Mojtaba, Aura dan Horison Imaji
- Istimewa
Itulah yang disebut filsuf Perancis, Hans-Georg Gadamer, sebagai ‘horizon’. Baginya dalam Truth and Method (1960), "Horizon is the range of vision that includes everything that can be seen from a particular vantage point. “Horizon adalah cakupan pandangan yang meliputi segala sesuatu yang dapat dilihat dari suatu titik pandang tertentu."
Horizon bukanlah sekadar sudut pandang pribadi, melainkan seluruh latar yang membentuk cara seseorang memahami dunia, termasuk sejarah, bahasa, budaya, tradisi, pendidikan, pengalaman hidup, hingga pengalaman dan pelajaran politik. Sehingga leksikon pemahaman itu secara simultan menembus ribuan tahun kesejarahan. Sekaligus pada saat yang bersaaman menghujam keras hingga ke palung kesadaran sebuah komunitas atau masyarakat.
Selanjutnya yang menarik bagi Gadamer adalah karakteristik horizon yang tidak kaku. Justru berubah-ubah. Ada fleksibilatas dalam hal ini. Sehingga pemahaman dan pemaknaan dari individu, publik hingga bangsa memiliki “ruang imajinasi” baru. Itulah yang membuat horizon dapat membentang melampaui masa yang sangat silam hingga ke tahun 2026 ini.
Maka dari itu dalam konteks Gademer, Mojtaba adalah ruang imajinasi baru rakyat Iran, yang sedang bersama-sama menulis dengan tinta dan buku sejarah yang baru. Penulis tentu tidak mempunyai kemampuan nujum untuk tahu apa yang judul buku yang ditulis oleh bangsa Iran saat ini. Tapi yang penulis yakini adalah tema judul buku dalam mengisi halaman horizon imaji itu, adalah kebangkitan! Tak terbantahkan.
Kebangkitan, adalah sebuah tema yang ditulis dengan tinta duka, darah, amarah dan kebanggaan sebagai sebuah entitas yang satu padu. Membuatnya menjadi sebuah karya tulis yang jujur, berani, dan autentik. Horizon imaji yang menjadi landscape masa depan yang penuh dengan tabula rasa, menjadi kanvas baru bagi harapan filosofis, politik, agama dan spiritual.
Penutup, diluar konteks kapasitas militer, betapa luar biasa dan mengerikannya jika berteman atau bermusuhan dengan sebuah bangsa yang memiliki cakrawala kesadaran dan horizon imaji yang autentik seperti itu.
Ali Khamenei telah wafat. Mojtaba telah menjabat. Rakyat Iran bersiap menggugat!
Load more