GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rahmat Shah dan Kebersamaan Bangsa yang Susah

Mengenakan baju kaos model polo shirt biru dongker, Pak Rahmat mengajak saya berbincang di dalam rumahnya di kawasan Selayang, Medan.
Kamis, 6 Juli 2023 - 22:02 WIB
Dr. Rahmat Shah dan Asro Kamal Rokan.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Energi Dr Rahmat Shah, kini 73 tahun, seperti tidak pernah redup saat berbicara tentang bangsa ini. Pengusaha nasional, filantropis, konservasionis, dan juga Konsul Jenderal Kehormatan Turki untuk Sumatera ini, telah menerbitkan tiga buku tebal tentang perjuangan, pengabdian, dan pemikirannya. Tiga buku ini bagai sungai berair yang mengalir dan menyuburkan.

Mengenakan baju kaos model polo shirt biru dongker, Pak Rahmat mengajak saya berbincang di dalam rumahnya di kawasan Selayang, Medan. Saya memilih di halaman rumahnya yang luas dan asri, ditemani stafnya, Laila Isnaini, yang mengenakan hijab. Di halaman, ada pohon, taman, kursi, dan meja panjang, yang di atasnya ada beberapa buku, dua piring pepaya, dan semangka potong. Kami berbincang bebas, seperti angin yang bertiup bebas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada buku-buku, yang diberikan kepada saya, ada testimoni tokoh-tokoh besar, di antaranya Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati Soekarnoptri, Try Sutrisno, Jusuf Kalla, Sudomo, Jenderal (Purn) Widjojo Soejono, AM Hendropriyono, Luhut Panjaitan, Gatot Nurmantyo, Awaloedin Djamin, Badrodin Haiti, dan Ginandjar Kartasasmita. Juga ada Mahatir Mohammad.

Nama-nama besar tersebut menjelaskan tingkat dan keluasan pergaulan Pak Rahmat, melintasi berbagai pandangan politik. Ia seakan ingin memberi kesan bahwa jalinan hubungan tidak dibatasi oleh latar belakang seseorang, melainkan hubungan antarmanusia. Inilah yang menjadikannya tokoh yang dapat diterima semua pihak.

Rahmat dilahirkan pada 23 Oktober 1950 di desa kecil di pinggir Sungai Bahbolon, Perdagangan Seberang, sekitar 120 km dari kota Medan. Kedua orang tuanya (H. Hafiz Gulrang Shah dan Hj Syarifah Sobat) hidup sederhana. Ibunya mengandung selama 12 bulan. Sukses sebagai pengusaha tidak diperolehnya dari warisan, tapi melalui perjuangan dari bawah, fokus, dan kerja keras. 

“Sayangi, hormati, dan bahagiakan orangtua, karena jasa orangtua tidak bisa tergantikan selamanya,” ujar Pak Rahmat. Menyayangi orangtua salah satu kiat suksesnya.

Saat berusia lima tahun, ayahnya membawanya ke kota Medan bersama kedua abangnya, Anif dan Ehsan, tinggal bersama neneknya di Jalan Semangka. Neneknyalah yang mengasuh dan menyekolahkan Rahmat bersama kedua kakaknya, sejak SD, SMP hingga SMA. 

Ayah Rahmat sengaja mengirim anak-anaknya ke kota besar agar mengenal kehidupan lebih luas dan belajar mandiri. Semasa kecil, menurut Pak Rahmat, ayahnya memang sangat keras dan disiplin, terutama mendidik agama. Sebuah rotan tersedia di atas meja saat ayahnya mengajar ngaji atau memanggil guru agama untuk anak-anaknya.

Didikan keras orangtua membentuk Rahmat menjadi remaja ulet, tidak mudah menyerah. Saat sahabat-sahabatnya menikmati masa remaja, Rahmat sibuk bekerja di bengkel mobil. Hampir setiap hari bermandi keringat dan berlumuran oli kotor. Setiap hari pula ia mengayuh sepeda membawa alat-alat mobil yang berat dan besar ukurannya, hingga berpuluh kilometer jauhnya. 

Baginya menikmati hasil keringat sendiri jauh lebih berharga. Bekerja keras di bengkel sambil belajar, mengantarkannya sebagai montir yang handal. Ini pula yang mempertemukannya dengan Surya Paloh, pengusaha muda Medan masa itu. 

Paloh mengajak Rahmat bergabung, bekerja pada perusahaan miliknya, PT  Ika Diesel, agen tunggal mobil Ford dan memiliki bengkel  khusus yang lengkap, juga pembuat berbagai karoseri untuk badan truk dan bus satu-satunya di Sumatera Utara. 

Di perusahan Paloh ini, Rahmat dipercaya sebagai manajer bengkel. Semua tugas dikerjakan dengan baik, bahkan seringkali melampaui target yang diberikan oleh bosnya. Tidak hanya itu, Rahmat yang terbiasa bergaul, mampu menerobos pasar asuransi dan perkebunan. Melalui lobi-lobinya pula, PT Ika Diesel mendapat pelanggan pembuatan karoseri, di antaranya Toyota, Daihatsu, Chevrolet, dan  Volks Wagen (VW), selain Ford.

Tidak hanya bekerja, Rahmat juga kreatif dan inovatif. Ia menyarankan all steel body untuk rangka bus, yang pada masa itu belum ada di Medan. Sistem inilah yang akhirnya sampai sekarang dikembangkan di sejumlah perusahaan karoseri di Indonesia. 

Melalui Surya Paloh (yang belakangan dikenal sebagai pemilik MetroTV dan pendiri Partai Nasdem) Rahmat mendapat banyak kesempatan mengembangkan bakat dan naluri bisnisnya. Paloh sering meminta Rahmat mendampinginya saat bertemu pejabat-pejabat tinggi negara atau tamu-tamu dari luar negeri. Dari sinilah ia terbiasa menghadapi hal-hal penting dan besar, yang tidak bisa diperoleh di manapun bekerja. Kariernya terus berkembang. Rahmat kemudian dipercaya menjadi kuasa direksi dan akhirnya menjadi mitra usaha.

Kini Rahmat menikmati hasil kerja kerasnya. Ia pendiri dan CEO dari beberapa perusahaan, yang antara lain bergerak di industri pertanian, properti, ekspor dan impor, serta manufaktur. 

Kegemaran masa kecilnya berburu, berlanjut. Rahmat menjelajahi berbagai hutan di Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, Australia, dan beberapa negara di Afrika. Ia orang Indonesia pertama yang dianugerahi African Big Five Grand Slam Award. Namanya juga telah tercatat di Safari Club International Museum di Tucson, Arizona.  

Ia penerima The International Conservation Award. Di Medan, Rahmat menginvestasikan dananya untuk proyek museumnya "Rahmat International Wildlife Museum and Gallery". Museum untuk ilmu pengetahuan ini satu-satunya di Asia.

Kebersamaan

Di sela pembicaraan kami, Pak Rahmat memberi saya selembar kartu berukuran postcard. Di kulit depan kartu, ayah artis Raline Shah ini menulis, ”Imbauan Kebersamaan” dalam huruf kapital tebal. Di bawah judul ada tulisan, yang isinya, “Apa pun yang kita lakukan saat ini berdampak pada masa depan bangsa & negara. Berbicara dan berbuatlah yang beretika, karena siapa pun nanti yang terpilih adalah Presiden dan Wakil Presiden kita bersama. Kebersamaan & Kedamaian penentu kebahagiaan & kesejahteraan kita semua.”

Di bawah tulisan bernas itu, Pak Rahmat memasang foto dirinya sedang bersama Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Mahfud MD, Sandi Uno, Ridwan Kamil, Khofifah Indar Parawansa, Erick Thohir, dan Gibran. Di bawah foto-foto, Rahmat menulis “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh – Jika keadilan belum ditegakkan, sulit kedamaian diciptakan.”

Kebersamaan menjadi fokus perbincangan kami. Bagi saya ini menarik. Dalam beberapa tahun ini, kebersamaan terasa mengalami defisit nilai. Perbedaan pandangan politik sering sekali diikuti fitnah, hujatan, bahkan tidak jarang berujung ke pengadilan. Istilah kampret, cebong, dan kadal gurun (kadrun) mempertajam perbedaan dan keterbelahan di masyarakat. Dan, ini seakan dibiarkan. 

Saya menanyakan semangatnya mendorong kebersamaan. Pak Rahmat menjawab, ”Bangsa ini sebenarnya mudah untuk maju. Tapi kalau kita saling menjegal, saling iri, saling fitnah, menyebarkan kebencian, pengunaan istilah kadrun, kampret, cebong, juga mudah mengkafirkan orang lain, ini kan menyakitkan sekali,”  ujar Rahmat. 

“Situasi ini melemahkan dan merugikan diri kita. Berhentilah menyakiti orang lain.”

Terkait kebersamaan itu pula, pada 1995 saat menerima International Conservation Award (penghargaan tertinggi dunia tentang konservasi satwa liar) di Tucson, Amerika Serikat. Pak Rahmat memenangkan lelang foto tiga Presiden AS yakni George Bush, Gerald Ford, dan Bill Clinton sedang main golf bersama. Dana hasil lelang foto digunakan untuk konservasi satwa liar dunia.

