GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tudingan Kamaruddin Soal Polisi Punya Rekening Gendut Terbantahkan dengan Kisah Brigjen Yehu

Baru-baru ini, pengacara Keluarga Birgadir J, Kamaruddin Simanjuntak, menyita perhatian publik hingga menuai komentar netizen di media sosial Instagram. Pasaln
Selasa, 27 Desember 2022 - 05:20 WIB
Pengacara Keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak
Sumber :
  • Istimewa/tim tvone

tvOnenews.com - Baru-baru ini, Pengacara Keluarga Birgadir J, Kamaruddin Simanjuntak, menyita perhatian publik hingga menuai komentar netizen di media sosial Instagram. 

Pasalnya, beredar potongan video Kamaruddin Simanjuntak yang mengucapkan, bahwa polisi di mana-mana dan rata-rata 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau jujur memang polisi di mana-mana rata-rata melakukan perbuatan itu kok. Maksudnya begini, polisi itu rata-rata mengabdi kepada negara cuma seminggu, tiga (3) minggu mengabdi kepada mafia," kata Kamaruddin Simanjuntak di kanal YouTube Uya Kuya, seperti yang dilansir dari akun media sosial instagram, undercover.id, Senin (26/12/2022).  

"Kita jujur aja lah, nggak usah hidup munafik lah ya. Makanya polisi rata-rata itu banyak hartanya, makanya rata-rata hartanya puluhan miliar sampai ratusan miliar hingga terliunan," sambungnya menjelaskan. 

tvonenews

Lanjutnya mempertanyakan, "kalau dia tak mengabdi kepada mafia, dari mana uang itu puluhan miliar, ratusan miliar hingga terliuanan," katanya. 

Kemudian, dia katakan juga, bahwa saat ini ada daftar polisi yang memiliki rekening gendut. Di mana, ia akui, dirinya pernah menemukan polisi perwira menengah memiliki sawit 500 hektar. 

"Uangnya 400 miliar, kerjanya reserse gitu loh, ini kan ajaib gitu loh. Jadi kita tidak bisa hidup munafik, jadi pertanyaannya adalah, mau nggak memperbaiki negara ini?," ujarnya.

Nah, tudingan terhadap polisi tersebut ternyata terbantahkan. Pasalnya, masih ada polisi yang berpangkat tinggi sehari-harinya bekerja naik angkutan umum.


Tangkapan Layar soal Pengacara Keluarga Birgadir J, Kamaruddin Simanjuntak, yang Menyebutkan Polisi Memiliki Rekening Gendut.  

Bahkan, ada kisah seorang oknum polisi berpangkat Birgjen yang ditolak kredit rumah ketika ingin membeli rumah dengan cara kredit di salah satu bank.

Polisi itu berpangkat Brigjen itu adalah, Yehu Wangsajaya. Seorang polisi yang dikenal dengan kesederhanaannya.

Bayangkan saja, sosok jenderal bintang satu ini dengan entengnya pulang pergi menuju Mabes Polri, menggunakan angkutan umum. 

Bahkan dari pantauan tim tvonenews.com, kediaman beliau terbilang sederhana untuk ukuran perwira tinggi di polisi. Tak hanya itu saja, letaknya pun berada di dalam gang yang idealnya hanya muat seukuran satu mobil saja.

Selain itu, yang lebih ironinya, Komplek Kostrad, Kelurahan Tanah Kusir, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tempat dia tinggal itu sering dilanda banjir, ketika diguyur hujan deras.

"Ya, kalau hujan deras, sering banjir di sini," ujar Brigjen Yehu Wangsajaya kepada tvonenews.com.

Namun, di balik cerita itu semua, ada hal yang paling menarik. Yakni, kisah ketika Akpol angkatan 1989 itu ingin membeli rumah dan ditolak kredit rumah oleh salah satu bank swasta. 

"Kaget saya, waktu saya lulus pendidikan polisi dengan pangkat Ipda, dan dahulu bangga kali saya. Kemudian, ketika saya menikahi istri saya, saya cari rumah bersama istri saya untuk dibeli," cerita Brigjen Yehu Wangsajaya kepad tvonenews.com. 

Dia akui, dirinya dan istri cari rumah dengan memasuki komplek perumahan dan bertemua dengan marketingnya. 

"Dan, saya senang, karena mau beli rumah, dan saya bilang ke marketingnya, oke saya mau beli, saya mau cicil, lalu marketingnya minta KTP saya," ujarnya.

 
Foto Brigjen Yehu Wangsajaya

Setelah marketing menerima KTP milik dirinya, kemudian si marketing pun membawa KTPnya ke atasannya. Namun, setelah beberapa menit, KTP miliknya dibalikan kembali. 

"Marketing itu minta KTP saya, saya kasih KTP. Lalau ngga lama kemudian dia datang lagi, dan meminta maaf serta menjelaskan bahwasanya dirinya saya tidak bisa beli rumah itu dengen dicicil atau dikredit," katanya sambil tertawa. 

Sontak, hal itu pun ia pertanyakan alasannya, mengapa dirinya tidak bisa kredit urmah. 

"Terus dia bilang, bapak nggak bisa kredit karena bapak anggota ABRI (Polri). Karena penyebutan waktu itu, Polri itu ABRI. Lalu saya tanya kenapa ABRI? dia bilang nggak boleh pak, tetapi kalau bayar tunai kami terima, gitu katanya," jelasnya sambil tertawa terbahak-bahak mengenang masa dirinya ditolak kredit untuk mebeli rumah. 

Jadi, ia akui, pada saat penolakan kredit rumah itu, dirinya merasa menjadi orang kelas dua. Bhakan, dia akui, dirinya mau bertanya kembali alasan mereka menolak kredit rumahnya. Namun, ia katakan, pada saat itu sang istri menariknya untuk mengajak pulang. 

"Uda pi, katab istri saya, dan menarik saya untuk pulang. Di situ saya malu sekali, dan merasa jadi warga kelas dua," katanya. 

Kemudian dengan adanya kejadian itu, ia akui, dirinya harus lebih mengkaji diri lagi. Tak lain bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup. 

"Bahkan, dari kejadian ini kita juga harus nuruni keinginan. Karena kalau saya ingin rumah besar, saya juga harus sadar diri juga dengan gaji atau pendapat saya," ceritanya mengakhiri.


Brigjen Yehu Wangsajaya saat Menaiki Trans Jakarta Menuju Mabes Polri. 

- Prestasi Brigjen Yehu Wangsajaya

Brigjen Yehu Wangsajaya juga sangat berprestasi. Sebagai magister di bidang ilmu komputer, ia termasuk sosok yang menggagas ujian SIM berbasis komputer. 

Pada tahun 1998-an, Yehu menjabat sebagai seorang Wakasat Lantas Polrestabes Medan.

“Ada anak mahasiswi nangis udah ujian SIM tiga kali nggak lulus-lulus. Saat itu peraturannya kan memang ujian SIM maksimal tiga kali. Begitu saya cek jawabannya dengan sistem komputerisasi, ternyata dia lulus!” katanya.

Di situlah ia menerangkan pentingnya komputerisasi untuk mengurangi human eror. Selain itu Yehu juga pernah diundang ke Korea Selatan lantaran berhasil menciptakan panic button. Sebuah sistem alarm yang bisa membantu masyarakat saat mengalami kejadian tak diinginkan di jalanan.

“Sayang hingga saat ini belum bisa diterapkan, karena kita belum bisa produksi massal,” imbuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di internal Polri ia termasuk tim penggagas Aplikasi Riwayat Hidup Personel Polri (RHPP) Mabes Polri yang kemudian dijadikan Satker Info Personel Spers Polri pada tahun 2011. 

“Sebelum didigitalisasi itu ada banyak yang dobel-dobel datanya,” ujar Yehu. (amr/aag)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Harga Gas LPG 12 Kilogram Meroket, Bunga Zainal Kaget Tembus Rp270 Ribu

Harga Gas LPG 12 Kilogram Meroket, Bunga Zainal Kaget Tembus Rp270 Ribu

Bunga Zainal kaget dengan kenaikan harga gas LPG tersebut. Biasanya ia membeli gas LPG 12 kg di kisaran Harga Rp220.000 hingga Rp225.000 kini menjadi Rp270.000.
Hasil Tinju Dunia: Filip Hrgovic Hancurkan Reputasi Dave Allen Lewat TKO Brutal di Kelas Berat

Hasil Tinju Dunia: Filip Hrgovic Hancurkan Reputasi Dave Allen Lewat TKO Brutal di Kelas Berat

Hasil tinju dunia hari ini, di mana Filip Hrgovic berhasil meraih kemenangan gemilang usai mengalahkan Dave Allen lewat TKO.
Sebelum Adanya Polemik LCC MPR RI di Kalbar, SMAN 1 Pontianak Sempat Bagikan Prestasi ini Buat Publik Kagum

Sebelum Adanya Polemik LCC MPR RI di Kalbar, SMAN 1 Pontianak Sempat Bagikan Prestasi ini Buat Publik Kagum

SMAN 1 Pontianak sempat membagikan pencapaian prestasi nilai UTBK terbaik sebelum siswinya ikut final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
John Herdman Beri Kode, Laurin Ulrich Kasih Kabar Baik untuk Suporter Timnas Indonesia Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Beri Kode, Laurin Ulrich Kasih Kabar Baik untuk Suporter Timnas Indonesia Jelang Piala Asia 2027

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, sudah memberi kode mengenai daftar pemain pantauannya. Laurin Ulrich bisa termasuk dalam daftar tersebut.
Harga Emas Pegadaian Kompak Ambruk Hari Ini, Antam Turun Rp52.000 per Gram

Harga Emas Pegadaian Kompak Ambruk Hari Ini, Antam Turun Rp52.000 per Gram

Berikut rincian harga emas hari ini, Minggu 17 Mei 2026 di Pegadaian:
Update Klasemen Liga Inggris 2025-2026: Liverpool Terancam Tak Lolos ke Liga Champions usai Dipermalukan Aston Villa

Update Klasemen Liga Inggris 2025-2026: Liverpool Terancam Tak Lolos ke Liga Champions usai Dipermalukan Aston Villa

Liverpool terancam tidak lolos ke Liga Champions pada musim depan usai kekalahan dari Aston Villa, Mereka belum menjamin diri finis di lima besar klasemen akhir Liga Inggris 2025-2026.

Trending

Media Korea: Megawati Hangestri Opsi Kedua Hillstate Setelah Gagal Pertahankan Outside Hitter Jepang

Media Korea: Megawati Hangestri Opsi Kedua Hillstate Setelah Gagal Pertahankan Outside Hitter Jepang

Pertahankan Outside Hitter Jepang Jahstice Yauchi jadi prioritas utama Hillstate sebelum akhirnya berpaling ke Megawati Hangestri untuk penuhi kuota pemain Asia
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Ungkap Perasaannya usai Diterima Suku Pedalaman: Ini Pertama Kali Aku Ketemu

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Ungkap Perasaannya usai Diterima Suku Pedalaman: Ini Pertama Kali Aku Ketemu

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos mengaku bahagia kunjungan dan penawaran pembangunan mudah diterima baik oleh masyarakat adat Suku Togutil.
Berkunjung ke Rumah Ashanty, Kebiasaan Gubernur Sherly Tjoanda saat Lihat Makanan Bikin Warganet Gemas

Berkunjung ke Rumah Ashanty, Kebiasaan Gubernur Sherly Tjoanda saat Lihat Makanan Bikin Warganet Gemas

Kebiasaan Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos membuat warganet ngakak saat melihat makanan di rumah penyanyi Ashanty, istri Anang Hermansyah.
Pengakuan Mengejutkan Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak setelah Dipanggil ke Istana, Ocha dapat Ucapan dan Dukungan ini

Pengakuan Mengejutkan Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak setelah Dipanggil ke Istana, Ocha dapat Ucapan dan Dukungan ini

Siapa sangka murid SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra menjadi viral berujung dipanggil ke Istana Merdeka di Jakarta
Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Kesal Bukan Main Setelah Ketua OSIS SMA di Ternate Ketahuan Tak Jujur: Angkat Mic dari Dia

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Kesal Bukan Main Setelah Ketua OSIS SMA di Ternate Ketahuan Tak Jujur: Angkat Mic dari Dia

Sherly Tjoanda tampak kesal ketika tahu ketua OSIS SMA di Ternate tidak jujur saat ditanya Gubernur Malut mengenai kekurangan fasilitas yang ada di sekolahnya.
Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Seorang pria berisinial DM meregang nyawa usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Korban disebutkan dilempar dari lantai dua tempat hiburan dan billiard.
Selengkapnya

Viral