Dugaan Arogansi Ajudan Gubernur Kaltim Kepada Mahasiswa Jadi Sorotan, Polda Kaltim: Tidak Sesuai Arahan Kapolri
- Instagram @mahasiswamelawan.co
Jakarta, tvOnenews.com - Aksi dugaan arogansi ajudan Gubernur Kaltim (Kalimantan Timur) Rudy Mas’ud kepada kader GMNI Samarinda pasca-unjuk rasa penanganan karhutla jadi sorotan tajam.
Insiden yang terekam kamera dan viral di media sosial tersebut terjadi di area luar masjid, kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Senin (19/10).
Dalam video yang beredar, peristiwa bermula saat Rudy Mas’ud melintas bersama dua ajudannya.
Saat seorang kader GMNI mencoba melontarkan pertanyaan kepada Rudy, salah satu ajudan diduga tiba-tiba menepis ponsel yang dipegang mahasiswa tersebut.
Tindakan tersebut seketika memicu kemarahan mahasiswa lainnya. Situasi memanas ketika ajudan yang sama terlihat menghampiri kader GMNI lainnya, yang kemudian berujung pada terjadinya kontak fisik di antara keduanya.
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) angkat bicara dan menegaskan tidak akan membiarkan tindakan tersebut.
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Tedy Sopandi, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan satuan terkait.
"Saya konfirmasi ke Kasat Brimobnya kemudian nanti juga koordinasi dengan Kabid Propam nanti kita tindak lanjuti karena ini tidak sesuai dengan arahan Pak Kapolri, polisi bersama masyarakat, kita tidak boleh arogan," tegas Tedy dikutip dari video unggahan akun Youtube Kompas TV, Rabu (21/10).
Hingga saat ini, Polda Kaltim berkomitmen untuk mengusut tuntas insiden tersebut sebagai bentuk tanggung jawab menjaga profesionalisme Polri di tengah masyarakat. (dpi)
Load more