Gelombang Serangan AS Kembali Hantam Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Wilayah Selatan
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Gelombang serangan militer Amerika Serikat kembali menghantam Iran. Sejumlah ledakan dilaporkan terjadi di berbagai wilayah selatan negara tersebut pada Minggu (12/7/2026) dini hari.
Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya tiga ledakan terjadi di Bandar Abbas, dua ledakan di Sirik, dua ledakan di sekitar Chabahar, serta lebih dari 10 ledakan di Jask, Provinsi Hormozgan.
Tak hanya itu, ledakan juga dilaporkan terdengar di Asaluyeh dan Bandar Dayyer. Sementara itu, sebuah barak militer di bagian selatan Provinsi Bushehr dikabarkan menjadi sasaran serangan udara.
Ledakan lainnya juga terjadi di Desa Shah Abdollah di wilayah selatan Provinsi Khuzestan. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka akibat rentetan serangan tersebut.
Kantor berita Mehr mengutip seorang pejabat Provinsi Khuzestan yang menyebut Kota Hendijan, Mahshahr, dan Abadan turut menjadi sasaran serangan.
Selain itu, suara ledakan juga dilaporkan terdengar di Pulau Qeshm.
Serangan terbaru ini terjadi setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan gelombang ketiga operasi militernya terhadap Iran dalam sepekan.
Dalam keterangannya, CENTCOM menyebut operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas dugaan serangan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terhadap sebuah kapal kontainer berbendera Siprus di Selat Hormuz.
Menurut CENTCOM, operasi militer itu bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam melancarkan serangan terhadap kapal-kapal niaga yang melintasi jalur pelayaran strategis di kawasan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran terkait klaim terbaru yang disampaikan pihak Amerika Serikat mengenai operasi militer tersebut. (Ant/cmi)
Load more