News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kuasa Hukum Ungkap Kejanggalan Kasus Bharatu Valdo, Pertanyakan Motif hingga Asal Senjata

Kasus pembunuhan Bharatu Valdo di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, masih menyisakan tanda tanya. Kuasa hukum korban pertanyakan.
Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:55 WIB
Kolase Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai dan Bharada A pelaku pembunuhan
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus pembunuhan Bharatu Valdo yang terjadi di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/10/2026), masih menjadi perhatian publik. Sejumlah pertanyaan terkait motif penembakan hingga kemungkinan keterlibatan pihak lain turut disampaikan oleh kuasa hukum korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan perkembangan penanganan terhadap Bharada A yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Budi menjelaskan, proses penanganan pelanggaran kode etik terhadap Bharada A akan dilakukan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Metro Jaya. Proses etik tersebut akan berjalan beriringan dengan penanganan perkara pidana.

Barang bukti pembunuhan Bharatu Valdo
Barang bukti pembunuhan Bharatu Valdo
Sumber :
  • Istimewa

Meski demikian, sidang etik terhadap Bharada A belum digelar lantaran proses penyidikan kasus pembunuhan tersebut masih berlangsung.

Saat ini, Bharada A telah resmi ditahan di rumah tahanan (rutan) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

Budi menegaskan, Polri tidak akan memberikan toleransi kepada anggotanya yang terbukti melanggar hukum ataupun terlibat dalam tindak pidana.

"Pasti diproses hukum dan sudah dilakukan penahanan. Perkara ini akan diusut tuntas, baik oleh Ditreskrimum maupun Bidpropam Polda Metro Jaya," tegasnya.

Kuasa Hukum Pertanyakan Motif Penembakan

Di sisi lain, kuasa hukum korban bersama keluarga meminta penyidik memberikan penjelasan secara terbuka mengenai motif di balik penembakan tersebut.

Kuasa hukum korban, Petrus Bala Pattyona, mengatakan pihaknya masih mempertanyakan alasan pelaku menghabisi nyawa korban. Menurutnya, penjelasan yang diterima dari penyelidik Polda Metro Jaya justru menimbulkan sejumlah kejanggalan.

"Pertama, kami ingin kejelasan tentang motivasi penembakan itu sendiri, karena penjelasan pihak penyelidik Polda Metro Jaya kepada kami, bahwa pelaku melakukan pembunuhan itu karena sakit hati kepada teman-teman korban, bukan kepada korban," ucap Petrus Bala Pattyona dilansir dari tayangan Kabar Petang tvOne.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diterima, pelaku diduga menyimpan sakit hati karena kerap menjadi sasaran perundungan atau bullying oleh teman-teman korban.

"Karena teman-teman korban sering membully pelaku, itu satu. Jadi buat kami, itu ada suatu kejanggalan, jadi ini buat kami belum transparan," tuturnya.

Petrus menilai, alasan tersebut belum cukup menjelaskan mengapa korban justru menjadi sasaran pembunuhan. Oleh karena itu, pihak keluarga berharap penyidik dapat mengungkap motif secara lebih terperinci agar tidak menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Kuasa Hukum Curiga Pelaku Tidak Tunggal

Selain mempertanyakan motif pembunuhan, Petrus juga menyoroti kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Ia mempertanyakan bagaimana tersangka bisa memperoleh senjata yang digunakan untuk melakukan penembakan. Menurutnya, asal-usul senjata tersebut perlu ditelusuri lebih jauh oleh penyidik.

"Karena bagaimana dia bisa mendapat atau alat tembak itu? apakah ada yang memberikan? apakah dia mencuri di gudang? atau atau di pos penjagaan?" tuturnya.

Petrus menduga perlu ada penelusuran lebih lanjut untuk memastikan apakah tersangka bertindak seorang diri atau mendapat bantuan dari pihak lain.

"Setidak-tidaknya pasti ada yang memberikan bantuan, karena tidak mungkin dia senapan panjang, melakukan bersamaan misal dar der dor, kemudian menebas leher korban. Jadi kecurigaan kami pertama, bukan pelaku tunggal,"

Dugaan tersebut disampaikan sebagai bentuk pertanyaan dari pihak keluarga yang menginginkan penyidikan dilakukan secara menyeluruh. Mereka berharap aparat kepolisian dapat menjelaskan secara rinci rangkaian kejadian, termasuk bagaimana senjata diperoleh dan bagaimana peristiwa pembunuhan berlangsung.

Petrus kembali menegaskan bahwa penjelasan mengenai motif pembunuhan masih menyisakan persoalan. Menurutnya, alasan pelaku yang disebut sakit hati terhadap teman-teman korban belum menjawab pertanyaan mengapa Laurentius Valdo Fernandez justru menjadi korban.

Ia pun mempertanyakan hubungan antara dugaan perundungan yang dialami tersangka dan tindakan pembunuhan terhadap Laurentius.

"Bagaimana dendamnya pelaku kepada teman-teman korban, tetapi Laurentius Fernandez ini yang dibunuh,"

Petrus menilai, jika teman-teman Laurentius yang diduga melakukan perundungan terhadap tersangka, seharusnya penyidik dapat menjelaskan mengapa Laurentius yang menjadi sasaran pembunuhan.

"Kalau yang membully dia, membully tersangka itu teman-teman Laurentius, kan seharunya ke teman-teman Laurentius, kenapa ke Laurentius Fernandez?

Minta Polisi Transparan Mengungkap Kasus

Lebih lanjut, Petrus menilai keterangan yang disampaikan penyidik maupun Humas Polda Metro Jaya justru memunculkan kecurigaan baru, baik bagi pihak keluarga maupun masyarakat luas.

"Jadi baut kami, penjelasan penyidik Polda atau Humas Polda itu justru menimbulkan kecurigaan, bukan hanya kepada kami sebagai kuasa hukum atau keluarga, juga menimbulkan kecurigaan kepada masyarakat

Ia pun meminta kepolisian memberikan penjelasan secara terbuka mengenai seluruh aspek kasus tersebut, mulai dari motif pembunuhan, asal-usul senjata, hingga kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

"Apa yang mau ditutup-tutupi sekarang ini? polisi harus transparan, harus mengikuti slogan Kapolri saat ini,'polisi dekat dengan masyarakat,'

Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai yang tewas setelah diduga dianiaya juniornya
Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai yang tewas setelah diduga dianiaya juniornya
Sumber :
  • Instagram @bharaset42nusantara

Pihak keluarga berharap proses penyidikan dapat menjawab berbagai pertanyaan yang masih muncul, sehingga fakta-fakta di balik pembunuhan Bharatu Valdo dapat terungkap secara menyeluruh.

Sementara itu, Polda Metro Jaya memastikan penanganan perkara pidana terhadap Bharada A tetap berjalan dan proses etik akan ditangani oleh Bidpropam. Penyidikan masih berlangsung untuk mengungkap perkara tersebut secara tuntas.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kepala BNPPDT Jenderal TNI Maruli Dorong Prioritas Program Ekonomi Konkret di Wilayah Perbatasan

Kepala BNPPDT Jenderal TNI Maruli Dorong Prioritas Program Ekonomi Konkret di Wilayah Perbatasan

Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menekankan pentingnya eksekusi program ekonomi yang nyata dan solutif bagi masyarakat di wilayah perbatasan. 
Demi Konten Horor, Lima Sahabat Terobos Hotel Terlarang! Ini Sinopsis Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Demi Konten Horor, Lima Sahabat Terobos Hotel Terlarang! Ini Sinopsis Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Lingsir Wengi: Motel Malioboro mengangkat kisah lima sahabat yang mengejar popularitas lewat konten horor hingga terjebak dalam teror hotel tua. Simak sinopsis dan daya
Stok BBM Nasional Masih Aman, Begini Kata Bahlil

Stok BBM Nasional Masih Aman, Begini Kata Bahlil

Bahlil Lahadalia memastikan stok BBM nasional aman. Pemerintah menambah armada dan menargetkan stok Bali 15 hari.
Buntut Crash saat Sesi Latihan MotoGP Indonesia 2026, Pramac Pastikan Toprak Razgatlioglu Absen Hingga Akhir Musim

Buntut Crash saat Sesi Latihan MotoGP Indonesia 2026, Pramac Pastikan Toprak Razgatlioglu Absen Hingga Akhir Musim

Pramac Yamaha mendapatkan kabar buruk menjelang MotoGP Australia 2026 yang dijadwalkan berlangsung sepanjang akhir pekan ini.
Gempa Magnitudo 5,4 Tengah Malam Kejutkan Warga, Begini Penjelasan BMKG

Gempa Magnitudo 5,4 Tengah Malam Kejutkan Warga, Begini Penjelasan BMKG

Guncangan melanda warga di Meulaboh, Aceh Barat, Selasa (20/10). Jelang tengah malam, sebuah gempa bumi magnitudo 5,4 mendadak menggetarkan wilayah tersebut.
Hasil French Open 2026: Menang Comeback atas Wakil Hong Kong, Rachel/Febi Mengaku Masih Beradaptasi dengan Venue

Hasil French Open 2026: Menang Comeback atas Wakil Hong Kong, Rachel/Febi Mengaku Masih Beradaptasi dengan Venue

Hasil French Open 2026, Selasa 20 Oktober antara ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan dari Hong Kong.

Trending

Demi Konten Horor, Lima Sahabat Terobos Hotel Terlarang! Ini Sinopsis Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Demi Konten Horor, Lima Sahabat Terobos Hotel Terlarang! Ini Sinopsis Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Lingsir Wengi: Motel Malioboro mengangkat kisah lima sahabat yang mengejar popularitas lewat konten horor hingga terjebak dalam teror hotel tua. Simak sinopsis dan daya
Stok BBM Nasional Masih Aman, Begini Kata Bahlil

Stok BBM Nasional Masih Aman, Begini Kata Bahlil

Bahlil Lahadalia memastikan stok BBM nasional aman. Pemerintah menambah armada dan menargetkan stok Bali 15 hari.
Idola Khabib Nurmagomedov, Cain Velasquez Dikabarkan Segera Comeback usai 7 Tahun Absen

Idola Khabib Nurmagomedov, Cain Velasquez Dikabarkan Segera Comeback usai 7 Tahun Absen

Kabar comeback legenda UFC Cain Velasquez kembali mencuat setelah tujuh tahun absen dari oktagon. Pelatih Khabib Nurmagomedov, Javier Mendez, mengungkapkan.
Buntut Crash saat Sesi Latihan MotoGP Indonesia 2026, Pramac Pastikan Toprak Razgatlioglu Absen Hingga Akhir Musim

Buntut Crash saat Sesi Latihan MotoGP Indonesia 2026, Pramac Pastikan Toprak Razgatlioglu Absen Hingga Akhir Musim

Pramac Yamaha mendapatkan kabar buruk menjelang MotoGP Australia 2026 yang dijadwalkan berlangsung sepanjang akhir pekan ini.
Gempa Magnitudo 5,4 Tengah Malam Kejutkan Warga, Begini Penjelasan BMKG

Gempa Magnitudo 5,4 Tengah Malam Kejutkan Warga, Begini Penjelasan BMKG

Guncangan melanda warga di Meulaboh, Aceh Barat, Selasa (20/10). Jelang tengah malam, sebuah gempa bumi magnitudo 5,4 mendadak menggetarkan wilayah tersebut.
Hasil French Open 2026: Menang Comeback atas Wakil Hong Kong, Rachel/Febi Mengaku Masih Beradaptasi dengan Venue

Hasil French Open 2026: Menang Comeback atas Wakil Hong Kong, Rachel/Febi Mengaku Masih Beradaptasi dengan Venue

Hasil French Open 2026, Selasa 20 Oktober antara ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan dari Hong Kong.
Polemik Sewa Apartemen Harian di Bekasi: Manajemen Grand Kamala Lagoon Tegaskan Patuh Aturan Pemkot

Polemik Sewa Apartemen Harian di Bekasi: Manajemen Grand Kamala Lagoon Tegaskan Patuh Aturan Pemkot

Polemik mengenai praktik penyewaan apartemen dengan durasi harian hingga hitungan jam di Grand Kamala Lagoon, Bekasi, memicu respons tegas dari pihak pengelola. 
Selengkapnya

Viral