GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta CCTV Berbeda dengan Versi Ferdy Sambo, Anak Buah Sambo Dibuat Gemetaran hingga Menghadap ke Ruangan Suami Putri Candrawathi

Arif terkejut lantaran rekaman CCTV berbeda dari keterangan bosnya yang menyebutkan Brigadir J tewas akibat baku tembak sebelum Sambo tiba di rumah dinas.
Senin, 17 Oktober 2022 - 15:36 WIB
Sidang perdana Ferdy Sambo terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
Sumber :
  • Kolase tvonenews.com

Jakarta - Skenario kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang didalangi Ferdy Sambo akhirnya menemui titik terang. Pernyataan Ferdy Sambo yang menyebutkan bahwa Brigadir J tewas akibat baku tembak dengan Bharada E akhirnya terpatahkan dengan fakta rekaman CCTV di rumah dinas Ferdy Sambo.

Fakta rekaman CCTV di rumah dinas Ferdy Sambo diungkap oleh anak buahnya di Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Arif Rachman Arifin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Arif Rachman Arifin kaget setelah dirinya mengetahui fakta sebenarnya dari rekaman CCTV di rumah dinas Ferdy Sambo, pasalnya rekaman tersebut berbeda dari keterangan yang disampaikan Ferdy Sambo.

Dari rekaman CCTV tersebut, Arif Rachman Arifin melihat Brigadir J masih hidup ketika Ferdy Sambo tiba di rumah dinas, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Ia terkejut lantaran hal tersebut berbeda dari keterangan bosnya yang menyebutkan Brigadir J tewas akibat baku tembak sebelum Sambo tiba di rumah dinas.

CCTV di Pos Satpam Komplek Polri Duren Tiga, Pancoran, menyorot tepat ke depan kediaman rumah dinas Ferdy Sambo. (tim tvonenews - Rizki Amana)

Arif mengatakan pernyataan Ferdy Sambo tidak sesuai dengan apa yang dilihatnya di rekamanan CCTV tanggal 8 Juli 2022 pukul 16.00-18.00 WIB atau waktu sebelum dan sesudah Brigadir J tewas.

Arif Rachman Arifin beserta Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, dan Ridwan Rhekynellson Soplanit menonton rekaman CCTV di rumah dinas Ferdy Sambo.

Berdasarkan hasil rekaman tersebut, terkuaklah fakta bahwa Brigadir J masih hidup ketika Ferdy Sambo datang ke rumah dinas.

"Chuck Putranto berkata, 'Bang, ini Josua masih hidup'. Lalu, Baiquni Wibowo memutar ulang antara menit 17.07 WIB sampai 17.11 WIB," ucap jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022).

Dari rekaman CCTV tersebut juga terlihat Brigadir J sedang memakai baju putih dan sedang berjalan dari pintu depan rumah menuju pintung samping melalui taman rumah dinas Ferdy Sambo.

"Mereka lihat ternyata benar bahwa Nofriansyah Yosua Hutabarat sedang memakai baju putih dan berjalan dari pintu depan rumah menuju pintu samping melalui taman rumah dinas Ferdy Sambo," lanjutnya.

Sidang perdana Ferdy Sambo terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. (Kolase tvonenews.com)

Rekaman CCTV di rumah dinas Ferdy Sambo yang berbeda dengan keterangan mengenai Brigadir J tewas akibat baku tembak, Arif Rachman Arifin merasa sangat kaget.

Lalu Arif Rachman Arifin menghubungi atasannya, Hendra Kurniawan untuk meminta arahan dan petunjuk. Kemudian Hendra Kurniawan menenangkan dan meminta Arif untuk menghadap Ferdy Sambo

Selanjutnya pada Rabu (13/7/2022, sekira pukul 20.00 WIB, Arif Rachman Arifin diajak Hendra Kurniawan untuk menghadap Ferdy Sambo.

Ketika menghadap Sambo, Arif mulai menjelaskan temuannya mengenai perbedaan keterangan antara Ferdy Sambo dengan rekaman CCTV di rumah dinas Ferdy Sambo.

Mendengar penjelasan dari Arif, Ferdy Sambo merasa tak percaya dan menanyakan kebenaran temuan tersebut.

"Ferdy Sambo tidak percaya dan mengatakan, 'Masa sih?'," kata jaksa.

Meski sudah dijelaskan oleh Arif, Ferdy Sambo masih menyangkal bahkan meninggikan suaranya. Sambo juga menyebut bahwa temuan tersebut keliru.

“Itu keliru, ‘Masa kamu tidak percaya sama saya?’,” terang jaksa.

Salah Satu Tersangka Obstruction of Justice Patahkan Laptop Berisi Rekaman CCTV Rumah Ferdy Sambo

Salah satu tersangka obstruction of justice kasus pembunuhan Brigadir J, Arif Rachman Arifin, sengaja mematahkan barang bukti laptop yang berisikan rekaman CCTV rumah Ferdy Sambo Jalan Duren Tiga.

Hal itu disampaikan saat pembacaan dakwaan sidang Ferdy Sambo Cs, pada Senin (17/10/2022).

