Viral! Pegawai Buat Petisi Minta Pemerintah Kembalikan WFH
- Istimewa
Jakarta - Riwaty Sidabutar salah seorang pegawai yang membuat petisi tentang "Kembalikan WFH Sebab Jalanan Lebih Macet, Polusi, dan Bikin Tidak Produktif" di laman change.org.
Ada pun petisi ini dibuat sejak dua bulan lalu, saat itu kondisi status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berada di level satu. Kemudian petisi itu kembali ramai saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut kebijakan PPKM di Indonesia.
Sementara, Riwaty si pembuat petisi mengaku stres saat melakukan perjalanan menuju kantor, dan kembali pulang ke rumah.
"Dua tahun bisa kerja dari rumah, ketika ke kantor lagi rasanya malah bikin tambah stres," kata Riwaty, mengutip dari lama change.org, pada Kamis (5/1/2022).
"Belum lagi kalau hujan. Bisa-bisa saya terjebak kemacetan lama sekali, satu jam bahkan menggunakan sepeda motor," sambung dia.
Apa lagi Riwaty membeberkan jarak yang harus dia tempuh ke kantor sepanjang 20 kilometer, begitu juga sebaliknya jika kembali ke rumah.
Dia pun menegaskan, kebijakan work from office belum tentu dapat membuat pegawai bekerja secara produktif. Sebab, pikiran dan fisiknya sudah lelah sebelum sampai kantor karena menghadapi kemacetan.
Untuk itu, dia meminta pemerintah kembali mengkaji ulang kebijakan kapasitas pegawai bekerja di kantor sebanyak 100 persen. Sebab, dengan WFH memungkinkan untuk dapat langsung bekerja tanpa harus terganggu melakukan perjalanan.
"Beberapa negara, seperti Belanda sudah melakukannya. Saya yakin, Indonesia juga bisa. Saya yakin, dengan adanya aturan ini dari pemerintah, kantor-kantor akan dapat lebih fleksibel sehingga pekerja-pekerja pun bisa lebih nyaman," pungkasnya.
Sebagai informasi, petisi ini telah ditandatangani sebanyak 18.648 orang, dan presentasinya terus bertambah. (agr/ree)
Load more