DPRD Surabaya Dorong Kolaborasi Lintas Rumah Ibadah untuk Perkuat Pemberdayaan Pemuda
- Istimewa
tvOnenews.com - DPRD Kota Surabaya mendorong kolaborasi lintas rumah ibadah dalam pelaksanaan program pemberdayaan pemuda yang digagas Pemerintah Kota Surabaya. Langkah ini dinilai penting agar program tersebut dapat menjangkau lebih luas dan tepat sasaran di masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, mengatakan bahwa program pemberdayaan pemuda, khususnya bagi generasi Z, tidak bisa berjalan sendiri tanpa keterlibatan berbagai elemen, termasuk komunitas keagamaan dari berbagai rumah ibadah.
Menurutnya, DPRD Surabaya telah menerima kunjungan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surabaya untuk membahas peluang kolaborasi ke depan, termasuk upaya memakmurkan rumah ibadah sekaligus memperkuat pembinaan generasi muda.
“Program pemberdayaan pemuda tidak boleh eksklusif hanya untuk satu kelompok. Semua pemuda lintas agama harus memiliki akses yang sama,” ujar Fathoni.
Ia menegaskan, sinergi tidak hanya terbatas pada masjid, tetapi juga melibatkan seluruh rumah ibadah seperti gereja, vihara, pura, dan klenteng. Hal ini dilakukan agar program dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.
Sementara itu, Pemerintah Kota Surabaya pada 2026 telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 juta per bulan untuk pemberdayaan pemuda di setiap RW, dengan total anggaran mencapai sekitar Rp47 miliar. Dana tersebut difokuskan pada kegiatan kreatif, inovatif, dan produktif berbasis komunitas, bukan individu.
Program ini dijalankan melalui mekanisme Musrenbang, di mana setiap RW diwajibkan mengajukan proposal kegiatan yang memiliki dampak nyata bagi lingkungan. Pelaksanaannya juga berada dalam pengawasan inspektorat dan kecamatan guna memastikan transparansi serta mencegah penyalahgunaan anggaran.
Fathoni menambahkan, keterlibatan komunitas keagamaan menjadi kunci agar program pemerintah dapat menyentuh basis masyarakat secara langsung, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang inklusif, produktif, dan berdaya saing.
Dengan kolaborasi antara DPRD, pemerintah kota, dan seluruh elemen rumah ibadah, diharapkan program pemberdayaan pemuda tidak hanya berdampak administratif, tetapi juga mampu menciptakan generasi muda Surabaya yang memiliki nilai kebersamaan dan toleransi yang kuat.(chm)
Load more