News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Panic Buying BBM Pertamina dan Malapraktik Followership: Mengapa Maaf Saja Tidak Cukup?

Antrean mengular di SPBU Pertamina Jember, Medan, hingga Aceh bukan terjadi secara alami. Fenomena panic buying yang melanda berbagai pelosok negeri dalam ... -
Minggu, 8 Maret 2026 - 12:34 WIB
Pengemudi ojek online (ojol) sedang mengantre BBM di SPBU Pertamina.
Sumber :
  • Pertamina

 

Oleh: Muhsin Budiono Kepala Bidang Media dan Komunikasi Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB); Pakar Followership Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Muhsin Budiono Nurhadi, Pakar Followership Indonesia; Kepala Bidang Hubungan Antar-Inter Lembaga, Media dan Komunikasi - FSPPB
Muhsin Budiono Nurhadi, Pakar Followership Indonesia; Kepala Bidang Hubungan Antar-Inter Lembaga, Media dan Komunikasi - FSPPB
Sumber :
  • Istimewa

  Antrean mengular di SPBU Pertamina Jember, Medan, hingga Aceh bukan terjadi secara alami. Fenomena panic buying yang melanda berbagai pelosok negeri dalam beberapa hari terakhir adalah manifestasi nyata dari apa yang disebut Douglas Walton sebagai Appeal to Fear. 

Appeal to Fear adalah sebuah galat logika di mana perhatian massa diraih dengan cara menyuntikkan rasa takut secara ekstrem.

Pemicunya spesifik: Unggahan video Nola Hariadi, seorang influencer (pemengaruh) di media sosial dengan latar belakang jurnalis dan news anchor salah satu media nasional. 

Nola membangun narasi kontras yang eksplosif: Direksi Pertamina bermewah-mewahan di hotel berbintang saat ketahanan BBM nasional diklaim hanya tersisa 20 hari.

Secara psikologis, mengacu pada Affective Intelligence Theory (Marcus, 2000), rasa takut memicu sistem pengawasan otak yang membuat orang berhenti berpikir rasional dan beralih ke mode bertahan hidup (survive). 

Walhasil, masyarakat menyerbu SPBU bukan karena BBM benar-benar habis, tapi karena ketakutan kehilangan akses energi.

Jika dibedah dengan teori followershipnya Robert Kelley, Nola telah memicu lahirnya passive followers—masyarakat yang bertindak impulsif tanpa verifikasi mandiri karena digerakkan oleh teror informasi.

Dalam relasi kepemimpinan opini dan kepengikutan (followership) publik ini adalah kegagalan sistemik. 

Fenomena panic buying yang dipicu unggahan Nola adalah manifestasi nyata yang dari teori courageous follower disebut sebagai hilangnya critical thinking akibat fear mongering.

Sebagai seorang pemengaruh yang memiliki latar belakang jurnalis, Nola memiliki atribut kepemimpinan opini. Ia merupakan "pemimpin" bagi followersnya di media sosial. 

Masalahnya, ia justru mempraktikkan toxic leadership dengan menyebarkan fitnah Pertamina dan narasi kontras diatas.

Ancaman Distribusi dan Stabilitas Nasional

Ilustrasi SPBU Pertamina.
Ilustrasi SPBU Pertamina.
Sumber :
  • Pertamina

Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) memandang disinformasi di sektor energi bukan sekadar masalah komunikasi, melainkan ancaman serius terhadap ketahanan nasional. 

Perlu dipahami, panic buying mengakibatkan disrupsi pola distribusi normal. Ketika konsumsi melonjak secara tidak wajar di satu titik akibat hoaks, tangki penyimpanan di SPBU terkuras lebih cepat dari jadwal pengisian rutin. 

Akibatnya, Pertamina harus melakukan intervensi distribusi darurat yang memakan biaya logistik tinggi dan menguras energi para pekerja di lapangan hanya untuk memadamkan "api" yang diciptakan oleh jempol yang ceroboh dan konten sesat.

Disinformasi di sektor energi adalah bentuk sabotase terhadap stabilitas ekonomi rakyat.

Provokasi dan Panik Moral

Nola tak berhenti pada salah kutip angka. Ia melakukan pembunuhan karakter institusional dengan menarasikan bahwa data Pertamina hanyalah laporan "Asal Bapak Senang" (ABS) dan asal masyarakat tenang. Puncaknya adalah kalimat provokatif agar masyarakat bersiap "jalan kaki" pasca-Lebaran.

Secara sosiologis, menurut Stanley Cohen, ini adalah upaya menciptakan Moral Panic, di mana sebuah institusi didefinisikan sebagai ancaman bagi kelangsungan hidup masyarakat melalui narasi "kiamat energi".

Nola mungkin akan berkelit bahwa angka "20 hari" tersebut bersumber dari pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait dampak konflik Iran-Israel. Namun, di situlah letak kegagalan profesionalismenya.

Seorang jurnalis seharusnya mampu membedakan—dan menjelaskan kepada publik—antara "kapasitas storage" (yang memang secara historis berada di kisaran 20-25 hari) dengan "kelangkaan stok".

​Menteri Bahlil bicara tantangan geopolitik dan kapasitas infrastruktur; Nola mendistorsinya menjadi narasi instruksi untuk "siap-siap jalan kaki" karena BBM tak ada lagi.

Bahlil bicara data makro; Nola membumbuinya dengan tuduhan ketidakjujuran informasi. 

Jika jurnalis justru ikut membakar paviliun yang sudah berasap demi sebuah engagement atau kepentingan tertentu, maka itu adalah pengkhianatan terhadap mandat profesi.

Luka Lama dan Budaya Tanpa Konsekuensi

PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, meninjau kualitas BBM di SPBU.
PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, meninjau kualitas BBM di SPBU.
Sumber :
  • Pertamina

Kasus ini adalah deja vu pahit dari hoaks "BBM Oplosan" yang juga belum lama ini menghantam Pertamina Patra Niaga. 

Polanya identik: informasi sesat dipantik pihak berotoritas, viral, menghancurkan reputasi, namun berakhir tanpa akuntabilitas. Tanpa kejelasan siapa yang bertanggungjawab atas fitnah dan kekacauan yang terjadi.

Apa yang dilakukan Nola adalah praktik nyata dari The Culture of Fear dari tulisannya Glassner, di mana tokoh publik menggunakan ketakutan untuk tujuan komersial atau sekadar mencari panggung.

Kini, Nola hanya menawarkan video minta maaf 60 detik. Katanya khilaf. Padahal sebab kedunguan yang terlanjur viral.

Perlu digarisbawahi, dalam dunia jurnalisme dan komunikasi publik, "khilaf" yang memicu kekacauan massa nasional bukanlah sekadar salah ketik atau salah ucap—itu adalah malapraktik. 

Dan kata "Maaf" adalah komoditas paling murah di media sosial, namun ia tak punya nilai tukar untuk membayar kerugian yang telah timbul.

Maaf tak bisa mengisi kembali tangki-tangki bensin yang ludes karena kepanikan. Ia tidak bisa mengganti biaya logistik ekstra yang harus dikerahkan Pertamina demi menenangkan psikologi massa. 

Dan yang paling fatal, maaf sama sekali tak bisa menghapus fitnah keji bahwa informasi resmi BUMN sekelas Pertamina hanyalah produk kebohongan.

​Kita tak boleh lagi membiarkan sejarah berulang, seperti pada skandal hoaks "BBM Oplosan" yang dulu merusak reputasi Pertamax tanpa ada satu pun pihak yang bertanggung jawab nyata. 

Pertamina adalah benteng ketahanan energi nasional; menyerangnya dengan fear mongering yang terukur adalah bentuk sabotase terhadap stabilitas sosial.

Kepercayaan publik itu ibarat kaca; sekali pecah karena provokasi, ia tak bisa direkatkan kembali hanya dengan video klarifikasi singkat. Kita menagih sanksi, bukan sekadar basa-basi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketahanan energi nasional terlalu mahal untuk dikorbankan demi birahi "pansos" dan ego seorang influencer yang ingin terlihat hebat dengan menebar info sesat.

Disclaimer: Artikel ini telah melalui proses editing yang dipandang perlu sesuai kebijakan redaksi tvOnenews.com. Namun demikian, seluruh isi dan materi artikel opini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Waktunya Tata Ulang Portofolio Anda, Cek Ramalan Keuangan Zodiak Capricorn 26 September 2026 di Sini!

Waktunya Tata Ulang Portofolio Anda, Cek Ramalan Keuangan Zodiak Capricorn 26 September 2026 di Sini!

Capricorn akan merasakan bahwa dedikasi serta konsistensi yang ditunjukkan selama beberapa bulan terakhir mulai membuahkan hasil nyata pada 26 September 2026.
Reaksi Berkelas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi soal Sorotan Media Inggris yang Sebut Dirinya Alternatif di Peta Pilpres 2029

Reaksi Berkelas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi soal Sorotan Media Inggris yang Sebut Dirinya Alternatif di Peta Pilpres 2029

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menjawab sorotan media Inggris, Financial Times terkait dirinya cocok menjadi calon presiden alternatif di Pilpres 2029.
Terima Kasih FIFA! Timnas Indonesia Ketiban Berkah Jika Kalahkan Singapura Hari Ini, Garuda OTW Melejit di Ranking Dunia

Terima Kasih FIFA! Timnas Indonesia Ketiban Berkah Jika Kalahkan Singapura Hari Ini, Garuda OTW Melejit di Ranking Dunia

