News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Akhir Hayat Letkol Untung, Dengan Suara Bergetar Komandan G30S PKI Itu Titipkan Pesan Ini Jelang Dieksekusi Regu Tembak

Letnan Kolonel Untung, pimpinan G30S PKI itu menatap sahabatnya, dr Soebandrio, mantan Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Dwikora I pada masa Presiden Soekarno.
Jumat, 30 September 2022 - 01:09 WIB
Letkol Untung saat menjalani sidang di pengadilan militer
Sumber :
  • Arsip Nasional

Letnan Kolonel Untung, mantan komandan pasukan Cakrabirawa yang juga pimpinan Gerakan 30 September PKI itu menatap sahabatnya, dr Soebandrio, mantan Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Dwikora I pada masa Presiden Soekarno.

Keduanya bertemu untuk terakhir kalinya sebagai sesama tahanan di penjara Cimahi, Jawa Barat, pada penghujung tahun 1966, pasca G30S PKI ditumbangkan oleh Soeharto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mata prajurit yang dikenal sebagai sosok pemberani di medan pertempuran itu terlihat berkaca-kaca, suaranya bergetar saat menyampaikan kata-kata perpisahan kepada Soebandrio.

"Pak Ban, selamat tinggal. Jangan sedih. Empat hari lagi kita ketemu lagi di sana, katanya sambil menunjuk ke atas. Untung mengucapkan kata perpisahan dengan suara bergetar. Matanya kelihatan berkaca-kaca." ungkap Soebandrio menuturkan perkataan Letkol Untung, sebagaimana yang ia tulis dalam memoarnya "Soebandrio: Kesaksianku Tentang G30S".

Foto: Letkol Untuk (kiri) dan dr. Soebandrio (kanan) - (Dok.Arsip Nasional-Wikipedia)

Soebandrio menuturkan, pertemuan terakhirnya dengan Letkol Untung itu berlangsung dalam suasana yang haru. Hari itu mereka telah mendapat kabar, bahwa Letkol Untung segera dieksekusi mati, dan empat hari setelah itu akan menyusul pula giliran Soebandrio.

"Menanggapi perkataan Untung, saya tidak bisa bicara apa-apa. Saya hanya mengangguk-angguk. Para sipir dan tentara yang menjaga kami menyaksikan semua adegan singkat tapi mengharukan ini." tulis Soebandrio. 

Untung dan Soebandrio, keduanya diadili di Mahkamah Militer Luar Biasa dengan tuduhan subversi dan dijatuhi hukuman mati karena dianggap terlibat dalam peristiwa berdarah Gerakan 30 September PKI atau G30S PKI. 

Foto: Letkol Untung saat menjalani sidang di pengadilan militer (Dok.Perpustakaan Nasional)

"Saya dan Untung yang sudah akrab selama berada dalam satu penjara benar-benar terhanyut dalam suasana haru. Saya bukan hanya terharu tetapi juga bingung, sedih, bahkan panik. Sebab Ahmad Durmawel (oditur militer yang mengadili saya) saat itu memberitahukan bahwa saya akan mendapat giliran (dieksekusi) empat hari kemudian. Saya ingat saat itu hari Selasa. Berarti saya akan dieksekusi pada hari Sabtu." tulis Soebandrio.

Sebelum kepastian eksekusi mati itu diterima, menurut Soebandrio, Untung sangat yakin bahwa ia tak akan dihukum mati dihadapan regu tembak. Keyakinan Untung itu didasarkan pada fakta, bahwa Ia punya kedekatan dengan Soeharto.

"Begitu sering mengatakan kepada saya bahwa tidak mungkin Soeharto akan mengkhianati dia. Sebab dia adalah sahabat Soeharto dan ia mengatakan bahwa Soeharto mengetahui rencana G30S, bahkan memberi bantuan pasukan. Karena itu dia sangat yakin bahwa dia tidak akan dikhianati oleh Soeharto." ungkap Soebandrio. 

Foto: Jenderal Soeharto (istimewa)

Tetapi kenyataannya ternyata berakhir lain, Letkol Untung kini harus bersiap untuk proses eksekusi mati dihadapan regu tembak militer. 

"Sebelum Untung dijemput untuk dibawa keluar penjara, saya sempat menemui Untung. Saat itu ia sudah ditanya tentang permintaan terakhir, seperti lazimnya orang yang akan dieksekusi. Mungkin karena Untung sedang panik, ia tidak minta apa-apa." ungkap Soebandrio. 

Menjelang senja, Untung dengan pengawalan ekstra ketat berjalan menuju pintu gerbang untuk meninggalkan Penjara Cimahi. 

"Saya mengamati keberangkatan Untung dari penjara. Ia berjalan tegap. Mungkin ia segera bisa menguasai perasaannya yang begitu gundah. Tetapi mungkin pula ia sudah pasrah kepada takdir Allah bahwa memang sampai di situlah perjalanan hidupnya." ungkap Soebandrio. 

"Saya kemudian mendengar bahwa Untung dieksekusi di sebuah desa di luar kota Bandung. Saya sudah tidak sempat sedih lagi memikirkan nasib Untung, hidup saya sendiri akan berakhir sebentar lagi." lanjut Soebandrio.


Si Kecil Kusman yang Suka Bermain Bola

Letnan Kolonel Untung Syamsuri, lahir di Kedung Bajul, Bojongsari, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada 3 Juli 1926. Ayahnya bernama Abdullah, seorang pekerja di sebuah toko peralatan batik di Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah.

Pada tahun 1927, Untung dengan nama kecil Kusman, pindah dari Kebumen ke Desa Jayengan, Solo. Disana Kusman telah diangkat anak oleh pamannya yang bernama Syamsuri.

Kusman masuk sekolah dasar di Ketelan, bermain bola menjadi hobinya kemudian hari. Karena senang bermain bola Kusman pernah menjadi anggota KVC (Kaparen Voetball Club) di desanya.

Foto: Komandan Pasukan Cakrabirawa, Letkol Untung. (Dok.Perpustakaan Nasional - Wikipedia)

Setelah lulus sekolah dasar, Kusman melanjutkan ke sekolah dagang namun tidak sampai selesai karena Jepang mulai masuk ke Indonesia dan Kusman bergabung ke dalam Heiho.

Semasa perang kemerdekaan Untung bergabung dengan Batalyon Sudigdo yang berada di Wonogiri, Jawa Tengah. Selanjutnya Gubernur Militer Kolonel Gatot Soebroto memerintahkan agar Batalyon Sudigdo dipindahkan ke Cepogo, di lereng gunung Merbabu. 

Kusman kemudian pergi ke Madiun dan bergabung dengan teman-temannya. Setelah peristiwa Madiun, Kusman berganti nama menjadi Untung Sutopo dan masuk TNI melalui Akademi Militer di Semarang.

Untung disebut sebagai salah satu lulusan terbaik Akademi Militer. Pada masa pendidikan ia bersaing dengan Benny Moerdani, seorang perwira muda yang sangat menonjol dalam lingkup RPKAD. 

Foto: Markas besar Cakrabirawa, pasukan pengawal Presiden Soekarno. (Dok Victor M. Fic - Kudeta 1 Oktober 1965: Sebuah Studi tentang Konspirasi)

Sebelum ditarik ke Resimen Cakrabirawa, Untung pernah menjadi Komandan Batalyon 454/Banteng Raiders yang berbasis di Srondol, Semarang. Batalyon ini memiliki kualitas dan tingkat legenda yang setara dengan Yonif Linud 330/Kujang dan Yonif Linud 328/Kujang II.


Kedekatan Untung Dengan Soeharto

Peneliti Amerika Serikat Victor M Fic dalam bukunya "KUDETA 1 OKTOBER 1965: Sebuah Studi tentang Konspirasi" terbitan Yayasan Obor Indonesia 2005, menceritakan tentang bagaimana kedekatan para konspirator G30S PKI dengan Soeharto, salah satunya adalah Letkol Untung.

"Meski bukan simpatisan PKI, secara pribadi Suharto kenal dekat dengan para pemimpin G30S PKI sejak dia melakukan negosiasi dengan Musso, Wikana, dan lain-lainnya dalam rangka menumpas pemberontakan PKI di Madiun pada tahun 1948 atas nama pemerintahan Presiden Soekarno." tulis Victor M Fic.

Letkol Untung mengenal Soeharto sejak operasi pembebasan Irian Barat, dimana Untung mendapat medali militer untuk keberaniannya dalam operasi saat menjadi anak buah Soeharto di markas besarnya di Sulawesi sebagai Panglima Komando Mandala.

Foto: Mayjen Soeharto (tengah) saat proses pemakaman 6 Jenderal Angkatan Darat, 5 Oktober 1965 - Dok. Film Pengkhianatan G30S PKI 

Pada bulan Februari 1965 Untung dipindah dari Divisi Diponegoro di Jateng ke Jakarta untuk memimpin batalyon Pengawal Presiden, atas rekomendasi Soeharto sendiri, dan menduduki pos itu pada musim semi 1965. 

"Kedekatan hubungan dua orang itu mendapat bukti paling akurat dari fakta bahwa pada akhir bulan April 1964, Soeharto pergi meninggalkan Jakarta menuju Kebumen di Jawa Tengah, untuk menghadiri resepsi pernikahan Untung," ungkap Victor.


Prajurit Tulen yang Tak Suka Politik

Mantan Wakil Perdana Menteri Soebandrio menyebut Letkol Untung sebagai sosok prajurit tulen yang tidak tertarik dengan politik. Setidak begitulah penilaian Soebandrio selama kurun waktu interaksinya dengan Untung sebagai sesama tahanan di Cimahi.

"Selama beberapa bulan berkumpul dengan saya di Penjara Cimahi, Bandung, saya tahu persis bahwa Untung tidak menyukai politik. Ia adalah tipe tentara yang loyal kepada atasannya, sebagaimana umumnya sikap prajurit sejati. Kepribadiannya polos dan jujur." tulis Soebandrio dalam memoarnya.

Ini terbukti dari fakta bahwa sampai beberapa saat sebelum dieksekusi, dia masih tetap percaya bahwa vonis hukuman mati terhadap dirinya tidak mungkin dilaksanakan. 

Foto:Letkol Untung (kiri) Komandan Cakrabirawa, saat mendampingi Presiden Soekarno (Dok-Wikipedia)

"Percayalah, pak Ban, vonis buat saya itu hanya sandiwara, katanya suatu hari pada saya. Kenapa begitu? Karena ia percaya pada Soeharto yang mendukung tindakannya: membunuh para jenderal." ungkap Soebandrio, mengutip kata-kata Letkol Untung. 

Saat Soeharto menjadi Panglima Komando Mandala pembebasan Irian Barat, Untung adalah anak buah Soeharto yang bertugas di garis depan. Dalam tugas itulah keberanian Untung tampak menonjol, ia memimpin kelompok kecil pasukan yang bertempur di hutan belantara Kaimana. 

Operasi pembebasan Irian akirnya sukses. Pada tanggal 15 Oktober 1962 Belanda menyerahkan Irian kepada PBB. Lantas pada tanggal 1 Mei 1963 Irian diserahkan oleh PBB ke pangkuan RI. 

Keberanian Untung di medan perang sampai ke telinga Presiden.
Karena itu Untung dianugerahi Bintang Penghargaan oleh Presiden Soekarno karena keberaniannya. Presiden Soekarno menarik Untung menjadi salah satu komandan Batalyon Kawal Istana, Cakrabirawa. (Buz)

Ikuti terus berita terbaru lainnya melalui channel YouTube tvOneNews

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kantor BPN Karawang Terbakar

Kantor BPN Karawang Terbakar

Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Karawang mengalami kebakaran mengalami kebakaran sejak Rabu, 14 Oktober 2026 malam.
BMKG Ungkap Kualitas Udara di Sulawesi Selatan Sangat Tidak Sehat, Warga Wajib Tahu Biang Keroknya

BMKG Ungkap Kualitas Udara di Sulawesi Selatan Sangat Tidak Sehat, Warga Wajib Tahu Biang Keroknya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar merilis peringatan terkait anjloknya kualitas udara di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. 
Truk Mitsubishi Fuso Fuso Fighter Terbaru Punya Opsi 4WD, Bisa untuk Medan Berat? Ini Keunggulannya

Truk Mitsubishi Fuso Fuso Fighter Terbaru Punya Opsi 4WD, Bisa untuk Medan Berat? Ini Keunggulannya

Mitsubishi Fuso Fighter terbaru hadir dengan opsi 4WD, mesin diesel 240 PS, dan fitur keselamatan modern. Simak kemampuan, harga, konsumsi BBM
Di Hadapan Jurnalis Top Italia, Emil Audero Punya Harapan Besar Bersama Timnas Indonesia: Garuda Jadi Penantang Tim Eropa

Di Hadapan Jurnalis Top Italia, Emil Audero Punya Harapan Besar Bersama Timnas Indonesia: Garuda Jadi Penantang Tim Eropa

Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, menyimpan harapan besar terhadap masa depan Skuad Garuda. Ia percaya tim Merah Putih bisa berkembang lebih pesat lagi.
Pembersihan Material Longsor di Ruas Jalan Tapan-Batas Jambi, Menteri PU: Akses Kembali Fungsional

Pembersihan Material Longsor di Ruas Jalan Tapan-Batas Jambi, Menteri PU: Akses Kembali Fungsional

Kementerian Pekerjaan Umum (Keme PU) masih berjibaku membersihkan sisa material akibat tanah longsor yang menutup ruas jalan nasional Tapan–Batas Jambi, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).
Ruben Onsu Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Polisi Segera Periksa Saksi dan Ahli

Ruben Onsu Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Polisi Segera Periksa Saksi dan Ahli

Polda Metro Jaya segera memeriksa saksi dan ahli dalam dua laporan Ruben Onsu terkait dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Trending

iPhone 18 Pro dan Pro Max Dibanderol Rp21 Jutaan, Berapa Kali Gaji UMR Jakarta 2026 untuk Membelinya?

iPhone 18 Pro dan Pro Max Dibanderol Rp21 Jutaan, Berapa Kali Gaji UMR Jakarta 2026 untuk Membelinya?

Harga iPhone 18 Pro dan Pro Max diperkirakan mulai Rp21,5 juta. Simak perbandingan dengan UMP Jakarta 2026, spesifikasi kamera, baterai, dan chip A20 Pro
iPhone 18 Pro Max vs iPhone 17 Pro Max: Selisih Harga Jauh, Upgrade-nya Benar-Benar Worth It?

iPhone 18 Pro Max vs iPhone 17 Pro Max: Selisih Harga Jauh, Upgrade-nya Benar-Benar Worth It?

iPhone 18 Pro Max membawa chip A20 Pro, kamera variable aperture, dan baterai lebih awet. Simak perbandingannya dengan iPhone 17 Pro Max sebelum membeli.
Usai Sarang Narkoba Dihancurkan, Tiga Orang Jadi Korban Penembakan OTK di Kampung Ambon, Lapak Ikut Dibakar Misterius

Usai Sarang Narkoba Dihancurkan, Tiga Orang Jadi Korban Penembakan OTK di Kampung Ambon, Lapak Ikut Dibakar Misterius

Aksi kekerasan mencekam mengguncang kawasan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (14/10) sore. 
Ledakan Dahsyat Guncang Ciputat: Dua Tewas dan 11 Orang Terluka, Polisi Pastikan Bukan Aksi Bom

Ledakan Dahsyat Guncang Ciputat: Dua Tewas dan 11 Orang Terluka, Polisi Pastikan Bukan Aksi Bom

Ledakan dahsyat terjadi di ruko kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu (14/10).
Kata-kata Pelatih Viettel FC usai Takluk dari Persib Bandung, Bongkar Biang Kerok Kekalahan

Kata-kata Pelatih Viettel FC usai Takluk dari Persib Bandung, Bongkar Biang Kerok Kekalahan

Pelatih The Cong-Viettel FC, Velizar Popov, mengungkapkan penyebab timnya takluk 0-1 dari Persib Bandung pada laga kedua Grup E ACL 2 2026/2027. Ia menyoroti.
Layanan Air Minum Terdampak Banjir Kota Padang, Kemen PU Percepat Penanganan Infrastuktur

Layanan Air Minum Terdampak Banjir Kota Padang, Kemen PU Percepat Penanganan Infrastuktur

Banjir yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada pekan lalu turut berdampak terhadap Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
8.878 Unit Chery Omoda 5 Kena Recall, Begini Respons Chery Indonesia

8.878 Unit Chery Omoda 5 Kena Recall, Begini Respons Chery Indonesia

Chery Indonesia juga membuka kesempatan bagi pemilik Omoda 5 yang ingin memastikan kondisi kendaraannya.
Selengkapnya

Viral