Bahlil Lapor Prabowo, Pemerintah Siap Resmikan Listrik di 1.413 Titik Desa dan Operasional Pabrik Baterai
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, pada Kamis (29/10).
Pertemuan tersebut secara khusus membahas dua agenda utama pemerintah: percepatan pemerataan listrik di pedesaan serta progres pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.
Dalam keterangannya kepada media, Bahlil mengungkapkan bahwa saat ini masih ada sekitar 11 ribu desa dan dusun di seluruh penjuru Tanah Air yang belum mendapatkan akses listrik.
Sebagai langkah awal untuk menuntaskan masalah tersebut, pemerintah segera meresmikan penyediaan akses listrik di 1.413 titik.
“Jadi ada sekitar 1.413 titik yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini,” ujar Bahlil.
Selain membahas energi bagi masyarakat, Bahlil juga melaporkan kemajuan investasi strategis di sektor hilirisasi, yakni pabrik baterai kendaraan listrik hasil kolaborasi antara CATL dan PT Antam.
Bahlil memastikan bahwa fasilitas tersebut sudah masuk tahap operasional.
“Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi,” tambahnya.
Bahlil menjelaskan bahwa pabrik ini akan menjadi pelengkap ekosistem industri baterai EV di Indonesia yang semakin lengkap.
Saat ini, Indonesia telah memiliki beberapa fasilitas utama, mulai dari pabrik milik Hyundai, fasilitas di Halmahera hasil investasi dari RRT, hingga kerja sama terbaru antara CATL dan Antam.
Integrasi ini mencakup seluruh rantai pasok, mulai dari sektor pertambangan, pengolahan mineral, hingga perakitan sel baterai.
Bahlil menekankan bahwa langkah ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi agar nilai tambah tidak lagi dinikmati oleh pihak luar melalui ekspor bahan mentah.
“Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ini. Nah ini bagian daripada ikhtiar untuk melakukan hilirisasi,” pungkas Bahlil. (ant/dpi)
Load more