#JanganPercayaACT Trending di Twitter, Muasalnya adalah Pemberitaan Majalah Tentang Dugaan Penyelewenangan Dana Umat
- tim tvOne
Udah diklarifikasi kalo presiden act dikambinghitmakan https://t.co/DA22LK3pFC
— ??? (@milkymatcha3) July 3, 2022
Yg berhak memutuskan cuma pengadilan, kita juga jangan berat sebelah.
Gaji Fantastis
Warganet juga meminta Polri menyelidiki lembaga ACT (aksi cepat tanggap) yang diduga selewengkan dana umat terlebih gaji CEO ACT sebesar Rp250 Juta Per Bulan dianggap tak masuk akal.
Pegiat media sosial Eko Kuntadhi juga menyindir gaji CEO Aksi Cepat Tanggap atau ACT sebesar Rp250 Juta per bulan.
Menurutnya gaji CEO ACT, yang merupakan lembaga filantropi itu itu jauh lebih besar dari gaji komisari dan dirut BUMN.
Gaji CEO Rp250 juta sebeluan. Level tengah bisa Rp80 juta sebulan. Fasilitas kendaraan Alphard atau Fortuner. Semua hasil mengepul sumbangan.
— Eko Kuntadhi (@_ekokuntadhi) July 3, 2022
Komisaris sama dirut BUMN mah, lewat... pic.twitter.com/nVfgOJz8PY
Banyak dari warganet memberikan kritikan dan sindiran dengan beragam kalimat yang tajam.
Daftar gaji petinggi yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) per bulan :
— Jhon Sitorus (@Miduk17) July 3, 2022
1. Pendiri ACT (Ahyudin) Rp 250.000.000
2. Senior Vice President Rp 200.000.000
3. Vice President Rp 80.000.000
4. Direktur Eksekutif Rp 50.000.000
Kendaraan dinas : Toyota Alphard, CR-V & Pajero Sport pic.twitter.com/XqC4X316Sd
Adapula warganet yang kebingungan dengan data yang dipaparkan mengenai dugaan kecurangan di ACT.
Saya jadi bingung mau percaya ACT apa percaya Tempo...
— Jibril. A. Al-Atsary (@abu_mahdzuroh) July 3, 2022
Tapi organisasi filantropi begini emang rawan sih. Dengan dalih "jatah 'Amil", mereka seakan bisa mengambil dana sumbangan seenaknya, baru sisanya diberikan kepada penerima bantuan yang sebenarnya... https://t.co/JLxDMcqHqn
Lain halnya cuitan Denny Siregar melalui akun twitternya.
Emang masih ada yang percaya ACT ??
— Denny siregar (@Dennysiregar7) July 3, 2022
Sejak mereka dulu mendukung pemberontak Suriah dan menyalurkan dana dari Indonesia buat pemberontak, gua udah teriak, "Ada yang gak beres dgn lembaga berkedok donasi itu.."
Warganet juga ada yang curhat mengenai lembaga ACT dalam pengumpulan dana.
Beberapa kritik dari masyarakat terhadap ACT yang pernah saya temui, seperti:
— Ijud (@izzuddinalhfzh) July 3, 2022
1. Telemarketing-nya terlalu spamming dan annoying.
2. Kontennya terkesan "jualan kesedihan".
3. Beberapa lokasi yang dirasa kurang "layak", dipaksa dijadikan titik penggalangan dana.
4. Dll.
Load more