News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Akui Salah dan Khilaf, Oknum TNI Pelaku Tendangan Kungfu Datangi Rumah Suporter Arema untuk Minta Maaf

Akui Salah dan Khilaf, Oknum TNI Pelaku Tendangan Kungfu Datangi Rumah Suporter Arema untuk Minta Maaf
Kamis, 6 Oktober 2022 - 09:35 WIB
Datang ke Rumah Suporter Arema, Oknum TNI Lakukan Tendangan Kungfu Minta Maaf
Sumber :
  • Istimewa/Kolase Foto Instagram

Jakarta -  Beredar sebuah video di media sosial Instagram soal oknum TNI AD yang melakukan tendangan kungfu datang ke rumah seorang suporter Arema FC yang jadi korban tendangan tersebut. Kedatangan oknum TNI AD itu bertujuan meminta maaf kepada korban tendangan kungfu itu dan mengakui khilaf. 

Dari tayangan video tersebut, tampak oknum TNI (pelaku tendangan kungfu) didampingi seorang yang berseragam TNI diduga komandannya, datang ke rumah korban tendangan kungfu itu, yang diketahui bernama Muhammad Hazemi Rafsanjani. Kemudian, komandannya juga menjelaskan kepada pihak keluarga korban tersebut, bahwasanya anggotanya mengaku salah dan khilaf. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi setelah kejadian, saya tayangkan film itu di depan anggota Ibu, Ini siapa yang menendang? Alhamdulilah dia (pelaku tendangan kunfu) berjiwa satria, dan dia tunjuk tangan serta bilang saya komandan, saya siap salah, dan saya siap diproses. Jadi dia pun dari kemarin ingin ketamu dan meminta maaf lah," ujar seorang komandan kepada keluarga korban tersebut, seperti yang dikutip dari media sosial instagram sedulur_solo, Kamis (6/10/2022).

Selanjutnya, onkum TNI yang melakukan tendangan kungfu itu pun mengakui kesalahannya dan dirinya mengaku bahwasanya sejak usai kejadian dirinya ingin bertemu korban yang ditendang tersebut untuk meminta maaf. 

"Ya, saya ingin nemui anda, dan ingin meminta maaf, saya khilaf melakukan itu," ujar oknum TNI tersebut.

Setelah oknum TNI tersebut meminta maaf kepada pihak keluarga korban dan korban, onkum TNI itu pun dimaafkan. Selanjutnya, Pangdam V/Brwijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto juga mengunjungi rumah korban secara langsung. 

Dalam kunjungan itu, Pangdam juga meminta mmaf sekaligus memberikan abntuan fasilitas kesehatan kepada Hazeni untuk memeriksakan dirinya ke rumah sakit.

"Kami sengaja datang ke sini menemui deng Rafi dan keluarga. Ini dek Rafi yang viral di media sosial, dia ditendang oleh prajurit kami. Nah kedatangan kami meminta maaf kepada dek Rafi dan keluarga atas tindakan yang dilakukan oleh anggota kami," ujarnya. 

Seperti yang diketahui sebelumnya, oknum TNI AD tersebut terekam kamera melakukan tendangan kunfu terhadap suporter Arema. Dalam video yang beredar, tampak seorang korban tersebut sedang berjalan biasa kemudian mendadak diserang dari belakang hingga tersungkur. 

Meski oknum TNIAD itu meminta maaf, Nurchahyanto menegaskan bahwa proses akan  tetap dilakukan. 

Selain itu, sebelumnya Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memastikan bahwa empat (4) anak buahnya telah mengaku menyerang suporter Arema saat tragedi Kanjuruhan. Satu di antara yang disorot publik adalah seorang anggota TNI yang viral saat lakukan tendangan kungfu ke suporter di Stadion Kanjuruhan Malang. 

Kemudian, Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa juga katakan bahwa tindakan tersebut bukan lagi melanggar kode etik profesi, tetapi sudah masuk ke dalam tindak pidana.

"Ini bukan etik, tapi pidana," kata Andika saat ditemui di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat pada Senin (3/10/2022).

Menurutnya, perlakuan anggotanya itu kepada masyarakat sudah keterlaluan dan bukan bagian dalam pertahanan diri.

"Kalau telihat di viral kemarin bukan dalam mempertahankan diri, itu termasuk bagi saya sudah masuk ke tindak pidana. Karena tidak berhadapan dengan prajurit tapi diserang," jelas Andika.

Oleh karena itu, Andika mengatakan, pihaknya tak segan-segan untuk memproses hukum anggotanya yang menyalahgunakan kekuasaan dengan melakukan tindakan kekerasan terhadap masyarakat.

"Kita sudah sejak kemarin sore, melakukan investigasi sekaligus kita lanjutkan dengan proses hukum karena yang viral itu sangat jelas tindakan diluar kewenangan. Jadi kalau KUHP pasal 126 sudah kena," ungkap Jenderal Andika.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Belum lagi KUHPnya. Jadi kita tidak akan mengarah pada disiplin tetapi pidana. Karena itu sudah sangat berlebihan," sambungnya.

Untuk diketahui, kandungan Pasal 126 dalam kitab undang-undang hukum pidana militer (KUHPM) berbunyi "Militer yang dengan sengaja menyalahgunakan atau menganggapkan dirinya ada kekuasaan, memaksa seseorang untuk melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, diancam dengan pidana penjara maksimum lima tahun". (Aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

UMKM Kuliner Punya Peluang Jangkau 42 Juta Konsumen, Ini Strategi Bank Mandiri Lewat Livin’ Food

UMKM Kuliner Punya Peluang Jangkau 42 Juta Konsumen, Ini Strategi Bank Mandiri Lewat Livin’ Food

Peluang baru bagi UMKM kuliner untuk memperluas pasar. Melalui Livin’ Food, merchant lokal berkesempatan menjangkau 42,6 juta pengguna Livin’ by Mandiri
Dorong Produktivitas Petani, BPDP Akselerasi Program Peremajaan Sawit Rakyat

Dorong Produktivitas Petani, BPDP Akselerasi Program Peremajaan Sawit Rakyat

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali menegaskan perannya dalam memperkokoh ekosistem industri kelapa sawit di tanah air. 
Kawal Amanah Konstitusi, AWG Gelar BSP 2026: Dari Apel Akbar Monas Hingga Simposium Anti-Zionis di DPR RI

Kawal Amanah Konstitusi, AWG Gelar BSP 2026: Dari Apel Akbar Monas Hingga Simposium Anti-Zionis di DPR RI

Menyebut perjuangan kemerdekaan Palestina sebagai amanah konstitusi dan panggilan akidah yang tak boleh padam, organisasi pergerakan Aqsa Working Group (AWG) ..
Prediksi Al Taawon vs Al Ettifaq Liga Pro Saudi 2026/2027: Ambisi Bangkit Tuan Rumah di Kandang Sendiri!

Prediksi Al Taawon vs Al Ettifaq Liga Pro Saudi 2026/2027: Ambisi Bangkit Tuan Rumah di Kandang Sendiri!

Meski Al Ettifaq diunggulkan, tapi Al Taawon dipastikan tak akan menyerah begitu saja dan siap mengerahkan seluruh kemampuan terbaik untuk memutus tren negatif.
Pemprov DKI Jakarta Hapus Denda Pajak Kendaraan hingga 31 Desember 2026

Pemprov DKI Jakarta Hapus Denda Pajak Kendaraan hingga 31 Desember 2026

Pemprov DKI Jakarta membebaskan sanksi administratif PKB dan BBNKB mulai 2 November hingga 31 Desember 2026. Warga bisa melunasi tunggakan tanpa dikenai denda
Prediksi Skor Al Shabab vs Al Ahli di Liga Pro Saudi 2026/2027: Tamu Diunggulkan, Tuan Rumah Siap Beri Kejutan

Prediksi Skor Al Shabab vs Al Ahli di Liga Pro Saudi 2026/2027: Tamu Diunggulkan, Tuan Rumah Siap Beri Kejutan

Salah satu duel paling krusial pekan ini adalah pertemuan antara Al Shabab vs Al Ahli yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026 tepat pukul 01.00 WIB.

Trending

Terminal Ferry Internasional Dumai Jadi Jalur Penyelundupan Sabu, 5,3 Kg Barang Haram Digagalkan

Terminal Ferry Internasional Dumai Jadi Jalur Penyelundupan Sabu, 5,3 Kg Barang Haram Digagalkan

Berawal dari informasi intelijen BNNK Dumai, petugas Bea Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 5.367 gram atau sekitar 5,3 kilo
16 Saksi Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Diperiksa Mulai dari Pihak Hotel hingga Tetangga, Sosok Ini Paling Banyak Sampaikan Informasi

16 Saksi Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Diperiksa Mulai dari Pihak Hotel hingga Tetangga, Sosok Ini Paling Banyak Sampaikan Informasi

Kepala Subdirektorat III Kekahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Arbaridi Jumhur mengatakan 16 saksi kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun diperiksa. Dari keterangan istri sah DBM, sambung dia, pihak kepolisian mendapatkan banyak informasi.
Hampir Jadi Reijnders Bersaudara Jilid 2, Dua Pemain Keturunan Ini Berpeluang Satu Tim Bela Timnas Indonesia

Hampir Jadi Reijnders Bersaudara Jilid 2, Dua Pemain Keturunan Ini Berpeluang Satu Tim Bela Timnas Indonesia

Timnas Indonesia berpeluang memiliki pasangan kakak-adik yang sama-sama memperkuat skuad Garuda. Dua pemain keturunan ini berpotensi jadi andalan Merah-Putih.
Mengenal Heyzer Harsono, Komisaris Utama Samator sekaligus Sekjen PBVSI

Mengenal Heyzer Harsono, Komisaris Utama Samator sekaligus Sekjen PBVSI

Mengenal Heyzer Harsono, Komisaris Utama Samator sekaligus Sekjen PBVSI. Simak profil, pendidikan, perjalanan karier, dan kiprahnya di dunia voli.
Emil Audero Unggul Telak atas Kiper Real Madrid, Kiper Timnas Indonesia Kuasai Voting Save of the Month La Liga

Emil Audero Unggul Telak atas Kiper Real Madrid, Kiper Timnas Indonesia Kuasai Voting Save of the Month La Liga

Emil Audero meraih 25.524 suara atau 68,2 persen dalam voting sementara Save of the Month La Liga Oktober 2026, jauh meninggalkan Andriy Lunin dari Real Madrid.
Jadwal Final Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026: Timnas Indonesia U-15 Lawan Benin, Spanyol Siap Kawinkan Trofi

Jadwal Final Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026: Timnas Indonesia U-15 Lawan Benin, Spanyol Siap Kawinkan Trofi

Dengan format baru di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026, seluruh peserta akan mendapatkan finalnya masing-masing untuk mendapatkan posisi terbaik mereka di kompetisi. 
Kronologi Oknum Polisi Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung di Sungai Apit Riau, Sempat Ucap Korban sedang Tidur Nyenyak

Kronologi Oknum Polisi Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung di Sungai Apit Riau, Sempat Ucap Korban sedang Tidur Nyenyak

Kasat Reskrim Polres Siak, Riau, AKP Raja Kosmos Parmulais mengungkap awal mula dugaan peristiwa pembunuhan ibu kandung oleh oknum polisi di Sungai Apit, Siak.
Selengkapnya

Viral