Dalam dakwaan itu disebutkan Arif diajak Hendra Kurniawan─ tersangka obstruction of justice lainnya─menemui Ferdy Sambo pada 13 Juli 2022 pukul 20.00 WIB.

Arif mengatakan pernyataan Ferdy Sambo tidak sesuai dengan apa yang dilihatnya di rekamanan CCTV tanggal 8 Juli 2022 pukul 16.00-18.00 WIB atau waktu sebelum dan sesudah Brigadir J tewas.

Saat itu, Ferdy Sambo lantas berkata dengan nada tinggi, “Masa kamu tidak percaya sama saya?,”

Setelah itu, Ferdy Sambo bertanya siapa saja yang sudah melihat rekaman CCTV tersebut.

Ternyata yang sudah melihat adalah Arif, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo dan Rodwan Rhekynellson Soplanit.

File tersebut disimpan di flashdisk dan laptop tersebut miliknya Baiquni. Ferdy Sambo pun berkata, “Berarti kalau ada bocor dari kalian berempat,”.

Dia pun menyuruh Arif untuk menghapus dan memusnahkan file tersebut. Namun, Arif menunduk dan tidak berani menatap Ferdy Sambo karena masih belum percaya. Hendra pun berkata, “Sudah, rif. Kita percaya saja”.

Namun, mereka belum menghapus file tersebut lantaran memerlukan waktu untuk mem-back up file pribadi sebelum laptop tersebut di-format.

Keesokan harinya tanggal 14 Juli 2022 sekitar pukul 21.00 WIB, Baiquni menemui Arif yang berada di dalam mobilnya dan menyampaikan bahwa file di laptop sudah bersih semuanya.

Laptop pun disimpan dan Hendra menelepon Arif terkait perintah dari Ferdy Sambo untuk menghapus file.

“Sudah dilaksanakan ndan,” kata Arif.

Keesokan harinya tanggal 15 Juli 2022, Arif dengan sengaja mematahkan laptop tersebut dengan kedua tangannya dan menjadi beberapa bagian sehingga mengakibatkan sistem elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia pun memasukkan laptop yang sudah patah itu ke kantong warna hijau dan disimpan di rumahnya.

Pada tanggal 8 Agustus 2022 sekitar pukul 17.00 WIB, Arif menyerahkan laptop yang sudah dipatahkan menjadi beberapa bagian kepada Direktorat Tindak Pidana Umum dengan sukarela. (nsi/pdm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sambut Lebaran, Koleksi Hampers Cantik Berisi Cookies dan Bolen Laris Manis

Sambut Lebaran, Koleksi Hampers Cantik Berisi Cookies dan Bolen Laris Manis

Menjelang hari raya Idul Fitri yang penuh kemenangan, tradisi berbagi kebahagiaan melalui hantaran atau hampers kembali menjadi tren yang dinanti.
Jelang Ramadhan, Warga Jember Demo Tuntut Toko Miras Ditutup

Jelang Ramadhan, Warga Jember Demo Tuntut Toko Miras Ditutup

Menjelang Ramadan, gelombang tuntutan muncul di Kabupaten Jember. Warga mendesak penutupan toko penjual minuman beralkohol yang dinilai meresahkan masyarakat.
Apakah Penggunaan Obat Aman Saat Berpuasa, RSUD Sulbar Beri Edukasi

Apakah Penggunaan Obat Aman Saat Berpuasa, RSUD Sulbar Beri Edukasi

Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang tata cara penggunaan obat yang tepat selama menjalankan ibadah puasa.
Lando Norris Lontarkan Sindirin Tajam untuk Max Verstappen yang Sebut Mobil F1 2026 Seperti Formula E: Pensiun Saja!

Lando Norris Lontarkan Sindirin Tajam untuk Max Verstappen yang Sebut Mobil F1 2026 Seperti Formula E: Pensiun Saja!

Komentar pedas Max Verstappen tentang mobil F1 2026 langsung mendapat respons dari juara bertahan Formula 1, Lando Norris, yang memilih untuk tak tinggal diam.
Sekjen PBB Kecam Langkah Israel Daftarkan Tanah Tepi Barat sebagai “Tanah Negara”, Dinilai Langgar Hukum Internasional

Sekjen PBB Kecam Langkah Israel Daftarkan Tanah Tepi Barat sebagai “Tanah Negara”, Dinilai Langgar Hukum Internasional

Sekjen PBB kecam keputusan Israel daftarkan tanah Tepi Barat sebagai tanah negara karena dinilai melanggar hukum internasional dan mengancam solusi dua negara.
Wisatawan di Parangtritis Diimbau Tidak Main Air ke Tengah Pantai

Wisatawan di Parangtritis Diimbau Tidak Main Air ke Tengah Pantai

Wisatawan atau pengunjung pantai selatan diimbau agar tidak bermain air terlalu ke tengah supaya terhindar dari bahaya kecelakaan laut.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

Ramalan Tahun Kuda Api 2026 menyebut lima shio berpotensi cuan besar. Simak daftar shio paling hoki secara finansial menurut VN Express.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT