News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Feminine Mystique, Upaya Bongkar Mitos Kebahagiaan Rumah Tangga

Ada pendapat yang menyederhanakan kebahahagiaan seorang perempuan, yaitu menikah, mempunyai anak, dan bisa mengurus rumah-tangga dengan baik dan penuh cinta.
Senin, 22 Desember 2025 - 14:09 WIB
Feminine Mystique
Sumber :
  • tim tvone - tim tvone

Penulis: Akhsaniyah, Mahasiswa S3 Ilmu Sosial, Fisip, Universitas Airlangga. Dosen Ilmu Komunikasi, Fikom, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Disclaimer: Artikel ini telah melalui proses editing yang dipandang perlu sesuai kebijakan redaksi tvOnenews.com. Namun demikian seluruh isi dan materi artikel opini sepenuhnya tanggung jawab penulis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Surabaya, tvOnenews.com - Ada pendapat yang menyederhanakan kebahahagiaan seorang perempuan, yaitu menikah, mempunyai anak, kemudian bisa mengurus rumah-tangga dengan baik dan penuh cinta. Itulah mengapa kemudian kehidupan perempuan diidentikkan dengan istilah dapur, sumur, dan kasur. Pada masyarakat yang menganut budaya patriarkhi, narasi tersebut menjadi nilai-nilai yang tersebar atau tertanam di ruang sosial, budaya, keluarga, hingga media. 

Meskipun pada kenyataannya tidak semua perempuan benar-benar merasakan kebahagiaan yang dimaksud. Fenomena mom burnout misalnya makin marak terutama di media sosial. Yaitu fenomena yang dialami perempuan berumah-tangga berupa perpaduan antara tekanan fisik dan mental. Tuntutan menjadi “ibu sempurna” adalah salah satu penyebabnya. Perempuan
diharuskan bisa multitasking, bahkan terkadang lebih, sementara dukungan pasangan dan keluarga kurang. Semua itu bisa mempengaruhi emosional dan menguras energi sehingga yang bersangkutan tidak fokus dan putus asa. Ibu rumah-tangga menghadapi beban dan tekanan yang berlapis sehingga seringkali kewalahan dalam menyelesaikannya.

Tidak jarang akhirnya mereka merasa tidak puas dalam pemenuhan tuntutan tersebut. Muncul perasaan bersalah yang ditunjukkan dengan menyalahkan diri sendiri, serta menganggap diri tidak sempurna. Data Indonesia Health Insight 2025 yang ditunjukkan Halodoc dan penyedia riset YouGov menunjukkan bahwa 36% ibu di Indonesia membutuhkan dukungan
kesehatan mental. Dukungan yang dimaksud berasal dari orangtua, pasangan dan asisten rumah tangga saat para ibu membutuhkan bantuan dalam menyelesaikan pekerjaan domestik, sehingga bebannya menjadi lebih ringan dan emosi menjadi stabil.

Di media sosial semacam Instagram Reel atau TikTok, semakin banyak video viral tentang ibu rumah-tangga yang bersedih sampai menangis. Penyebabnya bisa karena kecapaian, kehilangan waktu pribadi, merasa tidak dihargai, dan lain-lain. Hal ini tidak jarang juga dialami influencer parenting yang “sempurna” di mata publik, bahkan sampai depresi. Fenomena ini menunjukkan adanya keresahan kolektif para ibu di ruang domestik. Istilah me time juga sering digunakan perempuan berumah-tangga, yang sebenarnya juga merujuk pada kebutuhan waktu untuk sendiri. Sejenak menepi menikmati kehidupannya, lepas dari urusan dan kesibukan keseharian di rumah.

Sebagian perempuan dalam kehidupan rumah-tangga memang menemukan kedamaian, namun pada kenyataan yang disebutkan di atas ada beberapa perempuan yang merasakan perasaan gelisah, hampa dan kehilangan jati diri. Fenomena ini bukanlah hal baru. Betty Friedan sejak tahun 1963 sudah menyampaikan tentang “the problem that has no name”. Sebuah masalah tanpa nama yang dialami banyak perempuan di balik rumah tangga yang tampak bahagia namun ada perasaan kosong.

Dalam konsepnya, Feminine Mystique, Betty Friedan menyebut, perempuan diajarkan untuk percaya bahwa dirinya akan benar-benar bahagia bila sepenuhnya larut dalam peran domestik, menjadi istri yang penurut, ibu yang selalu tersenyum, dan penjaga rumah tangga yang tidak pernah letih. Perempuan akan dianggap sempurna dan mempunyai kebanggaan tersendiri jika bisa melakukan semua itu. Perempuan ideal dan sempurna selalu dikaitkan dengan bagaimana keberhasilannya dalam mengurus rumah. Ia juga harus sabar, lembut, serta mampu melayani suami dan merawat anak. Intinya, selalu mengutamakan keluarga di atas segalanya.

Menariknya, media menjadi salah satu agen yang ikut melanggengkan nilai perempuan ideal. Melalui iklan, mulai produk makanan, perlengkapan rumah tangga sampai tayangan film, sinetron, kajian agama, ikut memperkuat nilai bahwa perempuan yang baik adalah yang sepenuhnya bahagia di dalam rumah. Hal ini secara tidak langsung menggiring perempuan untuk percaya bahwa dirinya akan menemukan kebahagiaan melalui peran domestik. Di sisi lain, perempuan mempunyai impian dan pengembangan diri sebagai manusia dan individu yang tidak selalu ada di ruang domestik. Dari sinilah tekanan itu muncul, perempuan seolah wajib terlihat bahagia meski kenyataannya tidak demikian. 

Betty Friedan mengkritik mitos perempuan di ranah domestik ini dengan keras. Menurutnya, masyarakat sudah menciptakan gambaran perempuan ideal atau “ibu sempurna” dengan menyebut bahwa kemuliaan seorang perempuan secara alami adalah merawat rumah. Jika perempuan tidak bahagia dalam menjalankan peran itu maka dianggap melawan kodrat! Pada kasus Indonesia, hal itu masih sangat relevan. Sampai saat ini banyak perempuan yang merasa tidak pantas untuk mengejar karir. Masih takut dicap egois jika membutuhkan bantuan dalam kaitannya dengan peran domestik. Merasa bersalah jika meninggalkan keluarga untuk me time. Banyak perempuan dipaksa untuk ikhlas bahwa rumah tangga adalah ladang untuk ibadah.

Dari kenyataan tersebut lalu di mana identitas diri perempuan yang sebenarnya? Apakah berhenti pada kata istri dan ibu? 

Mitos tentang kebahagiaan rumah-tangga itulah yang menyebabkan tekanan pada perempuan semakin merajalela, terutama di era masifnya penggunaan media sosial. Bahayanya, mitos ini bisa menciptakan realitas mom burnout, mental load, stress berlebihan atau depresi, dan kehilangan ruang personal seperti disebut di atas. Maka, perlu untuk membongkar mitos
kebahagiaan rumah-tangga, perlu mengubah cara pandang yang sudah dikonstruksi masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Harus mulai ditanamkan bahwa perempuan memiliki identitas yang berlapis, tidak hanya sebagai ibu atau istri tetapi juga sebagai individu merdeka yang berhak untuk berkarya dan belajar, menikmati waktu untuk dirinya tanpa beban kehilangan nilai. Pembagian peran yang setara dalam rumah tangga diperlukan untuk memperluat relasi keluarga. Sifat manusiawi perempuan yang tidak harus sempurna, seharusnya mulai ditampilkan di media, sehingga masyarakat tidak selalu disuguhi hal-hal yang berbau ideal dan sempurna.

Sebagai penutup, kebahagiaan perempuan bisa bersumber dari manapun, tidak selalu ditemukan dari rumah-tangga. Tetapi bisa dari kantor, komunitas, atau bahkan dari dalam diri mereka sendiri. Seperti yang dikampanyekan oleh Halodoc #imperfectMom, bahwa menjadi ibu tidak selalu sempurna. Maka menjadi manusia seutuhnya, merdeka dari tuntutan adalah
kebahagiaan yang sesungguhnya bagi perempuan. 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Diwarnai Kartu Merah, Persis Solo Ambil Poin Penuh di Kandang Usai Taklukkan Persik

Diwarnai Kartu Merah, Persis Solo Ambil Poin Penuh di Kandang Usai Taklukkan Persik

Hasil ini membuat Persis Solo akhirnya naik dari dasar klasemen dengan menyalip Semen Padang atas 16 poin. Sementara Persik Kediri tetap berada di peringkat 12 dengan 26 poin. 
Tampil Gemilang di Belanda, Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Jadi Tembok Kokoh Ajax

Tampil Gemilang di Belanda, Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Jadi Tembok Kokoh Ajax

Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, akhirnya mencatatkan clean sheet perdananya bersama AFC Ajax saat bermain imbang tanpa gol melawan PEC Zwolle pada pekan ke-25 Liga Belanda.
Dari Final Dramatis hingga Rekor Penonton: Bukti Besar Pengaruh Megawati Hangestri di V-League Korea

Dari Final Dramatis hingga Rekor Penonton: Bukti Besar Pengaruh Megawati Hangestri di V-League Korea

Kehadiran Megawati Hangestri Pertiwi memberi dampak signifikan bagi Jung Kwan Jang Red Sparks dan kompetisi V-League. Tak hanya membawa timnya menembus final.
Hasil Proliga 2026 Putri: Yolla Yuliana Kalah Dramatis, Jakarta Electric PLN Resmi Melaju ke Final Four

Hasil Proliga 2026 Putri: Yolla Yuliana Kalah Dramatis, Jakarta Electric PLN Resmi Melaju ke Final Four

Hasil Proliga 2026, di mana Jakarta Electric PLN resmi lolos ke final four usai berhasil mengalahkan Jakarta Livin Mandiri lewat duel ketat dalam tiga set langsung.
Kabar Besar Jelang Lawan Juventus: Dybala Masuk Skuad, Roma Krisis Pemain!

Kabar Besar Jelang Lawan Juventus: Dybala Masuk Skuad, Roma Krisis Pemain!

AS Roma memastikan akan kehilangan dua pemainnya saat menghadapi laga krusial kontra Juventus dalam lanjutan Serie A, Senin (2/3/2026).
Konflik Militer AS-Israel dan Iran Memanas, Imigrasi Siaga di Seluruh Tempat Keimigrasian

Konflik Militer AS-Israel dan Iran Memanas, Imigrasi Siaga di Seluruh Tempat Keimigrasian

Pihak Imigrasi Indonesia bersiap siaga merespons situasi penerbangan di tengah konflik militer yang terjadi antara AS-Israel dan Iran yang masih berlangsung.

Trending

Terima Kasih Iran, Timnas Indonesia Bisa Langsung Lolos Piala Dunia 2026? Begini Peluangnya

Terima Kasih Iran, Timnas Indonesia Bisa Langsung Lolos Piala Dunia 2026? Begini Peluangnya

Benarkah Timnas Indonesia bisa langsung lolos Piala Dunia 2026 menggantikan Iran? Cek ulasan selengkapnya berikut ini.
AKBP Didik sudah Dipecat Tetapi Dimutasi ke Yanma, Ini Penjelasan Polri

AKBP Didik sudah Dipecat Tetapi Dimutasi ke Yanma, Ini Penjelasan Polri

Mencuat kabar terkait mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra sudah dipecat, tetapi malah dimutasi ke Yanma Polri. Sontak, hal ini menuai reaksi warganet
Sebut Pemimpin Agung Iran Ali Khamenei Tewas, Israel Beberkan Kronologinya

Sebut Pemimpin Agung Iran Ali Khamenei Tewas, Israel Beberkan Kronologinya

Baru-baru ini Israel sebut pemimpin agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. 
Pemimpin Iran Ali Khamenei Dikonfirmasi Tewas, Putri, Menantu, dan Cucu Turut Jadi Korban

Pemimpin Iran Ali Khamenei Dikonfirmasi Tewas, Putri, Menantu, dan Cucu Turut Jadi Korban

Pemimpin Iran Ali Khamenei dikonfirmasi tewas, sejumlah anggota keluarga seperti putri, menantu dan cucunya dilaporkan turut menjadi korban.
Ini yang Bakal Terjadi Kala Ali Khamenei Wafat, Iran Tidak Langsung Runtuh—Tapi Dunia Bisa Guncang

Ini yang Bakal Terjadi Kala Ali Khamenei Wafat, Iran Tidak Langsung Runtuh—Tapi Dunia Bisa Guncang

Jika Ali Khamenei wafat, Iran tak langsung runtuh. Namun sistem militer, suksesi, dan energi global berisiko memicu guncangan besar dunia.
Ribuan Jemaah Umrah Tertahan, Imbas Serangan AS–Israel ke Iran: Sejumlah Maskapai Batalkan Penerbangan ke Wilayah Udara Timur Tengah

Ribuan Jemaah Umrah Tertahan, Imbas Serangan AS–Israel ke Iran: Sejumlah Maskapai Batalkan Penerbangan ke Wilayah Udara Timur Tengah

Ribuan jemaah umrah mengalami gangguan perjalanan setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu penutupan wilayah udara di sejumlah
Dampak Menakutkan bagi Indonesia Setelah Iran Tutup Selat Hormuz

Dampak Menakutkan bagi Indonesia Setelah Iran Tutup Selat Hormuz

Situasi memanas di Kawasan Timur Tengah, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dikerahkan menutup Selat Hormuz di tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT