Presiden Joko Widodo: Saya Senang, Kerja Diam-Diam Langsung jadi Vaksin Covid-19
- Antara.
"Padahal dalam kenyataannya SDM-SDM kita juga tidak kalah di bidang kedokteran. Oleh sebab itu saya sangat menyambut baik apa yang dilakukan oleh PT. Etana Biotechnologies Indonesia dalam memproduksi vaksin dengan platform MNRA, dan ini yang pertama di Asia Tenggara," ungkap Presiden.
Presiden menegaskan ia tidak mau pandemi terjadi lagi di Indonesia, namun kalau hal tersebut sampai terulang maka Indonesia sudah siap.
"Paling tidak kita jadi lebih tenang karena tadi disampaikan Pak Nathan bahwa dalam dua bulan vaksin baru sudah bisa masuk ke uji klinis, sangat cepat sekali," kata Presiden.
Vaksin mRNA merupakan vaksin dengan teknologi baru. Vaksin mRNA tidak menggunakan virus atau kuman yang dilemahkan atau dimatikan, melainkan komponen materi genetik yang direkayasa agar menyerupai kuman atau virus tertentu sehingga vaksin tersebut dapat memicu reaksi kekebalan tubuh layaknya virus dan kuman yang dilemahkan pada vaksin biasa.
Meski vaksin mRNA tidak memicu terjadinya infeksi karena tidak mengandung virus atau bakteri dan aman diberikan kepada lansia namun vaksin tersebut harus disimpan pada suhu yang sangat dingin, yaitu -70 derajat Celsius atau lebih rendah, sehingga memerlukan wadah pendingin khusus yang menjadi tantangan bagi negara-negara yang tidak memiliki peralatan tersebut di seluruh fasilitas kesehatannya, termasuk Indonesia.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sendiri sudah memberikan Izin Penggunaan Darurat (EUA) terhadap vaksin AWcorna sejak 30 September 2022 sebagai alternatif vaksin yang dapat digunakan dalam program Vaksinasi COVID-19 untuk dewasa usia 18 tahun ke atas,
Tidak seperti vaksin dengan "platform" sejenis, AWCorna disebut dapat disimpan pada suhu 2 hingga 8 derajat Celcius sehingga standar suhu penyimpanan telah tersedia hampir di seluruh daerah.(ant/chm)
Load more