Timnas Indonesia punya kesempatan menambah poin ranking FIFA saat menghadapi Singapura. Duel Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 digelar di GBK pada Jumat (25/9/2026).
Belum Juga Keluar Keringat, Kekuatan Timnas Indonesia Sudah Bikin Lawan di FIFA ASEAN Cup 2026 Ketar-Ketir: Mereka Berbeda dari Sebelumnya

Belum Juga Keluar Keringat, Kekuatan Timnas Indonesia Sudah Bikin Lawan di FIFA ASEAN Cup 2026 Ketar-Ketir: Mereka Berbeda dari Sebelumnya

Timnas Indonesia dapat pengakuan dari pelatih Singapura, Gavin Lee, jelang FIFA ASEAN Cup 2026. Ia menyebut skuad Garuda lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
Kerugian Kebakaran Gudang di Karet Kuningan Capai Rp1 Miliar

Kerugian Kebakaran Gudang di Karet Kuningan Capai Rp1 Miliar

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan (Gulkarmat) menaksir kerugian kebakaran gudang penyimpanan peralatan di Jalan Anggrek II No. 8 RT 08/RW 02, Karet Kuningan, Setiabudi, mencapai sekitar Rp1 miliar.
Begini Kondisi Ferdy Sambo Sekarang yang Menempati Lapas Kelas II A Cibinong, Tempat yang Baru Saja Disidak Ombudsman

Begini Kondisi Ferdy Sambo Sekarang yang Menempati Lapas Kelas II A Cibinong, Tempat yang Baru Saja Disidak Ombudsman

Kabar Ombudsman sidak Lapas Cibinong, merupakan tempat Ferdy Sambo ditahan saat ini. Lantas bagaimana kondisinya sekarang? Simak penjelasan di bawah ini

Trending

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Laos dan Myanmar Buka Divisi 2 dengan Kemenangan

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Laos dan Myanmar Buka Divisi 2 dengan Kemenangan

Divisi 2 FIFA ASEAN Cup 2026 digelar di Hong Kong dengan penampilan dua pertandingan dari Grup A dan Grup B. 
Beredar Surat Pemberitahuan Pemadaman Internet pada 25-27 September 2026, Kemkomdigi: Hoax

Beredar Surat Pemberitahuan Pemadaman Internet pada 25-27 September 2026, Kemkomdigi: Hoax

Beredar surat pemberitahuan soal pemadaman internet yang akan terjadi pada 25-27 September 2026. Kemkomdigi memastikan informasi tersebut merupakan hoax.
Begini Kondisi Ferdy Sambo Sekarang yang Menempati Lapas Kelas II A Cibinong, Tempat yang Baru Saja Disidak Ombudsman

Begini Kondisi Ferdy Sambo Sekarang yang Menempati Lapas Kelas II A Cibinong, Tempat yang Baru Saja Disidak Ombudsman

Kabar Ombudsman sidak Lapas Cibinong, merupakan tempat Ferdy Sambo ditahan saat ini. Lantas bagaimana kondisinya sekarang? Simak penjelasan di bawah ini
Ribuan Penikmat Punk Rock Bersiap ‘Mudik’ ke Yogyakarta Akhir September ini untuk Saksikan Penampilan 23 Musisi

Ribuan Penikmat Punk Rock Bersiap ‘Mudik’ ke Yogyakarta Akhir September ini untuk Saksikan Penampilan 23 Musisi

Ribuan penikmat musik punk rock dari berbagai daerah di Indonesia bersiap untuk berkumpul di Yogyakarta akhir September 2026 untuk menyaksikan perhelatan musik
Ferdy Sambo Disebut Lebih Aktif di Gereja Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar: Tidak Ada Temuan Eks Kadiv Propam Nikmati Fasilitas "Khusus"

Ferdy Sambo Disebut Lebih Aktif di Gereja Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar: Tidak Ada Temuan Eks Kadiv Propam Nikmati Fasilitas "Khusus"

Ditjenpas Jawa Barat menyebut tidak ada temuan atau informasi bahwa eks Kadiv Propam Polri menikmati fasilitas “khusus” di Lapas Kelas II A Cibinong, Kabupaten Bogor.
Sukses Bawa Pulang Medali Emas Asian Games 2026, Kerja Keras Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia dapat Apresiasi dari PBSI

Sukses Bawa Pulang Medali Emas Asian Games 2026, Kerja Keras Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia dapat Apresiasi dari PBSI

Keberhasilan Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia meraih medali emas Asian Games 2026 mendapatkan apresiasi dari PBSI.
Perkuat Kelembagaan, PP-IPPAT Perluas Sekretariat

Perkuat Kelembagaan, PP-IPPAT Perluas Sekretariat

Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PP-IPPAT) melaksanakan rangkaian Syukuran HUT IPPAT ke-39 yang dirangkaikan dengan Peresmian Perluasan Sekretariat PP-IPPAT.
Selengkapnya

Viral