Kutai Timur setelah terpisah dari induknya yang dilaporkan diterkam buaya," kata Ari di Samarinda, Sabtu (18/10/26).

Laporan mengenai keberadaan bayi orangutan dalam kondisi lemas diterima pada Minggu (11/10/2026) pukul 20.30 Wita. Menindaklanjuti informasi tersebut, Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA Kalimantan Timur bersama COP segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Tim menurunkan dokter hewan dan petugas medis satwa guna memeriksa kondisi fisik orangutan sekaligus memberikan pertolongan darurat. Penanganan cepat diperlukan karena bayi orangutan yang masih sangat muda bergantung pada induknya untuk memperoleh perlindungan, makanan, dan dukungan selama masa pertumbuhan.

Kehilangan induk di usia dini membuat satwa tersebut lebih rentan terhadap ancaman lingkungan. Tanpa perawatan yang memadai, kekurangan cairan dan nutrisi dapat memperburuk kondisi tubuhnya. Karena itu, evakuasi menjadi tahap awal dalam rangkaian upaya penyelamatan yang juga mencakup pemulihan kesehatan dan rehabilitasi.

Dehidrasi dan Kekurangan Nutrisi Jadi Fokus Penanganan Medis

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bayi orangutan mengalami dehidrasi ringan serta penurunan daya tahan tubuh akibat kekurangan nutrisi. Tim medis kemudian memprioritaskan pemulihan kondisi dasarnya agar fungsi tubuh satwa tersebut kembali stabil.

"Pemberian cairan rehidrasi, vitamin, serta penanganan suhu tubuh menjadi fokus utama medis guna memulihkan stabilitas fisiknya," ujar Ari.

Setelah pertolongan awal, proses karantina dan observasi kesehatan dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi orangutan. Pemeriksaan mencakup fungsi organ tubuh serta pola konsumsi makanan hariannya. Pemantauan tersebut membantu tim menentukan kebutuhan perawatan berikutnya berdasarkan perkembangan kondisi satwa.

BKSDA juga berkoordinasi dengan pusat rehabilitasi satwa untuk memastikan lokasi perawatan lanjutan sesuai dengan kebutuhan bayi orangutan. Lingkungan yang aman dan mendukung pertumbuhan menjadi pertimbangan penting, mengingat satwa muda membutuhkan penanganan khusus selama masa pemulihan.

Tahapan rehabilitasi tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Sebelum berinteraksi dengan orangutan lain, satwa yang baru dievakuasi perlu menjalani pemeriksaan untuk memastikan kondisinya cukup stabil dan tidak membawa penyakit menular yang berisiko menyebar kepada satwa lainnya.

Setelah Sehat, Bayi Orangutan Disiapkan Masuk Sekolah Hutan

Apabila hasil pemeriksaan menyatakan satwa tersebut bebas dari penyakit menular, tim akan mempersiapkannya untuk bergabung dengan bayi orangutan lain dalam program rehabilitasi dan sekolah hutan.

"Setelah melalui tahap pemeriksaan dan dinyatakan bebas penyakit menular, ia akan dipersiapkan untuk bergabung dengan bayi orangutan lainnya dalam proses rehabilitasi dan sekolah hutan," tutur Ari.

Sekolah hutan merupakan bagian penting dari rehabilitasi orangutan. Dalam proses ini, satwa dilatih untuk mengembangkan kembali keterampilan alami yang dibutuhkan untuk bertahan hidup, seperti mengenali sumber makanan, memanjat, dan beradaptasi dengan lingkungan hutan. 

Tujuannya adalah mendukung kemandirian satwa sebelum kemungkinan dilepasliarkan, sesuai hasil penilaian kesiapan dan kondisi kesehatannya.

BKSDA menilai keterlibatan masyarakat juga berperan besar dalam menyelamatkan satwa liar. Warga yang menemukan satwa dilindungi dalam kondisi terluka, lemah, atau terpisah dari induknya diimbau segera melapor kepada petugas, bukan mencoba menangani sendiri tanpa pendampingan tenaga berwenang.

"Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan keberadaan satwa dilindungi yang membutuhkan pertolongan medis," ucap Ari.

Selain penanganan kasus individual, penguatan patroli di kawasan penyangga hutan terus dilakukan untuk membantu menjaga ruang hidup orangutan Kalimantan. Upaya tersebut penting karena kelangsungan hidup satwa liar tidak hanya bergantung pada penyelamatan ketika terjadi keadaan darurat, tetapi juga pada perlindungan habitatnya.

"Komitmen kami adalah memastikan setiap satwa endemik yang terevakuasi mendapatkan perawatan medis memadai hingga siap dilepasliarkan," ujar Ari.

Kasus bayi orangutan di Kutai Timur ini menunjukkan pentingnya respons cepat ketika satwa liar berada dalam situasi berbahaya. 

