News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Akhirnya Mengaku! Polri Menyebutkan Ada Gas Air Mata Kedaluwarsa yang Dipakai dalam Tragedi Kanjuruhan Tapi Belum Diketahui Jumlahnya

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah mengaku adanya gas air mata kedaluwarsa yang digunakan oleh petugas keamanan dalam Tragedi Kanjuruhan.....
Selasa, 11 Oktober 2022 - 22:41 WIB
Temuan gas air mata kedaluwarsa dalam Tragedi Kanjuruhan
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta - Penembakan gas air mata pada pertandingan antara Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, terus berbuntut panjang. Pasca menewaskan ratusan korban jiwa, peristiwa tersebut menjadi sorotan publik.

Baru-baru ini Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) juga telah mengaku adanya gas air mata kedaluwarsa yang digunakan oleh petugas keamanan dalam Tragedi Kanjuruhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini disampaikan langsung oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo. Meski demikian pihaknya belum bisa menentukan jumlah pasti gas air mata kedaluwarsa tersebut.

"Ada beberapa yang ditemukan (gas air mata) pada tahun 2021. Saya masih belum tahu jumlahnya, tetapi ada beberapa," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (10/10)

Penggunaan gas air mata yang telah kedaluarsa oleh pihak kepolisian ini menuai berbagai kritik dari masyarakat. Banyak yang mempertanyakan mengenai keamanan serta efek dari gas air mata yang telah kedaluarsa bagi seseorang.

Namun hingga saat ini Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Peristiwa Stadion Kanjuruhan Malang Mahfud MD menyebut timnya masih memeriksa terkait hal ini. Saat ini tengah dilakukan pemeriksaan terkait kandungan gas air mata kedaluwarsa yang digunakan polisi di laboratorium.

"Bukti-bukti penting yang didapatkan dari lapangan saat ini sedang dikaji dan sebagian juga sedang diperiksakan di laboratorium. Misalnya, menyangkut dengan kandungan gas air mata yang kedaluwarsa," kata Mahfud MD saat jumpa pers di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa.
Pemeriksaan ke laboratorium itu untuk mengetahui tingkat bahayanya, apakah lebih berbahaya atau tidak berbahaya, daripada gas air mata tidak kedaluwarsa.

Mahfud, yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), menyebutkan tim menemukan bahwa gas-gas yang disemprotkan itu sebagian sudah kedaluwarsa.

"Ada yang masih akan diperiksa lagi apakah kedaluwarsa atau tidak," katanya.

TGIPF Peristiwa Stadion Kanjuruhan Malang, Rabu (12/10), akan melakukan analisis sekaligus menyusun kesimpulan dan rekomendasi, sehingga laporannya bisa diserahkan kepada Presiden Joko Widodo.

Anggota TGIPF Rhenald Kasali mengatakan penggunaan gas air mata yang telah kedaluwarsa oleh polisi merupakan pelanggaran.

"Tentu itu adalah penyimpangan, tentu itu adalah pelanggaran," kata Rhenald Kasali di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin.

Menurut Rhenald, kepolisian sekarang ini bukan polisi yang berbasis militer atau military police, melainkan civilian police. Oleh karena itu, penggunaan senjata seharusnya untuk melumpuhkan, bukan mematikan.

"Jadi, bukan senjata untuk mematikan, melainkan senjata untuk melumpuhkan supaya tidak menimbulkan agresivitas; yang terjadi adalah justru mematikan. Jadi, ini harus diperbaiki," kata Rhenald Kasali.

Dalam hal ini Polri memang membenarkan adanya gas air mata sudah kedaluwarsa yang digunakan untuk mengamankan kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Namun, menurut polisi, efek yang ditimbulkan dari cairan kimia itu berkurang dibandingkan gas air mata non-kedaluwarsa.

Meski belum diketahui berapa jumlah gas air mata kedaluwarsa yang digunakan saat kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10), Dedi memastikan sebagian besar gas air mata atau chlorobenzalmalononitrile (CS) saat itu adalah yang masih berlaku dengan jenis CS warna merah dan biru.

Jenderal polisi bintang dua itu menyebutkan ada tiga jenis gas air mata yang digunakan personel Brimob di seluruh Indonesia, yakni warna merah, biru, dan hijau. Penggunaannya pun diatur sesuai dengan eskalasi massa dan tingkat contingency yang terjadi.

Diduga ada mobilisasi aparat saat pertandingan

Selain temuan gas air mata kedaluwarsa, Mabes Polri akhirnya juga merespons temuan dugaan mobilisasi aparat yang diduga membawa gas air mata ketika pertengahan babak kedua antara Arema FC Vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022) lalu.

Dalam pertandingan derbi Jawa Timur (Jatim) itu, Persebaya berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Seusai pertandingan, suporter Arema FC, Aremania pun terlihat turun dari tribun penonton untuk menuju ke lapangan. Akibatnya, kerusuhan pun tak terelakan ketika aparat kepolisian berusaha mengamankan dengan gas air mata.

Tragedi Kanjuruhan pun tidak bisa terelakkan dengan jatuhnya ratusan korban jiwa. Setidaknya ada 131 korban jiwa menurut data Mabes Polri.

Tim pencari fakta yang digagas Koalisi Masyarakat Sipil menemukam kejanggalan terkait tragedi Kanjuruhan, yang mana ada gerakan aparat membawa gas air mata, padahal pertandingan belum usai.

Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Nurul Azizah mengatakan penyidik masih melakukan penyidikan terkait dugaan tersebut.

"Tim masih bekerja. Jika ada perkembangan, nanti akan diinformasikan," kata Kombes Nurul Azizah seusai dihubungi, Selasa (11/10/2022).

Kombes Nurul menjelaskan pihaknya akan bekerja maksimal mengungkap tragedi Kanjuruhan sebagaimana perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Meski demikian, dia mengaku belum dapat merinci terkait dugaan adanya mobiliasi aparat yang mengawal keamanan pertandingan derbi Jatim teraebut.

"Komitmen Kapolri untuk usut tuntas kasus tersebut," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, tragedi Kanjuruhan mengakibatkan 131 orang meninggal dunia dan 583 orang luka-luka.

Tragedi itu disebut bermula saat aparat melontarkan gas air mata untuk menghalau massa yang ricuh di lapangan seusai laga Arema FC menjamu Persebaya Surabaya. (skd/lpk/ebs/lsn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Warga Terdampak Bencana Karhutla di Kalbar Terima Bantuan

Warga Terdampak Bencana Karhutla di Kalbar Terima Bantuan

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) menyalurkan bantuan kemanusiaan terhadap korban bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar).
Baleg DPR Setujui RUU Reforma Agraria Dibawa ke Sidang Paripurna

Baleg DPR Setujui RUU Reforma Agraria Dibawa ke Sidang Paripurna

Seluruh peserta rapat pleno Baleg DPR RI menyatakan setuju RUU Pengaturan Reforma Agraria akan disahkan menjadi UU pada Sidang Paripurna DPR mendatang.
Asing Cabut Rp348,4 Miliar dari BUMI dan ADRO, Saham Tambang Lain Malah Diburu

Asing Cabut Rp348,4 Miliar dari BUMI dan ADRO, Saham Tambang Lain Malah Diburu

Investor asing melepas saham BUMI dan ADRO senilai Rp348,4 miliar pada 14-18 September 2026, saat BRMS, ANTM, AADI, dan EMAS diburu.
Dimediasi Forkopimda, Perselisihan Soal Tempat Ibadah Jemaat GKPI di Rajeg Tangerang Berakhir Damai

Dimediasi Forkopimda, Perselisihan Soal Tempat Ibadah Jemaat GKPI di Rajeg Tangerang Berakhir Damai

Kericuhan terkait penghentian kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Minggu (20/9), resmi diselesaikan secara damai. 
Loko Food Truck Hadir Meriahkan KAI Mini Fair 2026 di Stasiun Tugu Yogyakarta

Loko Food Truck Hadir Meriahkan KAI Mini Fair 2026 di Stasiun Tugu Yogyakarta

Gelaran KAI Mini Fair di Stasiun Tugu Yogyakarta tidak hanya menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan tiket perjalanan kereta api dengan harga lebih hemat, tetapi juga menghadirkan beragam pilihan kuliner untuk menemani pengunjung.
Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir Minta Evaluasi Intervensi Harga Pangan di Daerah

Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir Minta Evaluasi Intervensi Harga Pangan di Daerah

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap daerah-daerah yang masih mencatatkan kenaikan harga pangan, kendati beragam langkah stabilisasi telah berjalan.

Trending

Video Mesum "A Day in My Life" Pasangan Sesama Jenis di Bogor Viral, Polisi Pastikan Keduanya Bukan Pelajar

Video Mesum "A Day in My Life" Pasangan Sesama Jenis di Bogor Viral, Polisi Pastikan Keduanya Bukan Pelajar

Video mesum pasangan sesama jenis di Bogor berkedok “A Day in My Life” viral di jagat maya. Keduanya dipastikan bukan pelajar.
Gaji Megawati Hangestri di Liga Voli Korea Naik, Ini Rinciannya dari Red Sparks hingga Hyundai Hillstate

Gaji Megawati Hangestri di Liga Voli Korea Naik, Ini Rinciannya dari Red Sparks hingga Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri ternyata mengalami kenaikan gaji saat akan menjalani musim ketiganya di Liga Voli Korea 2026-2027. Nominal yang diterima Megatron bersama Hyundai Hillstate dikabarkan lebih tinggi ketimbang saat masih membela Red Sparks.
Resmi! Bilal Hasan Tarung di UFC 334, The IndoNinja Lawan Petarung Senior

Resmi! Bilal Hasan Tarung di UFC 334, The IndoNinja Lawan Petarung Senior

Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan resmi akan kembali bertarung di UFC 334. The Indo Ninja akan berhadapan dengan atlet yang lebih senior Luis Gurule.
Top 3 Voli: Pevoli Top Korea Ucapkan Selamat Ultah ke Megawati Hangestri, Hyundai Hillstate Hadirkan Food Truck, hingga Megatron Pecahkan Rekor

Top 3 Voli: Pevoli Top Korea Ucapkan Selamat Ultah ke Megawati Hangestri, Hyundai Hillstate Hadirkan Food Truck, hingga Megatron Pecahkan Rekor

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli. Berikut rangkuman ketiga berita terpopuler tersebut. 
Peluang Tak Terduga! 5 Zodiak Ini Diprediksi Makin Bersinar Soal Karier Besok 22 September 2026

Peluang Tak Terduga! 5 Zodiak Ini Diprediksi Makin Bersinar Soal Karier Besok 22 September 2026

Peluang baru menanti! 5 zodiak ini diprediksi paling beruntung soal karier besok, 22 September 2026. Ada yang dilirik atasan hingga panen apresiasi.
Jeli Cari Cuan tapi Awas Terpeleset, Cek Ramalan Keuangan Shio Tikus 22 September 2026 di Sini!

Jeli Cari Cuan tapi Awas Terpeleset, Cek Ramalan Keuangan Shio Tikus 22 September 2026 di Sini!

Sebagai shio yang melambangkan kecerdikan, kelincahan, serta kejelian melihat peluang sekecil apa pun, shio Tikus berpotensi besar memetik hasil manis besok.
Kondisi Terkini Wanita yang Ditendang Pria di Senayan Diungkap Polisi, Korban Masih Syok

Kondisi Terkini Wanita yang Ditendang Pria di Senayan Diungkap Polisi, Korban Masih Syok

Pihak kepolisian telah memeriksa wanita berinisial TL yang menjadi korban penganiayaan di Senayan City. Kondisinya masih syok.
Selengkapnya

Viral