News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rempang

Jokowi kehilangan kepekaan sebagai pemimpin dalam kisruh Rempang ketika dia berkata,” Masak urusan begitu harus sampai ke Presiden”.
Senin, 25 September 2023 - 09:42 WIB
Kolase Foto - Wapemred tvonenews.com, background petugas bersihkan sisa kerusuhan Rempang 7 September 2023
Sumber :
  • tim tvonenews.com

Ketika pasukan gabungan dari Brigade Mobil dan Tentara Nasional Indonesia merangsek masuk ke tiga kampung tua pada 7 September 2023 lalu, setelah sebelumnya menjebol blokade yang dibangun warga di ujung pintu masuk kampung, yang sontak membuat warga (sebagian juga anak anak sekolah) berlarian sebisanya menghindari tembakan gas air mata, saya teringat sepotong larik karya penyair asal Rengat, Riau, Sutardji Calzoum Bachri:

“Daging kita satu, arwah kita satu. Walau masing masing jauh, yang tertusuk padamu berdarah padaku.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti sajak itu, tentara dan rakyat adalah satu. Ada istilah manunggalnya tentara dengan rakyat. 

Cukup banyak spanduk bertebaran dengan kalimat,”Terbaik untuk rakyat, terbaik untuk TNI” di markas tentara. Jadi ketika Panglima TNI Yudo Margono menyebut kata ‘piting” untuk menghalau warga Pulau Rempang yang sedang protes, luka sosial semakin menganga.

(Panglima TNI Yudo Margono. Sumber: ANTARA)

Apalagi ketika tahu serangan aparat itu bukan kekerasan negara satu-satunya yang dialami warga Rempang. Setelah negosiasi panjang selama dua bulan untuk memindahkan penghuni 12 kampung tua ke Pulau Galang —-sekitar 40 kilometer dari Pulau Rempang-- tak membuahkan hasil, Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan dan pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) memang seperti kelimpungan.

Sesungguhnya BP Batam tengah diburu tenggat: pemerintah pusat mengultimatum paling lambat 28 September 2023 seluruh warga harus hengkang dari pulau seluas 16.583 hektar. Sebabnya, ada rencana investasi hingga nyaris Rp400 triliun yang bakal masuk, sebagian besar dari investor China yang digandeng PT Makmur Elok Graha, anak usaha Group Artha Graha.

Tapi, dalam negosiasi warga terus menerus menolak relokasi. Bahkan kerusuhan kembali pecah ketika ribuan warga mengepung kantor BP Batam pada 11 September 2023.

Jika menilik tawaran skema ganti rugi yang diajukan memang banyak alasan jika warga menolak. Janji setiap keluarga akan mendapat lahan pengganti 500 meter persegi dan rumah seluas 45 meter persegi ternyata belum ada wujud bangunannya. Selama masa pembangunan rumah, warga diminta tinggal di rumah susun di Pulau Batam atau diberikan dana untuk mengontrak rumah.

Namun, toh skema absurd ini harus tetap berjalan, target tak boleh meleset agar investor tak tertarik pindah berinvestasi di negeri jiran. “Jangan sampai pindah lagi ke Malaysia,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan. 

(Petugas membersihkan sisa kerusuhan di Pulau Rempang, 7 September 2023. Sumber: ANTARA)

Maka di hadapan negara, kampung-kampung yang menyimpan sejarah dan kenangan bagi sekitar 7.500 warga harus segera dirobohkan.

Padahal, pulau Rempang punya jejak panjang dalam sejarah Indonesia jauh sebelum wilayah ini masuk dalam rencana pengembangan kawasan Barelang dan dijadikan Proyek Strategis Nasional. Warga telah menempati kawasan itu turun temurun, dari generasi ke generasi. 

Peradabannya yang arkaik terlihat  dari nisan-nisan kuburan tua di pelosok kampung Rempang yang banyak berangka tahun sebelum kemerdekaan. Sebuah monumen terpancang tegak mengabadikan peristiwa penting pemulangan ratusan ribu warga Jepang dari wilayah ini pada 1945-1946.

Ihwal Rempang sebagai kampung tua dicatat oleh laporan pejabat kolonial Belanda P Wink. Dalam tulisan “Sebuah kunjungan ke Orang Darat di Pulau Rempang” , P Wink mereportase penduduk “asli” Pulau Rempang yang disebut sebagai Orang Darat dan Orang Utan. P Wink memaparkan paling tidak masyarakat adat ini sudah menghuni kampung kampung tua di Pulau Rempang sejak abad ke 19.

Dari khazanah yang kaya ini pula kita mencomot bahasa Melayu sebagai anugerah terbaik dan dengan sangat jeli ditahbiskan sebagai bahasa pemersatu dalam Sumpah Pemuda pada 1928 silam. 

(Warga adat melayu menolak relokasi warga kampung tua di Pulau Rempang. Sumber: tim tvone)

Dalam pergaulan antar bangsa sejak abad ke 14, bahasa Melayu memang eksis dijadikan bahasa pergaulan antar bangsa. Bahasa Melayu yang terasa terbuka, egaliter, plastis untuk mengungkap isi pikiran bahkan diterima sangat bulat sebagai bahasa pemersatu oleh wakil wakil pemuda dari Jawa dalam Kongres Pemuda Ke-2 itu.

Kenapa pemerintah pusat terasa sangat terburu buru? Agaknya mungkin karena Presiden Joko Widodo menyaksikan langsung penandatanganan nota kesepakatan investasi dalam kunjungan ke Chengdu, China pada 27-28 Juli 2023 lalu. Menteri Investasi Bahlil Lahadalia bahkan  menyebut komitmen investasi Xinyi Glass Holdings Limited sebagai oleh-oleh kunjungan Presiden paling paten.

Jokowi yang pernah punya cerita sukses merelokasi pedagang kaki lima di Taman Banjarsari tanpa kekerasan semasa menjabat Wali Kota Solo seperti alpa cara merebut hati warga.

Di akhir masa jabatannya, ketika ia sibuk mengkonsolidasikan diri sebagai “king maker” dalam Pilpres 2024, ia dikritik banyak pihak semakin kehilangan kepekaan sebagai pemimpin dalam kisruh Rempang ketika berkata, "Masak urusan begitu harus sampai ke Presiden".

Yang kita prihatinkan adalah pelayanan pada investor bukan sekedar karpet merah yang dibentangkan, tapi aturan yang ditabrak. 

(Ilustrasi. Presiden Joko Widodo di Ibu Kota Negara Nusantara. Sumber: ANTARA)

Untuk menggairahkan pembangunan, misalnya Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan kabarnya hingga harus menerbitkan izin pelepasan kawasan hutan pada sebuah perusahaan biofarmasi yang mengelola konsesi 148 hektare di Pulau Rempang. Ini semua terungkap di rapat kerja di DPR pada 12 Juni 2023. Belakangan pelepasan hutan disebut cacat hukum karena menyalahi aturan dimana seharusnya diberikan pada BP Batam, bukan pada perusahaan pengelola konsesi.

Kita tentu tidak sedang memusuhi investor, baik asing maupun lokal. Keterbatasan kemampuan Pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan lapangan kerja membuat negara mencari investor  untuk terjun langsung membuat pabrik dan industri untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan di daerah-daerah.

Tomy Winata, pemegang konsesi di pulau seluas 16.583 hektar sejak 2001 itu, misalnya hanya lah seorang taipan yang tengah melihat peluang bisnis. Ia mengaku miris ketika naik perahu dari Johor di Selat Malaka  menatap dua pemandangan yang sangat kontras. Ia melihat gemerlap lampu di Singapura, di saat yang sama, ketika melemparkan pandangan ke deretan pulau-pulau lain (di wilayah RI) ia hanya melihat kawasan yang diselimuti kegelapan. 

“Tidak adakah upaya membuat kawasan itu lebih terang sedikit,” ujar Tomy.

Tomy juga mengaku dipicu keresahan lain: penjualan bahan baku pasir kuarsa dan silika begitu saja tanpa pengolahan. "Itu dijual sangat murah. Kok tidak diributin?" katanya pada Majalah Berita Mingguan Tempo. 

(Pengusaha nasional Tomy Winata. Sumber: ANTARA)

Rempang memang kaya bahan baku pasir kuarsa dan silika. Dengan hilirisasi, mengundang produsen kaca terbesar di dunia, Xinyi Glass diharapkan nilai tambah dan harga bahan baku akan meningkat. Apalagi Xinyi tak hanya akan membuat kaca, tapi juga solar panel, energi baru yang di masa depan akan jadi primadona niaga antar negara. 

Tomy membayangkan  akan membangun sebuah kawasan bisnis terpadu di Pulau Rempang yang dinamai Rempang Eco City. Ada sentra bisnis, kawasan perumahan dan pariwisata.

Kolom ini tentu tak ingin menyalahkan negara atau warga atas kisruh yang apa boleh buat sudah terjadi. Kini dialog tengah digagas di lapangan. Utusan Presiden masih mencari formula terbaik memenangkan semua pihak.

Di zaman ini, ketika kekuasaan dan kekuatan tak hanya milik negara, tapi rakyat juga sanggup berdaulat mengkonsolidasikan “perlawanan” dengan bantuan media sosial, kita tak mau bilang agar rakyat kuat, negara harus lemah. Atau sebaliknya, supaya negara kuat, rakyat harus mengalah. Saya hanya tak ingin ada benturan untuk cita cita yang sama: kemakmuran warga.

(Wakil Pemimpin Redaksi tvonenews.com, Ecep S Yasa.

Saya hanya menginginkan adanya dialog terbuka, tawar menawar yang seimbang, percakapan setara antara negara dan rakyatnya sebagai sebuah kesatuan, seperti dalam sajak Sutardji, penyair yang dibesarkan oleh khazanah sastra Melayu itu; “Daging kita satu arwah kita satu, walau masing masing jauh, yang tertusuk padamu berdarah padaku”. (Ecep Suwardaniyasa Muslimin.)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tiga Kali Diserang dalam Sepekan, Indonesia Desak PBB Bertindak Usai Peacekeeper Terluka di Lebanon

Tiga Kali Diserang dalam Sepekan, Indonesia Desak PBB Bertindak Usai Peacekeeper Terluka di Lebanon

Indonesia mendesak PBB melakukan penyelidikan insiden UNIFIL di Lebanon serta mendorong pertemuan segera negara-negara kontributor pasukan guna mengevaluasi sistem perlindungan.
Gunung Everest Diduga Jadi Ladang Skandal Sindikat Penipuan, Pendaki Dibuat Sakit agar Dievakuasi secara Palsu

Gunung Everest Diduga Jadi Ladang Skandal Sindikat Penipuan, Pendaki Dibuat Sakit agar Dievakuasi secara Palsu

Dugaan skandal Sindikat Penipuan di Gunung Everest terus menjadi penyelidikan polisi Nepal. Siasat liciknya sebabkan pendaki sakit dan dievakuasi secara palsu.
Catatan Waktu Membaik, Atlet Panjat Tebing Indonesia Desak Made Bidik Lolos ke Asian Games 2026

Catatan Waktu Membaik, Atlet Panjat Tebing Indonesia Desak Made Bidik Lolos ke Asian Games 2026

Atlet panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, menatap optimistis peluang untuk mengamankan tiket menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya
Puluhan Siswa Jakarta Diduga Keracunan MBG, BGN Ungkap Hal Menohok Soal Operasional SPPG

Puluhan Siswa Jakarta Diduga Keracunan MBG, BGN Ungkap Hal Menohok Soal Operasional SPPG

Puluhan siswa dari empat sekolah di bilangan Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur diduga alami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Geger Mayat Pensiunan PNS Ditemukan di Sungai Cimurah Garut, Polisi Lakukan Penyelidikan

Geger Mayat Pensiunan PNS Ditemukan di Sungai Cimurah Garut, Polisi Lakukan Penyelidikan

Penemuan mayat pensiunan PNS di Sungai Cimurah Garut menjadi perhatian polisi. Saat ini, Polres Garut tengah melakukan penyelidikan.
Waspada! Kemenhaj dan KJRI Jeddah Ingatkan Risiko Haji Ilegal, Bisa Berujung Deportasi dan Cekal 10 Tahun

Waspada! Kemenhaj dan KJRI Jeddah Ingatkan Risiko Haji Ilegal, Bisa Berujung Deportasi dan Cekal 10 Tahun

Konsul Jenderal RI Jeddah, Yusron B. Ambary, mengingatkan masyarakat untuk memastikan jenis visa sebelum berangkat dan tidak mudah tergiur tawaran haji jalur cepat.

Trending

Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Rangkuman 3 berita Timnas Indonesia terpopuler: ancaman proyek naturalisasi, sorotan media Vietnam soal Paspoorgate, hingga jadwal lengkap Garuda tahun 2026.
Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Baru beberapa hari kembali ke Inggris, Ipswich Town justru soroti menit bermain yang diberikan pelatih John Herdman untuk Elkan Baggott bersama Timnas Indonesia
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan memberikan prediksinya soal lawan yang akan dihadapi Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday yang berlangsung di bulan Juni. Kira-kira siapakah lawannya
Oknum Polisi di Pacitan Diduga Aniaya Istri di Hadapan Mertua

Oknum Polisi di Pacitan Diduga Aniaya Istri di Hadapan Mertua

Oknum polisi  Bhabinkamtibmas yang bertugas di Polsek Ngadirojo Polres Pacitan Polda Jatim dilaporkan istrinya sendiri, Bella ke Propam Polres Pacitan lantaran diduga melakukan KDRT.
Jawaban Menohok Jokowi saat Ditanya Terkait Restorative Justice Rismon Sianipar

Jawaban Menohok Jokowi saat Ditanya Terkait Restorative Justice Rismon Sianipar

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) lontarkan jawaban menohok saat ditanya terkait perkembangan terbaru soal permohonan keadilan restoratif atau restorative
Siap-siap Warga Jabar, Dedi Mulyadi Segera Ubah Wajah Transportasi Jadi Angkot Listrik, Ini Rencananya

Siap-siap Warga Jabar, Dedi Mulyadi Segera Ubah Wajah Transportasi Jadi Angkot Listrik, Ini Rencananya

Dedi Mulyadi siapkan program angkot listrik di Jawa Barat. Rencana transportasi umum modern ini diungkap saat bertemu sopir angkot berusia 76 tahun.
Selengkapnya

Viral