GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Puan Kunjungi Makam Imam Al-Bhukari di Uzbekistan yang Terkait Erat dengan Bung Karno

Kunjungan Puan ke makam Imam Al-Bhukari dilakukan disela-sela menghadiri Inter-Parliamentary Union (IPU) 14th Summit of Women Speakers of Parliament di Tashkent.
Minggu, 11 September 2022 - 17:34 WIB
Kunjungan Puan ke makam Imam Al-Bhukari dilakukan disela-sela menghadiri Inter-Parliamentary Union (IPU) 14th Summit of Women Speakers of Parliament (14SWSP) yang diselenggarakan di ibu kota Uzbekistan, Tashkent.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta - Dalam kunjungan kerjanya ke Uzbekistan, Ketua DPR RI Puan Maharani menyempatkan berziarah ke makam tokoh besar Islam, Imam Al-Bhukari di Kota Samarkand. Kakek Puan, Presiden pertama Indonesia Soekarno punya pengaruh besar terhadap penemuan dan pemugaran makam Imam Al-Bhukari.

Kunjungan Puan ke makam Imam Al-Bhukari dilakukan disela-sela menghadiri Inter-Parliamentary Union (IPU) 14th Summit of Women Speakers of Parliament (14SWSP) yang diselenggarakan di ibu kota Uzbekistan, Tashkent.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari Tashkent, Puan menggunakan kereta cepat Afrosiyob menuju Samarkand selama 2 jam 10 menit, Jumat (9/9/2022). Ia didampingi Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan, Sunaryo Kartadinata.

Tiba di stasiun kereta api, Puan disambut oleh Gubernur Samarkand, Turdimov Erkinjon Okbotaevich beserta jajarannya. Puan dan Turdimov Erkinjon kemudian melakukan pertemuan singkat di VIP Lounge Stasiun Samarkand.

“Samarkand mengingatkan saya kepada kisah kakek saya, Presiden RI pertama, Ir Soekarno atau Bung Karno, yang mengagumi Imam Al-Bukhori, sebagai salah satu perawi hadits Nabi Muhammad SAW yang sangat terkemuka,” ungkap Puan dalam pertemuan.

Bung Karno pernah mendapat undangan dari pemimpin Uni Soviet, Nikita Khrushcev, untuk datang pada tahun 1956. Sebagai pelopor gerakan non blok, Bung Karno lalu mengusung diplomasi damai saat datang ke Uzbekistan yang saat itu masih gabungan Uni Soviet sebagai salah satu cara efektif dalam mempererat hubungan antarnegara mengingat polarisasi blok negara-negara besar pada masa itu.
 
“Bung Karno berkenan memenuhi undangan ke Uni Soviet jika Krushchev dapat menunjukkan kepada beliau makam Imam Al-Bukhari. Dan alhamdulillah hal tersebut dapat terwujud, hingga akhirnya makam tersebut dapat dipugar,” kisah Puan.

“Saya memandang hal ini merupakan salah satu sumbangsih Bung Karno terhadap umat muslim dunia,” sambung perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.

Dalam kesempatan itu, Puan mengungkapkan rasa senangnya bisa datang ke Samarkand. Ia juga memuji kepemimpinan Gubernur Turdimov Erkinjon.

“Saya merasa senang sekali dapat bertemu dengan bapak Gubernur di Kota Samarkand, kota para imam, yang sangat indah ini. Kota Samarkand ini memiliki akar sejarah yang kuat bagi peradaban Islam, karena kota inilah yang menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam ke wilayah Asia Tengah,” ucap Puan.

Mantan Menko PMK itu kemudian menyinggung kerja sama Indonesia dengan Uzbekistan, khususnya dalam bidang pariwisata. Saat ini, kedua negara memiliki kerja sama pengelolaan hotel di area mausoleum Imam al-Bukhari di Samarkand.

Puan menyebut, Samarkand merupakan kota yang sangat kaya akan kisah sejarah mengenai peradaban dunia, agama, maupun budaya.
 
“Sebagai negara yang sama-sama memiliki penduduk mayoritas Muslim, Indonesia dan Uzbekistan memiliki potensi pariwisata religi yang dapat dikembangkan, salah satunya yaitu wisata ziarah di makam para Imam di Samarkand,” terangnya.
 
“Saya mengapresiasi hal ini sebagai upaya positif untuk merespon kebutuhan masyarakat kedua negara dalam bidang pariwisata religi,” sambung Puan.

Sementara itu Gubernur Samarkand menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Puan, terutama sebagai keluarga dari Bung Karno. Ia berbicara soal peran Bung Karno dalam sejarah Samarkand.
 
“Dan Bung Karno merupakan pemimpin pertama yang melakukan ziarah ke makam Imam Al-Bukhari dalam sejarah modern Samarkand. Karena jasa Bung Karno, sekarang orang asing dapat berkunjung ke makam,” kata Erkinjon.

Untuk diketahui, Bung Karno saat itu memberi syarat kepada Uni Soviet untuk menemukan dan memugar makam Imam Al-Bukhari saat diminta mengunjungi ke Tashkent dan Samarkand. Permintaan itu disampaikan ketika Bung Karno tengah mengunjungi Moskow, Rusia, yang saat itu masih sama-sama menjadi bagian dari Uni Soviet.

Akhirnya Uni Soviet berhasil menemukan makam Imam Al-Bukhari dan memugarnya. Soekarno lalu datang dan berziarah ke makam Imam Al-Bukhari pada tanggal 6 September 1956, tanggal yang sama dengan tanggal kelahiran Puan. 

“Atas jasa Bung Karno, makam Imam Al-Bukhari dapat ditemukan dan dirawat setelahnya sampai saat ini,” ungkap Gubernur Samarkand.

Gubernur Erkinjon kemudian mengajak Puan untuk berziarah ke makam Imam Al-Bukhari. Kedatangan Puan pada tanggal 9 September 2022, hampir mirip dengan tanggal kedatangan Bung Karno berziarah ke makam Imam Al-Bukhari 66 tahun lalu.

Kehadiran Puan disambut oleh Imam dan Juru Kunci Makam Imam Al-Bukhari bernama Mufti Zainiddin yang pernah berkunjung ke Indonesia. Kepada Puan, Mufti Zainiddin berterima kasih atas jasa Bung Karno yang mendesak penemuan dan perawatan makam Imam Bukhari.

“Setiap kali orang Uzbekistan berziarah ke makam Imam Bukhari, mereka juga senantiasa mendoakan Bung Karno dan tidak akan pernah melupakan jasa baik beliau,” kata Mufti Zainiddin.

Kompleks makam Imam Al-Bukhari sebenarnya sedang tidak dibuka untuk umum karena tengah dilakukan renovasi sebagai persiapan perayaan ulang tahun ke-1250 Hijriah Imam Bukhari yang akan jatuh pada bulan Mei tahun 2023. Namun Puan mendapatkan akses khusus untuk masuk ke area makam.

Pada saat ini konstruksi bangunan sudah hampir rampung dan akan dilanjutkan dengan pekerjaan dekoratif. Nantinya akan ada 27 hotel di sekitar kompleks agar peziarah dapat menginap, salah satunya adalah investor dari Indonesia. Gubernur Samarkand mengundang Puan secara langsung untuk hadir dalam perayaan tersebut.
 
Tak hanya itu, Gubernur Erkinjon juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga dan segenap rakyat Indonesia atas jasa Presiden Soekarno. Ia pun menunjukkan beberapa foto bersejarah kunjungan Presiden Soekarno dari koleksi arsip pribadi Staf Khusus (advisor) Menteri Pariwisata yang akan direproduksi untuk disampaikan kepada Puan.

Puan Kunjungi Silk Road International University

Selain ke makam Imam Al-Bukhari, Puan juga mendatangi Silk Road International University dalam kunjungannya ke Samarkand. Kehadirannya diterima oleh Deputy Prime Minister dan Menteri Pariwisata Uzbekistan, yang juga rektor Silk Road International University, Aziz Abduhakimov.

“Saya mengapresiasi Silk Road International University of Tourism and Cultural Heritage, sebagai institusi pendidikan yang mampu menjadi wadah bagi berbagai ide inovatif, dan potensi investasi terkait sejarah Uzbekistan,” kata Puan.

Silk Road International University merupakan universitas internasional terkemuka di bidang pariwisata di kota Samarkand. Universitas ini juga mengemban misi untuk mempromosikan budaya Uzbekistan dan kebudayaan-kebudayaan lain di sepanjang jalur sutra.

Tak hanya itu, Silk Road International University mengusung konsep smart university dengan pemanfaatan teknologi mutakhir dan telah menjalin kerjasama dengan banyak jaringan hotel ternama dunia. 

“Saya berharap dapat terjalin hubungan yang lebih erat antara Silk Road International University of Tourism and Cultural Heritage dan institusi relevan di Indonesia,” harap Puan.

Untuk diketahui, Indonesia dan Uzbekistan memiliki MoU mengenai kerja sama di bidang Pariwisata yang ditandatangani di Tashkent pada 8 April 1995 yang menjadi dasar kerjasama bidang pariwisata. Puan pun menyayangkan, terjadi penurunan jumlah turis Indonesia yang melakukan kunjungan zuarah ke Uzbekistan (Samarkand, Bukhara, dan Tashkent) akibat pandemi Covid-19. 
 
“Sebaliknya, saya juga menaruh perhatian pada menurunnya jumlah turis Uzbekistan yang datang ke Indonesia yang terjadi di masa pandemi. Untuk itu, saya memandang perlu bagi kedua negara untuk mendorong misi promosi pariwisata antar kedua negara guna meningkatkan jumlah kunjungan turis,” imbau cucu Proklamator RI Bung Karno itu.
 
“Dan tentunya sebagai bagian dari upaya pemulihan pascapandemi, khususnya untuk mengaktifkan kembali simpul-simpul ekonomi masyarakat kedua negara yang bergantung pada sektor pariwisata,” tambah Puan.

Pada kunjungan ini, Puan berkesempatan berkeliling gedung kampus yang diresmikan pada tahun 2018. Pihak universiitas menyampaikan akan memberikan beasiswa untuk 5 mahasiswa/i Indonesia untuk belajar di Silk Road International University.
 
Saat melihat pameran pakaian tradisional berbagai negara Asia di area kampus Silk Road International University, Puan mengusulkan agar diadakan pula penampilan pakaian adat Indonesia. Ia menyatakan akan mengupayakan hal tersebut bekerjasama dengan KBRI Taskent.

Demikian pula pada saat berkunjung ke perpustakaan dan melihat koleksi buku dari berbagai negara dalam beragam bahasa dan masakan internasional, Puan menjanjikan akan mengirimkan buku Resep-Resep Favorit Bung Karno untuk dapat menjadi koleksi perpustakaan Silk Road International University.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Puan kemudian diminta untuk meninggalkan pesan melalui catatan tangan untuk Silk Road International University. Hal ini lantaran Bung Karno meninggalkan pesan catatan tulisan tangan saat berkunjung ke Tashkent pada tahun 1956.

Berikut catatan tangan yang dituliskan Puan:
 
“Sebagai Ketua DPR RI dan sebagai cucu dari Ir. Soekarno, saya berharap hubungan antara Uzbekistan dan Indonesia akan semakin kuat dan erat dan membawa kemajuan bagi kedua negara. JAS MERAH (Jangan sekali-kali melupakan SEJARAH).(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BRI Kembali Gelar Program Desa BRILiaN 2026, Perkuat Implementasi Asta Cita Melalui Pemberdayaan Ekonomi Desa

BRI Kembali Gelar Program Desa BRILiaN 2026, Perkuat Implementasi Asta Cita Melalui Pemberdayaan Ekonomi Desa

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali membuka pendaftaran Program Desa BRILiaN 2026 sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung Asta Cita Pemerintah
Buntut Bus Berasap di Pancoran, Transjakarta Langsung 'Kandangkan' 59 Bus Zhongtong

Buntut Bus Berasap di Pancoran, Transjakarta Langsung 'Kandangkan' 59 Bus Zhongtong

PT Transjakarta angkat bicara terkait insiden munculnya kepulan asap pada salah satu bus Transjakarta ketika sedang menarik penumpang.
Tanpa Megawati, Red Sparks Alami Musim Terburuk dan Dijuluki “Mesin Pencetak Poin”

Tanpa Megawati, Red Sparks Alami Musim Terburuk dan Dijuluki “Mesin Pencetak Poin”

Red Sparks tengah mengalami keterpurukan di V-League 2025/2026. Mantan finalis musim lalu itu kini terjerembap dalam 10 kekalahan beruntun, mendapat julukan.
Megawati Hangestri Jadi Inspirasi Pemain Asing di Proliga 2026, Kehebatan Megatron Makin Diakui

Megawati Hangestri Jadi Inspirasi Pemain Asing di Proliga 2026, Kehebatan Megatron Makin Diakui

Siapa sangka Megawati Hangestri menjadi sosok inspirasi bagi salah satu pemain asing yang juga bermain di Proliga 2026.
Bek Asing Persib Optimistis Maung Bandung Balikkan Keadaan dari Ratchaburi FC di Leg Kedua ACL Two

Bek Asing Persib Optimistis Maung Bandung Balikkan Keadaan dari Ratchaburi FC di Leg Kedua ACL Two

Persib harus unggul dengan selisih empat gol jika ingin lolos ke babak perempatfinal. Laga leg kedua sendiri akan dimainkan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Rabu (18/2/2026).
Kapolri Janji akan Kawal Terus Hak dan Kesejahteraan Buruh, Termasuk Korban PHK

Kapolri Janji akan Kawal Terus Hak dan Kesejahteraan Buruh, Termasuk Korban PHK

Kepasa seluruh buruh, Kapolri menegaskan Polri berkomitmen mengawal dan mendukung perjuangan buruh, khususnya terkait pemenuhan hak-hak pekerja.

Trending

Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Sentul, Megawati Hangestri Libur Hingga Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Sentul, Megawati Hangestri Libur Hingga Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 pekan ini yang akan diramaikan dengan sejumlah pertandingan di seri Sentul termasuk penentuan nasib Bandung bjb Tandamata dan Megawati Hangestri tak akan main.
Punya Nama Jawa tapi Belum Juga Bela Timnas Indonesia, Bek Feyenoord Ini Tak Masuk Radar PSSI?

Punya Nama Jawa tapi Belum Juga Bela Timnas Indonesia, Bek Feyenoord Ini Tak Masuk Radar PSSI?

Timnas Indonesia terus gencar memburu pemain keturunan demi meningkatkan daya saing level internasional. Namanya Jawa banget, Neraysho Kasanwirjo masuk radar?
Sudah Lama Dipendam Sule, Mantan Asisten Pribadi Kini Bongkar Kisah Perselingkuhan Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana

Sudah Lama Dipendam Sule, Mantan Asisten Pribadi Kini Bongkar Kisah Perselingkuhan Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana

Isu lama mengenai skandal perselingkuhan yang menyeret mendiang mantan istri Sule, Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana dibongkar oleh mantan asisten pribadi Lina
Striker Berdarah Depok Caper ke John Herdman? Langsung Cetak 6 Gol dan 2 Assist di Liga Belanda Demi Panggilan Timnas Indonesia

Striker Berdarah Depok Caper ke John Herdman? Langsung Cetak 6 Gol dan 2 Assist di Liga Belanda Demi Panggilan Timnas Indonesia

Berharap dilirik John Herdman untuk dinaturalisasi Timnas Indonesia, striker keturunan Depok ini menggila di Belanda. Cetal 6 gol dan 2 assist hanya dari 2 laga
Top Skor Proliga 2026 Putri: Megawati Hangestri Gagal Tembus Papan Atas, Megatron Terancam Terdepak dari 10 Besar

Top Skor Proliga 2026 Putri: Megawati Hangestri Gagal Tembus Papan Atas, Megatron Terancam Terdepak dari 10 Besar

Top skor Proliga 2026 putri, di mana Megawati Hangestri (Jakarta Pertamina Enduro) terancam terdepak dari 10 besar seiring dominasi pemain asing yang tak terbendung.
Emil Audero Menggila! 6 Penyelamatan Heroik Selamatkan Cremonese dari Kekalahan Lawan Genoa

Emil Audero Menggila! 6 Penyelamatan Heroik Selamatkan Cremonese dari Kekalahan Lawan Genoa

Kiper Timnas Indonesia Emil Audero tampil solid ketika membela Cremonese saat ditahan imbang Genoa tanpa gol pada pekan ke-25 Liga Italia
Media Vietnam Heran Bukan Main, Timnas Indonesia kok Banyak Pemain Naturalisasi tapi Selalu Kalah di Final AFF

Media Vietnam Heran Bukan Main, Timnas Indonesia kok Banyak Pemain Naturalisasi tapi Selalu Kalah di Final AFF

Media Vietnam terheran-heran sekaligus sindir Timnas Indonesia yang kini punya banyak pemain naturalisasi tapi selalu kalah dalam laga final AFF alias tak juara
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT