News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soal Oknum Brimob Dibekuk Densus 88, IK-DMI Lampung Blak-blakan Ungkap 'Polisi Cinta Sunnah'

Buntut dua (2) oknum Brimob Polda Lampung yang ditangkap Densus 88 Mabes Polri, ternyata masih menyita perhatian.  Bahkan soal diduga 2 oknum tersebut ikut da
Jumat, 18 November 2022 - 21:24 WIB
Buntut 2 Oknum Brimob Ditangkap Densus 88, Ketua IK-DMI Lampung Blak-blakan Ungkap 'Polisi Cinta Sunnah'
Sumber :
  • tim tvone/Pujiansyah

Sumatera - Buntut dua (2) oknum Brimob Polda Lampung yang ditangkap Densus 88 Mabes Polri, ternyata masih menyita perhatian. 

Bahkan soal diduga 2 oknum Brimob tersebut ikut dalam organisasi 'Polisi Cinta Sunnah' yang mengikuti kajian dari ustaz-ustaz dengan aliran Salafi Wahabi, juga menuai komentar dari Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia (IK-DMI) Lampung, Gus Dimyati

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ya kalau bisa kita katakan ya banyak. Saya seringlah ketemu sama polisi-polisi yang ikutan seperti itu. Awalnya mereka ikut tabligh terlebih dahulu, kemudian mereka kurang disitu dan ikut temen-temen Salafi Wahabi. Disitulah sudah mulai pemahamannya itu, tergantung dia mengembangkan diri sendiri," kata Ketua MPW IK-DMI Lampung, Gus Dimyati, saat dihubungi Jumat (18/11/2022).

Ilustrasi Densus 88 Tangkap Teroris

Gus Dimyati mengungkapkan bahwa dirinya pernah membahas masalah fenomena Polisi Cinta Sunnah pada acara diskusi dengan mengundang Kabagban Ops Densus 88, Polda Lampung dan Ketua MUI.

"Intinya Polisi Sunnah, ada lagi Polisi Masjid, Polisi Cinta Sunnah ini sudah muncul sejak lama. Saya hitung itu sejak 2015 itu yang masifnya," pungkasnya.

Menurut Gus Dimyati, pemahaman-pemahaman intoleran itu masuk lewat kajian-kajian dan komunitas-komunitas eksklusif. Biasanya bukan hanya di level masyarakat umum, tetapi juga masuk ke institusi TNI/Polri baik di bagian Intelkam, Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

"Di TNI/Polri itu sudah masuk. Dan bagaimana kita menemukannya dengan cepat dan mengatasinya. Ini kebijakan pimpinan di masing-masing instansi," ungkapnya.

Bahkan dia mengungkapkan bahwa komunitas ini sudah masuk ke internal TNI/Polri sejak tahun 2015. Mereka semakin menyebar luas secara masif melalui media sosial.

"Di Lampung dan di Indonesia ini rata-rata tahun 2015. Mereka masif melalui media sosial (medsos). Makin beriringan dengan medsos inilah. Ada media untuk propaganda," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gus Dimyati menceritakan bahwa tahun 2017 lalu ia pergi ke wilayah Manado, Sulawesi Utara, ada anggota TNI yang memanjangkan jenggot dan memakai celana cingkrang. 

Ia katakan, anggota itu ketemu dengan bertemu dengan Pangdam hingga kemudian untuk mencukur jenggot dan tidak menggunakan celana cingkrang lagi.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Khatam Kultur Suporter Garuda, Pelatih Jepang Antisipasi Pemain ke-6 Timnas Futsal Indonesia di Semifinal Piala Asia 2026

Khatam Kultur Suporter Garuda, Pelatih Jepang Antisipasi Pemain ke-6 Timnas Futsal Indonesia di Semifinal Piala Asia 2026

Jepang akan menjajal kekuatan Timnas Futsal Indonesia di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2/2026). 
Kasus Anak Bunuh Diri, Komisi VIII DPR akan Panggil KemenPPPA dan Kemensos

Kasus Anak Bunuh Diri, Komisi VIII DPR akan Panggil KemenPPPA dan Kemensos

Buntuk kasus anak bunuh diri di NTT, KemenPPPA diminta segera menyusun program perlindungan psikologis anak, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan di wilayah 3T.
Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Inter Milan sudah gagal total di bursa transfer Januari karena tidak berhasil mendapatkan pemain baru. Namun Inter Milan bisa datangkan pemain baru akhir musim.
Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Merespons kasus anak SD bunuh diri di NTT karena tak mampu membeli alat tulis, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut pihaknya sedang menyiapkan layanan psikologi klinis.
Buntut Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR RI Desak Audit Pemanfaatan DAK Perlindungan Anak di Daerah

Buntut Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR RI Desak Audit Pemanfaatan DAK Perlindungan Anak di Daerah

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko soroti pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) terkait perlindungan anak, buntut kasus anak bunuh diri...
Buntut Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada NTT, DPR Usul Bansos Khusus Anak: Jangan Lagi Disamaratakan ke Semua

Buntut Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada NTT, DPR Usul Bansos Khusus Anak: Jangan Lagi Disamaratakan ke Semua

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko mengusulkan agar pemerintah mengevaluasi skema bantuan sosial (bansos) yang dikhususkan menyasar anak.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT