News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siapa yang Berbohong di Persidangan Ferdy Sambo? Ini Jawaban Para Ahli di ILC

Persidangan kasus Ferdy Sambo belum juga kunjung usai. Meskipun para saksi yang meliputi orang terdekat Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, telah didatangkan ke
Rabu, 9 November 2022 - 20:48 WIB
Psikologi Forensik, Reza Indragiri
Sumber :
  • tim tvone/tim tvone

Jakarta - Persidangan kasus Ferdy Sambo belum juga kunjung usai. Meskipun para saksi yang meliputi orang terdekat Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, telah didatangkan ke persidangan.

Namun, dari beberapa saksi yang didatangkan di persidangan kasus Ferdy Sambo, membuat Majelis Hakim geram. Hal itu dikarenakan ada beberapa saksi yang memberikan keterangan berbelit- belit, sahingga memicu pertanyaan publik. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, sebagian waganet menilai dan bertanya tentang siapa yang berbohong di persidangan tersebut? 

Dilansir dari acara Indonesia Lawyers Club (ILC) dengan tema "Sidang Pembunuh Kasus Sambo: Siapa yang Berbohong,'' terdapat beberapa tokoh di Indonesia dan pakar psikologi melontarkan pendapatnya dari persfektif keilmuannya. 

Foto Putri Candrawathi dan Vera (Kekasih Brigadir J)

Satu di antara ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri mengungkapkan, bahwa dari kasus Ferdy Sambo yang mengganggu otaknya bukan tentang 340. Namun yang paling mengganggu otaknya adalah tentang kasus kekerasan dan pelecehan seksual. 

"Mengapa saya terganggu? karena sejak awal adanya narasi itu dan narasi kekerasan seksual itu tidak menguntungkan siapa pun. Baik itu kemendiang Brigadir J, dia tidak akan mendapatkan apapun, justru dia akan terkunci selamanya, terstigma selamanya, sebagai orang yang disebut-sebut sudah melakukan pelecehan seksual," ujar Reza Indragiri seperti yang dilansir dari ILC, Rabu (9/11/2022). 

Bahkan, Brigadir J juga akan terpotret sebagai penghianat dan Korps Tribarata, karena alih-alih menjaga komandan, menjaga istri komandan, malah justru ia berhianat mengguting di lipatan. 

"Brigadir J akan terpatri selamanya. Demikian pula bagi Putri Candrawathi (PC), kalau dia merupakan korban pelecehan seksual, maka dia mengacu pada undang-undang TPKS. PC sebagai korban pelecehan seksual berhak dapat restitusi dan kompensasi atau ganti rugi, baik dari pelaku, maupun dan juga dapat ganti rugi dari negara," katanya.

Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo serta Brigadir J 

Akan tetapi, Reza Indragiri katakan ada syaratanya, jika dibaca Perma, ganti rugi itu diberikan ketika sudah keputusan dari pengadilan. 

"Nah, saya yakin, bahwa klaim tentang kekerasan pelecehan seksual yang konon dialami PC itu, tidak akan pernah akan menjadi kasus hukum, jadi tidak akan pernah ada putusan pengadilan terkait benar atau tidak, dan siapa gerangannya? yang harus bertanggung jawab atas kekerasan seksual itu," pungkasnya. 

Bahkan, ia sebutkan, apabila PC terus berbusa-busa melontarkan dirinya adalah korban pelecehan seksual. Namun dia (PC) tak akan mendapatkan restitusi atau ganti rugi. Hal itu ia katakan, lantaran belum ada putusan pengadilan. 

"Jadi tidak ada yang mendapatkan keuntungan dari kasus pelecehan seksual ini," katanya. 

Reza Indragiri juga menuturkan, coba hitung seberapa jauh kasus pelecehan seksual ini dengan undang-undang tindak pidana kekerasan seksual. 

"Undang-undang itu mengatakan, pasal 25, untuk membuktikan adanya kekerasan seksual dibutuhkan tiga hal,  keterangan saksi atau korban, kedua alat bukti lainnya, ketiga keyakinan hakim, mari kita coba bedah dengan tiga benda ini," katanya. 

Kolase Foto Putri Candrawathi

Pertama, ia sebutkan, menguji dengan saksi dan  korban. Ia katakan, per hari ini, ada satu saksi yang mengetahui soal kekerasan pelecehan seksual itu sudah dicap oleh hakim sebagai saksi yang tidak kredibel, yakni adalah Susi. 

"Sungguh-sungguh ya, sebetulnya saya jatuhnya ibah kepada susi ini. Dia sosok yang bersahaja, dia sosok ART yang cara berpikirnya bersahaja  serta menggunakan kata yang sederhana, tiba-tiba dia harus hadir di sebuah mekanisme proses hukum yang amat-amat berat. Betapa menderitanya orang kayak gini? dan bukan berarti saya membenarkan dia menyatakan pendustaan di persidangan," kata Reza Indragiri. 

"Namun sisi kemanusian saya terusik bial membayangkan hidupnya yang penuh kesederhanaan ini, yang tak lain menacari nafkah untuk membangun cita-cita di masa depan. Tetapi hari ini, dia justru digoreng oleh seluruh umat manusia dicap sebagai pendusta dan sebagai saksi yang tak berkredibel. Satu sudah, berarti saksi tidak bisa diandalkan," sambungnya menegaskan. 

Berikutnya, ia katakan adalah korban, yang merupakan PC. Nah, ia sebutkan, untuk persoalannya adalah tindak tanduk dan dirinya sudah memotret dari perkataan PC tidak sesuai dengan profil korban kekerasan seksual yang dirinya pahami. 

"Ambil misal, undang-undang TPKS juga yang mengatakan, bahwa identitas korban pelecehan seksual wajib ditutup, itu ada pasalnya dan ada beberapa pasal yang menceritakan itu," 

"Namun faktanya, mari kita ingat kembali, di depan Mako Brimob apa yang terjadi? alih-alih identitasnya ditutup, justru PC ini, entah dia inisiatif sendiri, entah pula dihadirkan penasihat hukumnya, justru muncul di Mako Brimob, dipersilahkan berbicara, lalu dia memperkenalkan dirinya, bahkan dia sebut namanya," paparnya. 

Kolase Foto Reza Indragiri dan Susi

Tindak tanduk perkataan tersebut yang dia akui membuat dirinya sanksi. Sebab, ia katakan, ada sedemikian kasus korban pelecehan seksual yang secara gamblang memperkenalkan dirinya, dan hal ini sungguh bertentangan dengan undang-undang TPKS. 

"PC ini megklain dirinya korban. Mari kita bayangkan, kroban apalagi korban pelecehan seksual, korban kejahatan serius pasti butuh bantuan, pasti butuh perlindungan," katanya.

Namun, ia ucapkan sangat aneh dan bin ajaib orang ini (PC) dikabarkan media ketika didatangi LPSK. Di mana lembaga itu berwewenang untuk memberi perlindungan, justru malah PC diam seribu bahasa. 

"Ini kan aneh, dia (PC) butuh pertolongan sebagai korban, dia butuh perlindungan tetapi begitu didatangi pihak yang punya wewenang dengan memberikan perlindungan justru PC menyuruh asisten, korban macem apa ya?," terangnya. 

Kemudian yang ketiga, ia sebutkan, bahwa sudah banyak riset yang menyatakan kejahatan seksual itu tidak bisa disetarakan dengan kejahatan biasa. Bahkan, sebagian ilmuan mengatkan, traum yang dialami oleh kroban kejahatan pelecehan seksual adalah trauma di atas trauma. 

"Korban terorisme bisa trauma, korban bencana bisa trauma, korban perceraian bisa trauma, tetapi yang namanya korban pelecehan seksual  itu trauma di atas trauma," pungkasnya. 

Foto Susi, Art Ferdy Sambo

Lantas manisfestasinya apa? ia katakan, orang yang trauma dari kejahatan pelecehan skesual, korbannya akan mengisolasi dirinya. Bahkan, korban tersebut akan membatasi betul pergaulan sosialnya. 

Sebab, menurutnya, korban tersebut mengalami fase teluka yang mendalam dan tidak butuh waktu sebentar untuk pulih bisa kembali. 

"Tapi itu lagi-lagi, dalam waktu yang tak begitu jauh, orang itu  yang disebut alami pelecehan seksual, yang kita asumsikan mengalami trauma di atas trauma, tapi justru muncul di depan Mako Brimob sebagai mana saya jelaskan tadi. Berarti sudah banyak tindak tanduk perkataan PC yang sayang beribu sayang, justru kontradiktif dan justru bertentangan betul dengan profil korban kejahatan seksual," pungkasnya. 

Hal ini sudah dua, namun menurutnya kedua duanya tampaknya sudah tidak berkredibel. Lalu, ia katakan selanjutnya akan dibedah dengan hal yang ketiga, yakni keyakinan hakim.

"Maaf saya tidak bisa menyinggung keyakinan hakim. Namun per hari ini lagi, kalau mengandalkan pemeriksaan saksi Susi, tampaknya hakim tak teryakinkan. Hakim tak teryakinkan dengan klaim sudah terjadinya kekerasan seksual di magelang," pungkasnya.

Putri Candrawathi Pegang Pipih Susi

Bahkan, dia sebutkan, Polri pun sudah menyanggah terjadinya pelecehan seksual di Duren Tiga. Maka dari itu, ia katakan, coba dibedah dengan alat bukti lainnya. 

"Saya tidak tau, alat bukti apa yang dihadirkan PC ke persidangan, toh ini kasusnya kan bukan kekerasan seksual. Itu bukan dakwaan, jadi itu saya tidak bisa membayangkan alat bukti apa yang dihadirkan," katanya. 

"Namun, saya mencoba berimajinasi, barangkali akan dihadirkan satu alat bukti, barangkali bukan yang terkait dalam kekerasan seksual itu. Tapi boleh dihadirkan suatu alat bukti, yang tujuannya untuk menstigma mendiang Brigadir J. Nah, alat bukti ini akan ditunjukan ke Majelis Hakim, untuk menunjukan manusia ini memiliki tabiat yang rusak, bejat, kepribadian yang busuk," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sehingga betapa pun sudah terjadi pembunuhan berencana, tapi pembunuhan berencana ini berlangsung karena ada tindak kejahatan sebelumnya, yakni pelecehan seksual. Sehingga betapun andaikan PC dan Ferdy Sambo dijatuhi bersalah, tetap mereka harus dimaklumi orang, atau dua orang, yang pernah tersakiti sebelumnya," pungkasnya. 

Lanjutnya menjelaskan, lalu alat bukti apa  nantinya yang akan disodorkan ke Majelis Hakim untuk menstigma Brigadir J. Menurut perkiraannya, alat bukti yang dihadirkan adalah hasil pemeriksaan psikologis. (Aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Jawa Timur, Pastikan Layanan Tetap Lancar

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Fasilitas Energi di Jawa Timur, Pastikan Layanan Tetap Lancar

pengawasan terhadap fasilitas energi strategis harus dilakukan secara konsisten untuk memastikan operasional berjalan aman, andal, dan sesuai standar tata kelola perusahaan.
Viral Video Kurir Paket Mengantar Pesanan Kulkas ke Alamat Orang Tua Taufik Hidayat, Menuai Perhatian KDM

Viral Video Kurir Paket Mengantar Pesanan Kulkas ke Alamat Orang Tua Taufik Hidayat, Menuai Perhatian KDM

Muncul sebuah video yang menampilkan nama Taufik Hidayat dan alamatnya. Videonya menjelaskan adanya paket kulkas diantarkan ke alamat orang tua TH.
Driver Ojol Dibekuk Polisi Usai Edarkan Pil Koplo di Kota Yogyakarta, Raup Omzet Rp60 Juta

Driver Ojol Dibekuk Polisi Usai Edarkan Pil Koplo di Kota Yogyakarta, Raup Omzet Rp60 Juta

KBO Satresnarkoba Polresta Yogyakarta, menuturkan pengungkapan kasus berawal dari laporan masyarakat mengenai dugaan peredaran obat berbahaya di kota pelajar.
Dedi Mulyadi Beberkan Kondisi Terkini Yuvita di RSHS, Korban Penyekapan dan Penyiksaan Taufik Hidayat

Dedi Mulyadi Beberkan Kondisi Terkini Yuvita di RSHS, Korban Penyekapan dan Penyiksaan Taufik Hidayat

KDM tidak bisa menemui langsung Yuvita karena tengah menjalani perawatan intensif. Namun, dari hasil pembicaraan bersama tim dokter, kondisi korban saat ini....
Farhan Halim Jadi Rebutan Volimania Korea Usai Bawa Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026, Minta Abroad di V-League

Farhan Halim Jadi Rebutan Volimania Korea Usai Bawa Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026, Minta Abroad di V-League

Farhan Halim mendadak menjadi perbincangan hangat volimania Korea Selatan usai tampil gemilang membawa Timnas Voli Indonesia juara AVC Men's Cup 2026.
YTR Belum Bisa Jalani Operasi Rekonstruksi dalam Waktu Dekat, Dirut RSHS Bandung Jelaskan Kondisi Terbaru Korban

YTR Belum Bisa Jalani Operasi Rekonstruksi dalam Waktu Dekat, Dirut RSHS Bandung Jelaskan Kondisi Terbaru Korban

YTR atau Yuvita Tri Rezeki belum bisa jalani operasi rekonstruksi dalam waktu dekat. Dirut RSHS Bandung jelaskan kondisi terbaru korban Taufik Hidayat.

Trending

Viral di Threads Polisi Disebut Nonton Bola saat Terima Laporan Kekerasan, Ini Klarifikasi Polres Metro Jakarta Barat

Viral di Threads Polisi Disebut Nonton Bola saat Terima Laporan Kekerasan, Ini Klarifikasi Polres Metro Jakarta Barat

Ini klarifikasi Polres Metro Jakarta Barat soal video yang viral di unggahan akun Threads @junist.hairdressing.
6 Zodiak Ini Diprediksi Banjir Cuan Sepanjang 1-7 Juli 2026, Ada Peluang Tambah Penghasilan

6 Zodiak Ini Diprediksi Banjir Cuan Sepanjang 1-7 Juli 2026, Ada Peluang Tambah Penghasilan

Memasuki pekan pertama Juli 2026, sejumlah zodiak diperkirakan akan merasakan pergerakan positif dalam sektor keuangan pada periode 1 - 7 Juli 2026. Siapa saja?
Ramalan Keuangan Shio 1 Juli 2026: Tikus dan Monyet Ada Sinyal Positif

Ramalan Keuangan Shio 1 Juli 2026: Tikus dan Monyet Ada Sinyal Positif

Ramalan keuangan shio 1 Juli 2026 hadir lengkap dengan angka hoki! Siapa shio yang buka bulan baru dengan cuan paling kencang dan siapa yang perlu strategi dulu?
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 1 Juli 2026: Sagitarius Panen Peluang

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 1 Juli 2026: Sagitarius Panen Peluang

Memasuki Rabu, 1 Juli 2026, sejumlah zodiak diperkirakan memasuki fase yang lebih menjanjikan dalam urusan finansial. Siapa saja mereka yang bercuan deras?
Piala Dunia 2026: Respons Carlo Ancelotti Usai Brasil Epic Comeback 2-1 Lawan Jepang dan Lolos 16 Besar, Tetap Respect ke Samurai Biru

Piala Dunia 2026: Respons Carlo Ancelotti Usai Brasil Epic Comeback 2-1 Lawan Jepang dan Lolos 16 Besar, Tetap Respect ke Samurai Biru

Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya usai memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Hasil 32 Besar Piala Dunia: Brasil Comeback Lawan Jepang, Jerman Disingkirkan Paraguay

Hasil 32 Besar Piala Dunia: Brasil Comeback Lawan Jepang, Jerman Disingkirkan Paraguay

Timnas Brasil mampu comeback dari Jepang di Piala Dunia 2026. Namun, Jerman justru gagal setelah ditumbangkan Paraguay di babak adu penalti
Ramalan Keuangan Zodiak 1 Juli 2026: Libra Paling Untung, Pisces Harus Sabar

Ramalan Keuangan Zodiak 1 Juli 2026: Libra Paling Untung, Pisces Harus Sabar

Ramalan keuangan zodiak 1 Juli 2026 hadir lengkap dengan angka keberuntungan! Bulan baru dibuka dengan kejutan, cek zodiakmu dan siapa yang paling beruntung.
Selengkapnya

Viral