Pemulihan medis, rehabilitasi, dan perlindungan habitat menjadi rangkaian upaya yang saling berkaitan untuk memberi satwa tersebut kesempatan bertahan hidup dan kembali menjalani perilaku alaminya. (udn)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

10 Ucapan Selamat Hari Santri 2026, Cocok Dijadikan Caption Media Sosial

10 Ucapan Selamat Hari Santri 2026, Cocok Dijadikan Caption Media Sosial

Berikut 10 contoh ucapan selamat Hari Santri 2026, cocok dijadikan sebagai caption di media sosial.
Bingung Akhir Pekan Ke Mana? Ini 3 Rekomendasi Acara Seru di Jakarta, dari Synchronize Fest hingga Museum Bahari

Bingung Akhir Pekan Ke Mana? Ini 3 Rekomendasi Acara Seru di Jakarta, dari Synchronize Fest hingga Museum Bahari

Akhir pekan menjadi momen yang paling dinanti bagi warga Jakarta untuk melepaskan diri dari penatnya padat rutinitas kerja sepanjang Senin hingga Jumat. Men...
Belum Berhasil Bawa Hyundai Hillstate ke Semifinal, Megawati Hangestri Tetap Dapat Sorotan Media Korea

Belum Berhasil Bawa Hyundai Hillstate ke Semifinal, Megawati Hangestri Tetap Dapat Sorotan Media Korea

Megawati Hangestri tetap menjadi perhatian media Korea meski belum berhasil membawa Hyundai Hillstate melangkah ke semifinal Piala Yeosu-NH Nonghyup 2026.
Prakiraan Cuaca BMKG untuk DKI Jakarta 18 Oktober 2026: Seluruh Wilayah Berawan

Prakiraan Cuaca BMKG untuk DKI Jakarta 18 Oktober 2026: Seluruh Wilayah Berawan

Menurut laporan BMKG untuk hari ini, Minggu, 18 Oktober 2026, prakiraan cuaca di seluruh wilayah administratif DKI Jakarta dengan suhu di kisaran 27-36°C..
Suporter Persija dan Persita Saling Berjabat Tangan setelah Kericuhan dalam Laga di Stadion BIS

Suporter Persija dan Persita Saling Berjabat Tangan setelah Kericuhan dalam Laga di Stadion BIS

Suporter Persija Jakarta dan Persita Tangerang kembali berjabat tangan setelah kericuhan dalam laga Super League 2026/2027 di Stadion BIS, Sabtu (17/10/2026).
Ini 3 Biang Kerok Kegagalan Megawati Hangestri Bawa Hillstate Lolos ke Semifinal KOVO Cup 2026

Ini 3 Biang Kerok Kegagalan Megawati Hangestri Bawa Hillstate Lolos ke Semifinal KOVO Cup 2026

Langkah Suwon Hyundai E&C Hillstate yang diperkuat bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi harus terhenti secara tragis di fase grup KOVO Cup 2026...

Trending

70 Persen Pekerja JIIPE Berasal dari Lokal, Kawasan Industri Gresik Ini Jadi Penggerak Ekonomi Jawa Timur

70 Persen Pekerja JIIPE Berasal dari Lokal, Kawasan Industri Gresik Ini Jadi Penggerak Ekonomi Jawa Timur

Menperin mengapresiasi JIIPE di Gresik yang menyerap 70 persen tenaga kerja lokal. Simak perkembangan investasi, hilirisasi, dan infrastruktur kawasan industri
Sukses Gelar Konser di Jakarta, Lucunya BABYMONSTER Ketagihan Ngomong "Josjis"

Sukses Gelar Konser di Jakarta, Lucunya BABYMONSTER Ketagihan Ngomong "Josjis"

Para member BABYMONSTER terlihat beberapa kali mengucapkan kata dalam bahasa Indonesia.
Intip Spesifikasi Tesla Roadster, Mobil Listrik Terbang Elon Musk dengan Teknologi Pendorong Gas SpaceX: Punya 1.500 HP!

Intip Spesifikasi Tesla Roadster, Mobil Listrik Terbang Elon Musk dengan Teknologi Pendorong Gas SpaceX: Punya 1.500 HP!

Tesla Roadster terbaru menggabungkan motor listrik bertenaga besar, kipas pengisap, dan pendorong gas dingin SpaceX. Simak spesifikasi, fitur, harga, dan status
Bayi Orangutan Ditemukan Lemas di Kutai Timur, BKSDA Ungkap Kondisi Terkini dan Penanganannya

Bayi Orangutan Ditemukan Lemas di Kutai Timur, BKSDA Ungkap Kondisi Terkini dan Penanganannya

BKSDA Kalimantan Timur menyelamatkan bayi orangutan berusia di bawah satu tahun yang mengalami dehidrasi dan kekurangan nutrisi setelah terpisah dari induknya.
Nadiem Makarim Ajukan Kasasi, 5 Keberatan Hukum Ini Jadi Dasar Menggugat Vonis Kasus Chromebook

Nadiem Makarim Ajukan Kasasi, 5 Keberatan Hukum Ini Jadi Dasar Menggugat Vonis Kasus Chromebook

Nadiem Makarim mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Mereka menyoroti lima persoalan dalam putusan banding kasus pengadaan Chromebook. Putusan banding dalam
Prakiraan Cuaca BMKG untuk DKI Jakarta 18 Oktober 2026: Seluruh Wilayah Berawan

Prakiraan Cuaca BMKG untuk DKI Jakarta 18 Oktober 2026: Seluruh Wilayah Berawan

Menurut laporan BMKG untuk hari ini, Minggu, 18 Oktober 2026, prakiraan cuaca di seluruh wilayah administratif DKI Jakarta dengan suhu di kisaran 27-36°C..
Bingung Akhir Pekan Ke Mana? Ini 3 Rekomendasi Acara Seru di Jakarta, dari Synchronize Fest hingga Museum Bahari

Bingung Akhir Pekan Ke Mana? Ini 3 Rekomendasi Acara Seru di Jakarta, dari Synchronize Fest hingga Museum Bahari

Akhir pekan menjadi momen yang paling dinanti bagi warga Jakarta untuk melepaskan diri dari penatnya padat rutinitas kerja sepanjang Senin hingga Jumat. Men...
Selengkapnya

Viral