News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Polisi Tembak Polisi di Mako Polairud Pondok Cabe, ISESS: Kultur Membawa Senjata Perlu Dievaluasi

Peminjam pakaian senjata api harusnya hanya melekat pada tugas yang membutuhkan perlengkapan khusus seperti senjata api, bukan pada personel. 
Senin, 19 Oktober 2026 - 16:16 WIB
Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai yang tewas setelah diduga dianiaya juniornya
Sumber :
  • Threads @ix.fell88

Jakarta, tvOnenews.com - Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) buka suara soal tewasnya Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai, Petrus Bala Pattyona yang dibunuh oleh juniornya di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/10/2026).

Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto mengatakan, kultur membawa senjata dalam bertugas perlu dievaluasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab, kemampuan teknis menggunakan senjata belum tentu sejalan dengan kematangan emosional dan kemampuan mengendalikan konflik.

“Kultur membawa senjata juga perlu dievaluasi. Senjata api adalah instrumen kewenangan negara, bukan sekadar perlengkapan kerja. Karena itu, standar kelayakan personel tidak cukup berdasarkan keterampilan menembak dan kelengkapan administrasi, tetapi harus mencakup kondisi psikologis, rekam jejak kedinasan yang relevan, serta kemampuan mengendalikan diri,” ungkap Bambang, kepada wartawan, Senin (19/10/2026).

Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai yang tewas setelah diduga dianiaya juniornya
Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai yang tewas setelah diduga dianiaya juniornya
Sumber :
  • Instagram @bharaset42nusantara

Menurutnya, ketika terjadi konflik, senjata tidak boleh menjadi alat penyelesaian masalah. Peminjam pakaian senjata api harusnya hanya melekat pada tugas yang membutuhkan perlengkapan khusus seperti senjata api, bukan pada personel. 

“Ke depan, perlu dibuat aturan bahwa tanpa ada penugasan berat atau berbahaya, tak perlu personel diberikan peminjaman Senpi dalam tugas harian yg tidak terkait hal yang membahayakan,” jelas Bambang.

Lebih lanjut, Bambang menerangkan, kasus ini tidak bisa semata-mata dilihat sebagai persoalan emosi atau konflik individual. 

Ada 3 aspek yang perlu dicermati, diantaranya yaitu kondisi psikologis personel, kultur organisasi yang hierarkis, dan pengawasan senjata api. 

“Tekanan pekerjaan, konflik kedinasan, maupun persoalan pribadi memang dapat memengaruhi pengendalian diri, tetapi tidak bisa dijadikan pembenaran atas kekerasan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bambang menegaskan, di awal kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, kasus ini harus menjadi momentum evaluasi mendasar. 

Bukan berarti insiden tersebut merupakan akibat kepemimpinannya, tetapi bagaimana Kapolri meresponsnya akan menunjukkan keseriusan pembenahan internal Polri. 

“Evaluasi tidak boleh berhenti pada pelaku, melainkan juga harus memeriksa apakah ada indikasi risiko yang sebelumnya diketahui, bagaimana pembinaan personel dilakukan, dan apakah pengawasan oleh atasan berjalan efektif,” ucapnya.

Bambang menyebutkan, pengawasan penggunaan senjata api juga harus diperketat melalui audit menyeluruh terhadap pemegang senjata, perizinan, penyimpanan, serah-terima, dan kelayakan psikologis personel. 

“Jika terdapat indikasi risiko yang kredibel, senjata harus dapat diamankan sementara melalui prosedur yang jelas dan proporsional. Pemeriksaan psikologis juga perlu dilakukan secara berkala dan ditindaklanjuti secara profesional, bukan sekadar formalitas administratif,” ujarnya.

Selain itu, perlu evaluasi terhadap kultur komando, mekanisme pengaduan internal, serta penanganan konflik dan intimidasi antarpersonel. Anggota harus memiliki saluran pelaporan yang aman tanpa takut mengalami tekanan atau pembalasan. 

“Pimpinan satuan juga harus dimintai pertanggungjawaban apabila terbukti mengabaikan indikasi risiko yang semestinya dapat dicegah. Intinya, jangan hanya menghukum pelaku, tetapi benahi sistem yang memungkinkan kekerasan terjadi,” terang Bambang.

Bambang menerangkan, keberhasilan Kapolri bukan hanya diukur dari ketegasan menindak anggota yang melanggar, melainkan juga dari kemampuan mencegah kejadian serupa. 

“Reformasi Polri harus dimulai dari dalam yakni membangun kultur profesional, memperkuat pengawasan senjata, dan memastikan bahwa kewenangan bersenjata negara dijalankan dengan disiplin, akuntabilitas, serta pengendalian diri,” sebutnya. (ars/muu)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Timnas Indonesia Bikin Ketar-ketir Media Vietnam, Rencana Naturalisasi Wonderkid Liga Inggris Ini Bikin Garuda Makin Disegani di ASEAN

Timnas Indonesia Bikin Ketar-ketir Media Vietnam, Rencana Naturalisasi Wonderkid Liga Inggris Ini Bikin Garuda Makin Disegani di ASEAN

Timnas Indonesia mendapat sorotan media Vietnam setelah muncul kabar mengenai penambahan pemain naturalisasi anyar. Pemain tersebut buat Garuda makin tangguh.
Top 3: Viral Remaja 15 Tahun Meninggal Diduga Ditabrak Anak Pensiunan TNI, Pastor Ekuador Tewas Tertimpa Salip, hingga Bahaya Karhutla Menurut IDAI

Top 3: Viral Remaja 15 Tahun Meninggal Diduga Ditabrak Anak Pensiunan TNI, Pastor Ekuador Tewas Tertimpa Salip, hingga Bahaya Karhutla Menurut IDAI

Redaksi tvOnenews.com telah memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca oleh pembaca. Berikut rangkuman ketiga berita tersebut.
Bahlil Bantah Ada Pemangkasan Kuota BBM di Bali

Bahlil Bantah Ada Pemangkasan Kuota BBM di Bali

Bahlil memastikan penyebab antrean panjang BBM di Bali karena keterlambatan pasokan akibat kapal pengangkut BBM mengalami kendala jangkar saat sandar.
Diduga Anak Purnawirawan TNI, Siapa Sosok Penabrak Remaja 15 Tahun di Mampang Prapatan hingga Tewas?

Diduga Anak Purnawirawan TNI, Siapa Sosok Penabrak Remaja 15 Tahun di Mampang Prapatan hingga Tewas?

Hal yang tak kalah menarik perhatian adalah sosok terduga tersangka dalam insiden mengerikan tersebut. Diketahui, bahwa terduga pelaku baru berusia 26 tahun.
Bisnis Terus Berkembang, Mengapa Sistem yang Digunakan Harus Ikut Berubah?

Bisnis Terus Berkembang, Mengapa Sistem yang Digunakan Harus Ikut Berubah?

Bisnis yang terus berkembang membutuhkan sistem operasional yang adaptif. Kenali tanda sistem perlu diperbarui melalui integrasi data, ERP, dashboard, dan otomasi.
Motif Penembakan Bharatu Valdo di Mako Polairud Pondok Cabe Terungkap, Ternyata Soal Bullying

Motif Penembakan Bharatu Valdo di Mako Polairud Pondok Cabe Terungkap, Ternyata Soal Bullying

Mengenai dugaan pemicu bullying yang berujung melakukan pembunuhan terhadap kliennya ini, Petrus menyebutkan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman.

Trending

Dikenal Sosok Periang, Korban Tabrakan Maut di Mampang Diantar Ratusan Pelayat Menuju Pemakaman

Dikenal Sosok Periang, Korban Tabrakan Maut di Mampang Diantar Ratusan Pelayat Menuju Pemakaman

Remaja 15 tahun korban meninggal dunia dalam insiden tabrakan maut mobil pajero di Mampang Prapatan, Minggu (18/10/2026) diantar ratusan pelayat ke pemakaman.
Update Ranking BWF usai Denmark Open 2026: Jonatan Christie Terjun Bebas, Dua Ganda Putri Kompak Tembus 10 Besar

Update Ranking BWF usai Denmark Open 2026: Jonatan Christie Terjun Bebas, Dua Ganda Putri Kompak Tembus 10 Besar

Update ranking BWF usai Denmark Open 2026. Sejumlah posisi pebulu tangkis Indonesia melesat, namun ada beberapa andalan tanah air yang turun peringkat seperti Jonatan Christie.
Mengenal Pastor Patricio Alfredo Sanchez Molinari yang Meninggal usai Tertimpa Salib saat Pimpin Misa di Guayaquil, Ekuador

Mengenal Pastor Patricio Alfredo Sanchez Molinari yang Meninggal usai Tertimpa Salib saat Pimpin Misa di Guayaquil, Ekuador

Mengenal Pastor Patricio Alfredo Sanchez Molinari yang meninggal dunia usai tertimpa salib saat pimpin Misa di Guayaquil, Ekuador.
Keluarga Korban Minta Kapolri Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Penembakan Bharatu Valdo oleh Juniornya

Keluarga Korban Minta Kapolri Turun Tangan Usut Tuntas Kasus Penembakan Bharatu Valdo oleh Juniornya

Kematian tragis anggota Ditpoludara, Bharatu Valdo, di Mako Polairud Tangerang Selatan oleh diduga juniornya, menyisakan tanda tanya besar bagi pihak keluarga. 
Diduga Anak Purnawirawan TNI, Siapa Sosok Penabrak Remaja 15 Tahun di Mampang Prapatan hingga Tewas?

Diduga Anak Purnawirawan TNI, Siapa Sosok Penabrak Remaja 15 Tahun di Mampang Prapatan hingga Tewas?

Hal yang tak kalah menarik perhatian adalah sosok terduga tersangka dalam insiden mengerikan tersebut. Diketahui, bahwa terduga pelaku baru berusia 26 tahun.
Rival Megawati Hangestri Sabet MVP, GS Caltex Akhiri Penantian 3 Tahun di KOVO Cup 2026

Rival Megawati Hangestri Sabet MVP, GS Caltex Akhiri Penantian 3 Tahun di KOVO Cup 2026

GS Caltex berhasil merebut gelar juara KOVO Cup 2026 setelah mengalahkan Korea Expressway Hi-Pass dalam pertarungan lima set. Rival Megawati Hangestri raih MVP.
Bisnis Terus Berkembang, Mengapa Sistem yang Digunakan Harus Ikut Berubah?

Bisnis Terus Berkembang, Mengapa Sistem yang Digunakan Harus Ikut Berubah?

Bisnis yang terus berkembang membutuhkan sistem operasional yang adaptif. Kenali tanda sistem perlu diperbarui melalui integrasi data, ERP, dashboard, dan otomasi.
Selengkapnya

Viral