News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta Kematian Brigadir J Bikin Publik Geram, Polri Perlu Bertindak Cepat

Koordinator TAMPAK Roberth Keytimu menilai pengungkapan kasus kematian Brigadir J atau Yosua Hutabarat sulit diselesaikan jika tak ada desakan besar dari publik
Rabu, 17 Agustus 2022 - 14:45 WIB
Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo
Sumber :
  • kolase TvOnenews.com

Jakarta - Koordinator Tim Advokat Penegak Hukum dan Keadilan (TAMPAK), Roberth Keytimu menilai pengungkapan kasus kematian Brigadir J alias Yosua Hutabarat sulit diselesaikan jika tidak ada desakan besar dari publik. 

Menurutnya, fakta kematian Brigadir J membuat publik geram lantaran diduga bisa lolos sebagai dugaan pelecehan seksual, sebagaimana yang dilaporkan pihak Irjen Ferdy Sambo

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun, kini fakta tersebut mulai terungkap dengan menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka utama kasus dugaan pembunuhan berencana, bersama Bharada E, Bripka RR, dan KM. 

Roberth mengatakan penanganan kasus Brigadir J awalnya tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan publik. 

"Itu menunjukkan buruknya penangan kasus ini sehingga keluarga korban sulit mendapatkan keadilan. Realitasnya, desakan publik sangat punya pengaruh besar terkait kasus itu," ungkap dia di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/8/2022). 

Dia menjelaskan publik menjadi faktor penting adanya peningkatan dari kasus kematian Brigadir J. 

Menurutnya, jika tidak ada desakan publik, kasus tersebut bisa dengan mudah dibelokkan faktanya. 

"Seandainya tidak ada desakan dan tekanan publik, dikhawatirkan penanganan kasus itu akan terus mengalami kemandekan," imbuhnya.

Kasus Pelecehan Dihentikan, Komnas HAM Dalami Kasusnya

Meskipun penyidikan kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oleh Brigadir J ke Putri Candrawathi telah dihentikan, Komnas HAM mengaku akan tetap mendalami kasus tersebut.

Komnas HAM menyebut masih banyaknya hal yang harus didalami terkait kasus kematian Brigadir J dari sudut pandang istri Ferdy Sambo itu. Apalagi sampai saat ini Putri Candrawathi masih belum bisa ditemui lantaran kondisi psikologinya yang diketahui masih naik turun.

"Tak hanya itu, tapi apa yang dia ketahui terhadap peristiwa penembakan Yoshua," ujar Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik kepada awak media Sabtu (13/8/2022).

Meskipun harus tetap didalami, Komnas HAM mengakui bahwa kasus dugaan pelecehan tersebut memang seharusnya tidak perlu diungkap ke publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Polemik soal ada tidaknya pelecehan tersebut sebaiknya tidak perlu diungkap ke publik. Tunggu saja di pengadilan," lanjutnya.

Sampai saat ini Komnas HAM masih menunggu waktu yang pas agar segera melakukan pemeriksaan kepada Putri Candrawathi. Pihaknya kini masih terus berkomunikasi kepada kuasa hukum dan psikolog istri Ferdy Sambo itu.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Resmi! Ai Ogura Absen di MotoGP San Marino 2026

Resmi! Ai Ogura Absen di MotoGP San Marino 2026

Pembalap Trackhouse Racing, Ai Ogura resmi absen dari seri balapan MotoGP San Marino 2026 pada akhir pekan nanti karena masih dalam proses pemulihan cedera.
Saham CUAN Melejit 7,98%, Transaksi Tembus Rp731 Miliar di Tengah Rencana Akuisisi SINI

Saham CUAN Melejit 7,98%, Transaksi Tembus Rp731 Miliar di Tengah Rencana Akuisisi SINI

Saham CUAN melonjak 7,98% ke Rp1.015 dengan transaksi Rp731,29 miliar, di tengah rencana pengambilalihan Singaraja Putra atau SINI.
Prabowo Kerahkan 11 Kapal Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau

Prabowo Kerahkan 11 Kapal Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Anak Krakatau

Presiden Prabowo memerintahkan TNI AL mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat meliput letusan Gunung Anak Krakatau.
3 Syarat Mutlak Pembeli Tiket Pertandingan Persija Jakarta Vs Persib Bandung di Stadion GBK, Jakmania Wajib Catat

3 Syarat Mutlak Pembeli Tiket Pertandingan Persija Jakarta Vs Persib Bandung di Stadion GBK, Jakmania Wajib Catat

Setelah tujuh tahun penantian, pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung akan kembali digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026).
Datangkan Nicolo Bulega untuk MotoGP 22027, VR46 yakin Rider Ducati di WSBK itu Bisa Cepat Beradaptasi

Datangkan Nicolo Bulega untuk MotoGP 22027, VR46 yakin Rider Ducati di WSBK itu Bisa Cepat Beradaptasi

Pertamina Enduro VR46, resmi mengumumkan rider Ducati di WorldSBK yakni Nicolo Bulega, akan menjadi salah satu pembalap mereka di MotoGP musim depan.
Sosok Gilberto 'Gibo' Teodoro Jr : Bos Tambang, Mantan Menteri Terkaya yang Punya Paspor Eropa

Sosok Gilberto 'Gibo' Teodoro Jr : Bos Tambang, Mantan Menteri Terkaya yang Punya Paspor Eropa

Setelah usai menjabat Menteri Pertahanan di masa Presiden Arroyo Macapagal, Gibo Teodoro kejatuhan durian runtuh

Trending

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

REMISI org, organisasi wadah penyandang disabilitas psikosial merespon ucapan terima kasih Fajar Sahrudin (31), warga Lampung yang tewas akhiri hidup di GBK.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal mula Fajar Sahrudin ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai terungkap. Ini penjelasan pihak kepolisian.
Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Karier 5 zodiak ini diprediksi makin moncer besok, 11 September 2026. Ada yang dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga ide yang bikin namanya diperhitungkan!
Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 11 September 2026: Gemini Panen Dana Segar

Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 11 September 2026: Gemini Panen Dana Segar

Jumat, 11 September 2026, diprediksi menjadi hari yang cukup menarik bagi sejumlah zodiak dalam urusan finansial. Siapa saja yang bakal berlimpah cuan besok?
Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Viral Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Selengkapnya

Viral