Foto tersebut kemudian dipajang Pak Rahmat di Museum dan Galeri satwa liar miliknya di Medan, yang diresmikan pada Mei 1999. Di atas foto tersebut, Pak Rahmat menulis kalimat bersayap, “Contoh nyata, tiga Presiden mau berpanas-panas meluangkan waktu untuk kepentingan satwa, bagaimana dengan negara kita?”

Tulisan di foto kenangan itu  dapat dimaknai bahwa di Amerika Serikat, negara demokrasi, presiden dan mantan presiden dapat bersama untuk tujuan sama, cair, dan tidak canggung. Sedangkan di sini, suasananya sering sekali kontras. 

“Presiden dan mantan presiden untuk duduk bersama membicarakan nasib dan masa depan bangsa, sulit sekali tercipta,” tulis Rahmat.

Ganti Presiden dan partai berkuasa, menurut pengamatannya, ganti pula kebijakan.

“Jika dari Presiden sebelumnya, ada yang baik, seharusnya diteruskan. Jika kurang baik, ya diperbaiki. Ada hal-hal yang tidak perlu karena waktunya tidak tepat atau keuangan negara tidak memungkinkan, ya dihentikan. Ada masukan atau inovasi baru yang baik, dari kawan atau dari partai lain, diterima untuk kemajuan. Situasi yang terjadi, kita selalu kembali dari awal, kita sudah kuliah, kembali lagi ke sekolah dasar,” kata Pak Rahmat.

Menurutnya, akibat perbedaan yang tajam, sangat sulit membicarakan masa depan dan nasib bangsa ini secara bersama. 

“Sudahilah, mungkin kita arogan karena merasa kuat, kita egois karena merasa hebat, kita sombong karena merasa pandai. Itu semua membawa bencana, percayalah. Bukan hari ini, di hari tua nanti dan kita lihat nanti keturunan dan gerenasi nanti. Kita menyesal, tapi sudah terlambat,” kata peraih lebih dari 800 penghargaan dari luar dan negeri ini.

“Hanya dengan kebersamaan kita dapat mengatasi berbagai masalah dan mengejar ketertinggalan dari bangsa dan negara lain, sekaligus mensejahterakan seluruh bangsa Indonesia,” katanya, Sabtu (23 Juni 2023) di Medan.

Meski tidak lagi aktif dalam politik praktis, ia tetap mengamati perilaku para pemimpin dan politisi, di antaranya banyak pejabat di negara ini tidak konsisten dengan kata-kata, tugas, dan tanggung jawabnya. Menurutnya, Indonesia pun kini tercatat sebagai salah satu negara terkorup di dunia, lahan basah peredaran narkoba,  kredit fiktif, dan manipulasi pajak.

“Mari kita mengubah sikap. Jangan takabur dan sombong, ingat tanggung jawab dan sumpah jabatan. Sadarlah setinggi dan sekuat apa pun posisi kita, jika Tuhan berkeinginan pasti jatuh. Sudah banyak contoh nyata yang telah ditunjukkan langsung pada kita,” kata Rahmat.

Kini, Pak Rahmat mengisi waktu tua sebagai filantropis, membantu orang-orang miskin. Ini membahagiakannya. 

Waktu terus bergerak. Perbincangan semakin menarik. Namun saya harus pamit. Pak Rahmat mengantar saya ke mobil. Pagar rumah dengan logo bendera Turki bertulisan “Konsul Jenderal Kehormatan Turki” menghilang dalam pandangan.

Di antara kesibukan lalu lintas di kawasan Selayang, Medan, terdengar Mu’azzin mengumandangkan Adzan Dzuhur mengajak mendirikan sholat dan meraih kemenangan. Mu’azzin tidak mempersoalkan berapa orang ikut sholat berjamaah. Ia mengajak. 

Saya teringat perbincangan beberapa menit lalu. Pak Rahmat menyerukan kebersamaan untuk bangsa, tidak menghitung berapa orang ikut dalam barisannya. Seruan itu ditulisnya dalam kartu seukuran postcard, yang dibagikannya kepada setiap orang yang ditemuinya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagian akhir seruannya, Pak Rahmat berdoa,“Ya Allah, selamatkan bangsa kami, luruskanlah hati dan pikiran kami, agar tidak terjadi perpecahan di antara kami dan tidak menjadi bangsa yang tersesat.”

Saya membaca lagi seruan itu sebelum masuk ke masjid. Demikian catatan dari seorang Asro Kamal Rokan.(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

OIKN Sebut Fasilitas Kesehatan IKN Siap Layani Semua ASN Ibu Kota Baru Indonesia

OIKN Sebut Fasilitas Kesehatan IKN Siap Layani Semua ASN Ibu Kota Baru Indonesia

Sejumlah fasilitas kesehatan di KIPP IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kaltim siap melayani Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di ibu kota baru Indonesia.
IPF Resmi Gelar 1st VATA Couples Valentine Pickleball Tournament 2026, Harlin E. Rahardjo Sebut Jadi Ajang Menggembirakan Bersama Pasangan

IPF Resmi Gelar 1st VATA Couples Valentine Pickleball Tournament 2026, Harlin E. Rahardjo Sebut Jadi Ajang Menggembirakan Bersama Pasangan

Indonesia Pickleball Federation (IPF) secara resmi menggelar 1st VATA Couples Valentine Pickleball Tournament. Ajang ini sendiri tercatat diikuti puluhan pasangan pencinta olahraga pickleball.
Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Gong Xi Fa Cai dan Memberikan Angpao?

Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Gong Xi Fa Cai dan Memberikan Angpao?

Masih bingung mau ngucapin selamat tahun baru Imlek itu boleh atau tidak si? Simak penjelasannya dalam perspektif Islam
Ronaldo Comeback dan Langsung Cetak Gol ke-962 di Laga Al Fateh vs Al Nassr

Ronaldo Comeback dan Langsung Cetak Gol ke-962 di Laga Al Fateh vs Al Nassr

CR7 mengakhiri aksi mogok mainnya dan segera melakukan comeback dalam laga Al Fateh vs Al Nassr. Di pertandingan tersebut, Ronaldo berhasil mencetak gol ke-962.
‎Dony Tri Pamungkas Tegaskan Persija Tak Ingin Ulangi Kesalahan saat Hadapi Bali United Usai Tumbang dari Arema FC

‎Dony Tri Pamungkas Tegaskan Persija Tak Ingin Ulangi Kesalahan saat Hadapi Bali United Usai Tumbang dari Arema FC

Persija Jakarta mengalihkan konsentrasi penuh ke partai tandang menghadapi Bali United dalam lanjutan Super League 2025/26 usai menderita kekalahan dari Arema.
Soal Posisi Polri di Bawah Presiden, PPI: Jika di Bawah Kementerian Akan Tumpang Tindih Kewenangan

Soal Posisi Polri di Bawah Presiden, PPI: Jika di Bawah Kementerian Akan Tumpang Tindih Kewenangan

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno mendukung Polri tetap berada di bawah presiden bukan di bawah kementerian.

Trending

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Naturalisasi Ciro Alves dipastikan masih berjalan. Jika tuntas, penyerang Malut United berpeluang dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia pada FIFA Series.
Luciano Spalletti dan Bos Juventus Ngamuk kepada Wasit usai Inter Milan Diuntungkan Lewat Kartu Merah Pierre Kalulu

Luciano Spalletti dan Bos Juventus Ngamuk kepada Wasit usai Inter Milan Diuntungkan Lewat Kartu Merah Pierre Kalulu

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, direktur Giorgio Chiellini, dan CEO Damien Comolli meluapkan amarah kepada wasit Federico La Penna yang mengartu merah Pierre Kalulu.
Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Sejak kecil dididik akademi terbaik Qatar Aspire Academy bahkan sempat main untuk Persija Jakarta, gelandang asal Aceh ini tak pernah masuk Timnas Indonesia.
Hasil Lengkap Para Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Maarten Paes Akhirnya Tersedia, Kevin Diks Hilang

Hasil Lengkap Para Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Maarten Paes Akhirnya Tersedia, Kevin Diks Hilang

Para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di mancanegara kembali berkiprah pada Sabtu (14/2/2026) malam kemarin WIB hingga dini hari tadi WIB. Maarten Paes akhirnya tersedia untuk Ajax Amsterdam.
Ramalan Zodiak Besok, 16 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Zodiak Besok, 16 Februari 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan zodiak besok, 16 Februari 2026 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces. Simak prediksi cinta, karier, dan keuangan selengkapnya.
Polisi Beberkan Hasil Forensik Bocah SD di Demak Akhiri Hidupnya Usai Dimaki Sang Ibu

Polisi Beberkan Hasil Forensik Bocah SD di Demak Akhiri Hidupnya Usai Dimaki Sang Ibu

Polisi beberkan hasil forensic bocah SD di Demak akhiri hidupnya usai dimaki ibu kandungnya. Dalam hal ini, Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah jelaskan
Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026 hari ini akan diramaikan dengan sejumlah laga seru, termasuk Megawati Hangestri dan kawan-kawan siap unjuk gigi saat Jakarta Pertamina Enduro hadapi Jakarta Popsivo Polwan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT