News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kapten Pierre Tendean, Kisah dari Garis Depan Berbahaya Operasi Dwikora Hingga Gugur Dibunuh PKI di Sumur Tua Lubang Buaya

Pierre Tendean ditugaskan memimpin suatu kelompok sukarelawan mengadakan penyusupan ke daerah Malaysia, dengan Surat Perintah Direktur Zeni no.SP.507I11I 1963.
Senin, 26 September 2022 - 12:55 WIB
Kapten Pierre Tendean
Sumber :
  • IG @pierresangpatriot

Ketika Presiden Soekarno mencetuskan operasi Dwikora dalam peristiwa konfrontasi Indonesia dan Malaysia pada Januari 1963, Letda Pierre Tendean bertugas sebagai Komandan Peleton pada Batalyon Zeni Tempur 2 Kodam II Bukit Barisan, di Medan. 

Masykuri dalam bukunya "Pierre Tendean" terbitan 1983/1984  menulis, pada tahun 1963, Pierre mendapat panggilan masuk Sekolah Intelijen di Bogor. Pendidikan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan Letda Pierre guna menerima tugas yang lebih berat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah berhasil menamatkan pendidikan intelijen ini, Letda Pierre ditugaskan untuk memimpin suatu kelompok sukarelawan mengadakan penyusupan ke daerah Malaysia, dengan Surat Perintah Direktur Zeni no.SP.507I11I 1963. 

Foto: Apel besar sukarelawan “Ganyang Malaysia” di depan Istana Merdeka, Jakarta 3 Mei 1964 (Dok.Arsip Nasional)

Dalam melakukan tugas ini, Letda Pierre diperbantukan kepada Dinas Pusat Intelijen Angkatan Darat (DIPIAD) yang bertugas di garis depan. Mereka bermarkas di Selat Panjang, Riau.

Selama satu tahun itu, Pierre Tendean dan pasukan yang ia pimpin tiga kali berhasil memasuki daerah musuh. Perawakannya yang tinggi besar menyerupai bule membantu Pierre dalam menjalankan tugas intelijen. 
 
Dikisahkan dalam suatu penyusupan, speedboot yang dinaiki Pierre dan anak buahnya dikejar oleh sebuah kapal destroyer Inggris. Melihat keadaan ini, ia cepat-cepat membelokkan speedbootnya dan memerintahkan anak buahnya untuk berenang menuju ke perahu nelayan. 

Foto: Pidato Presiden Soekarno dalam apel besar sukarelawan “Ganyang Malaysia” di depan Istana Merdeka, Jakarta 3 Mei 1964. (Dok.Arsip Nasional)

Agar tidak diketahui oleh nelayan-nelayan yang berada dalam perahu, Pierre dan kawan-kawannya bergantungan di bagian belakang perahu dengan seluruh badan membenam dalam air. Musuh pun berlalu setelah mereka melihat bahwa yang ada di dalam perahu hanya nelayan-nelayan yang tidak mencurigakan.

"Seluruh keluarganya, terutama ibu Pierre menjadi sangat prihatin ketika Letda Piere mendapat tugas khusus menyusup ke daerah Malaysia, diperbantukan kepada Dinas Pusat Intelijen Angkatan Darat yang bertugas di garis depan." ungkap Masykuri dalam bukunya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Foto: Kapten Pierre Tendean (Wikpedia - IG @pierresangpatriot)

Ibu Pierre Tendean, Maria Elizabeth, berusaha agar Pierre segera ditarik kembali ke garis belakang. Ia merasa garis belakang pertempuran adalah tempat yang aman untuk putra satu-satunya itu. Walaupun Pierre sendiri lebih menyukai tugas berbahaya yang Ia jalani di garis depan pertempuran.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Cari Solusi Atasi Beban TPA, Wali Kota Tangerang Lirik Teknologi Mesin Pengubah Sampah Jadi Kompos dalam Delapan Jam

Cari Solusi Atasi Beban TPA, Wali Kota Tangerang Lirik Teknologi Mesin Pengubah Sampah Jadi Kompos dalam Delapan Jam

Wali Kota Tangerang, Sachrudin Lirik Teknologi Mesin Pengubah Sampah Jadi Kompos dalam Delapan Jam guna atasi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
UMKM Juga Punya Peluang Pasok Kebutuhan Pemerintah, LKPP Perkenalkan Peluangnya

UMKM Juga Punya Peluang Pasok Kebutuhan Pemerintah, LKPP Perkenalkan Peluangnya

LKPP mempertemukan 16 kementerian/lembaga dengan pelaku usaha melalui Business Matching 2026. Simak peluang UMKM memasok kebutuhan pemerintah dengan potensi
Karhutla Kerap Berulang, Presiden Prabowo Diminta Kaji Status Bencana Nasional

Karhutla Kerap Berulang, Presiden Prabowo Diminta Kaji Status Bencana Nasional

Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PP HIMA Persis) meminta Presiden Prabowo Subianto agar mengkaji secara mendalam opsi penetapan status bencana nasional untuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 
Nicolo Zaniolo Bantah Ingin Gabung AC Milan, Tegaskan Sejak Awal Hanya Mau Bertahan di Udinese

Nicolo Zaniolo Bantah Ingin Gabung AC Milan, Tegaskan Sejak Awal Hanya Mau Bertahan di Udinese

Nicolo Zaniolo buka suara soal rumor kepindahannya ke AC Milan pada musim panas lalu. Ia menegaskan sejak awal ingin bertahan di Udinese.
Ledakan Dahsyat Guncang Ciputat: Dua Tewas dan 11 Orang Terluka, Polisi Pastikan Bukan Aksi Bom

Ledakan Dahsyat Guncang Ciputat: Dua Tewas dan 11 Orang Terluka, Polisi Pastikan Bukan Aksi Bom

Ledakan dahsyat terjadi di ruko kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu (14/10).
8.878 Unit Chery Omoda 5 Kena Recall, Begini Respons Chery Indonesia

8.878 Unit Chery Omoda 5 Kena Recall, Begini Respons Chery Indonesia

Chery Indonesia juga membuka kesempatan bagi pemilik Omoda 5 yang ingin memastikan kondisi kendaraannya.

Trending

iPhone 18 Pro dan Pro Max Dibanderol Rp21 Jutaan, Berapa Kali Gaji UMR Jakarta 2026 untuk Membelinya?

iPhone 18 Pro dan Pro Max Dibanderol Rp21 Jutaan, Berapa Kali Gaji UMR Jakarta 2026 untuk Membelinya?

Harga iPhone 18 Pro dan Pro Max diperkirakan mulai Rp21,5 juta. Simak perbandingan dengan UMP Jakarta 2026, spesifikasi kamera, baterai, dan chip A20 Pro
iPhone 18 Pro Max vs iPhone 17 Pro Max: Selisih Harga Jauh, Upgrade-nya Benar-Benar Worth It?

iPhone 18 Pro Max vs iPhone 17 Pro Max: Selisih Harga Jauh, Upgrade-nya Benar-Benar Worth It?

iPhone 18 Pro Max membawa chip A20 Pro, kamera variable aperture, dan baterai lebih awet. Simak perbandingannya dengan iPhone 17 Pro Max sebelum membeli.
Usai Sarang Narkoba Dihancurkan, Tiga Orang Jadi Korban Penembakan OTK di Kampung Ambon, Lapak Ikut Dibakar Misterius

Usai Sarang Narkoba Dihancurkan, Tiga Orang Jadi Korban Penembakan OTK di Kampung Ambon, Lapak Ikut Dibakar Misterius

Aksi kekerasan mencekam mengguncang kawasan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (14/10) sore. 
Kata-kata Pelatih Viettel FC usai Takluk dari Persib Bandung, Bongkar Biang Kerok Kekalahan

Kata-kata Pelatih Viettel FC usai Takluk dari Persib Bandung, Bongkar Biang Kerok Kekalahan

Pelatih The Cong-Viettel FC, Velizar Popov, mengungkapkan penyebab timnya takluk 0-1 dari Persib Bandung pada laga kedua Grup E ACL 2 2026/2027. Ia menyoroti.
8.878 Unit Chery Omoda 5 Kena Recall, Begini Respons Chery Indonesia

8.878 Unit Chery Omoda 5 Kena Recall, Begini Respons Chery Indonesia

Chery Indonesia juga membuka kesempatan bagi pemilik Omoda 5 yang ingin memastikan kondisi kendaraannya.
Ekspor Nikel Melonjak dari USD3,3 Miliar Jadi USD40 Miliar, Menko Bahlil Bidik USD45 Miliar pada 2026

Ekspor Nikel Melonjak dari USD3,3 Miliar Jadi USD40 Miliar, Menko Bahlil Bidik USD45 Miliar pada 2026

Pemerintah membidik perolehan ekspor nikel nasional mampu menyentuh angka sedikitnya USD45 miliar pada 2026. 
Layanan Air Minum Terdampak Banjir Kota Padang, Kemen PU Percepat Penanganan Infrastuktur

Layanan Air Minum Terdampak Banjir Kota Padang, Kemen PU Percepat Penanganan Infrastuktur

Banjir yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada pekan lalu turut berdampak terhadap Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Selengkapnya

Viral