News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kepala Suku Sindir Tersangka Korupsi Lukas Enembe: Siapa yang Gali Lubang, Dia akan Masuk Sendiri

Gubernur Papua tersangka kasus korupsi gratifikasi, Lukas Enembe baru-baru ini mendapat sindiran dari Kepala Suku Mamberamo Tengah di Keerom, Pius Wanimbo.
Minggu, 18 Desember 2022 - 11:31 WIB
Pemeriksaan Gubernur Papua Lukas Enembe
Sumber :
  • Antara/Reno Esnir

tvOnenews.com - Gubernur Papua non aktif tersangka kasus korupsi, Lukas Enembe baru-baru ini mendapat sindiran dari salah satu kepala suku di Papua.

Terkait kasus Lukas Enembe tersebut, Kepala Suku Mamberamo Tengah di Keerom, Pius Wanimbo menyinggung mengenai Otonomi Khusus (Otsus) Papua jilid I yang sudah selesai dinilai belum optimal manfaatnya untuk provinsi paling timur di Tanah Air tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pius Wanimbo menyampaikan agar pelaksanaan Otsus Papua jilid II diharapkan bisa maksimal untuk kesejahteraan rakyat Papua dan memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan bersama.

Pius mendukung KPK bila serius membersihkan perilaku koruptif oknum pejabat daerah di Papua.  

Kepala Suku Mamberamo Tengah di Keerom, Pius Wanimbo
Kepala Suku Mamberamo Tengah di Keerom, Pius Wanimbo (VIVA.co.id)

Menurutnya, jika KPK secara konsisten memeriksa dan menindak oknum pejabat yang terindikasi korupsi, maka otsus jilid dua bisa berikan hasil yang optimal.

“Otsus kemarin jilid satu itu, memang tidak sampai, tidak menyentuh ke masyarakat, yang lebih khusus itu masyarakat yang ada di daerah-daerah terpencil," kata Pius, dalam keterangannya yang dikutip dari VIVA.co.id Minggu, 18 Desember 2022.

Pius mengkritik pelaksanaan otsus jilid satu yang gagal karena pemerintah daerah atau pemda tidak pernah turun ke lapangan. Ia menyoroti koordinasi yang dilakukan pemda. Pun, ia menyinggung saat otsus jilid dua diwacanakan, banyak tokoh masyarakat Papua yang menolaknya.

Alasannya karena pelaksanaan otsus jilid I yang dianggap gagal sehingga untuk apa dilanjutkan. 

Namun, ia menceritakan dirinya dan 13 Kepala Suku dari Pegunungan Tengah yang berdomisili di Keerom, yang tergabung dalam wadah Rukun Keluarga Pegunungan Tengah (RKPT), sepakat mendukung otsus tetap dilanjutkan. Ia bilang demikian karena masyarakat Papua masih butuh otsus untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain di Indonesia. 

“Pemerintah pusat sudah berikan dana (otsus), berarti tolong pemerintah daerah kelola dengan baik. Tolong diperhatikan pengangguran atau lapangan kerja yang banyak supaya tingkat pengangguran menurun,” jelas Pius.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

Dia mengingatkan dalam pelaksanaan otsus jilid dua agar ada aspek pengawasan yang perlu dibenahi. Kata Pius, agar gubernur, bupati, dan OPD-OPD terkait bisa lebih rajin turun ke lapangan untuk memastikan kendala yang dihadapi. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Megawati Hangestri dan Jordan Wilso masing-masing akan memakai identitas baru setelah Hyundai Hillstate merilis nomor punggung jersi jelang V-League sore nanti.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Hengki menegaskan larangan vape ini tak hanya berlaku saat dinas di kantor, tetapi juga di luar lingkungan kerja Polri bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Selengkapnya

Viral