Pernah Bawa Timnas Indonesia Juara Piala AFF, Pemain Ini Justru Tak Pernah Dipanggil Shin Tae-yong lagi, Semua Itu Karena...
Bawa Timnas Indonesia meraih gelar Piala AFF U-22 di Kamboja, Osvaldo Haay harus menelan pil pahit setelah kini tak lagi jadi pilihan dari pelatih Shin Tae-yong
tvOnenews.com - Setelah sempat membawa Timnas Indonesia meraih gelar Piala AFF U-22 di Kamboja, penyerang muda Timnas Indonesia, Osvaldo Haay harus menelan pil pahit setelah dirinya kini tak lagi menjadi pilihan dari pelatih Shin Tae-yong.
Nama dari Osvaldo Haay sempat mencuat saat dia tampil sangat impresif membela Timnas Indonesia di ajang SEA Games 2019 di Filipina lalu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Osvaldo Haay berhasil mencuri perhatian pecinta sepak bola Indonesia saat tampil apik sepanjang turnamen antar negara ASEAN itu.
Di final, Osvaldo Haay berhasil mencetak dua gol kemenangan skuad garuda muda yang saat itu menaklukan Thailand dengan skor 2-1.
Tak heran performa impresif dari Osvaldo Haay membuatnya digadang-gadang menjadi penyerang andalan Indonesia di masa depan.
Sayangnya, sampai dengan saat ini Shin Tae-yong tidak pernah lagi memanggil Osvaldo Haay untuk memperkuat skuad garuda.
Bukan tanpa alasan, dikabarkan kalau ternyata hal tersebut karena ulah dari Osvaldo Haay sendiri.
Diketahui kalau Osvaldo Haay pernah menolak panggilan dari pelatih Shin Tae-yong untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia di Jakarta pada tahun 2021.
Saddil Ramdani, Osvaldo Haay dan Sani Rizki Fauzi Sumber : Instagram
Namun, bukannya datang untuk mengikuti pemusatan latihan itu, Osvaldo Haay justru tidak memenuhi panggilan dari Shin Tae-yong.
Hal itu lah yang dianggap menjadi salah satu alasan mengapa pelatih Shin Tae-yong sampai dengan saat ini tidak lagi memanggil Osvaldo Haay untuk memperkuat Timnas Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Saya tidak menyertakan nama Osvaldo Haay dalam pemanggilan timnas Indonesia karena dia menolak untuk bergabung dalam pemusatan latihan pada 19 september 2021," Kata Shin Tae-yong dikutip dari laman PSSI.
"Ia mengklaim dirinya sedang sakit, tapi tidak memberi tahu saya secara langsung. Karena sebagai pemain mereka harus bertanggung jawab dan memiliki disiplin yang tinggi, terutama saat mereka dipanggil untuk bergabung dengan timnas," tambahnya.
Seluruh perjalanan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta dipastikan dalam keadaan selamat dan aman pascagempa yang mengguncang wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya pada Sabtu (27/6), 14.48 WIB.
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah menjangkau dan melayani 23,3 juta nasabah PNM Mekaar di seluruh Indonesia, ini upaya meneguhkan peran sebagai lembaga pemberdayaan yang hadir untuk membuka akses pembiayaan dan pendampingan bagi masyarakat.
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengungkap lima orang calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) meninggal dunia saat mengikuti pelaksanaan pelatihan dasar militer (Latsarmil).
Presiden Ketujuh Joko Widodo (Jokowi) mengaku berupaya memenuhi seluruh undangan yang diterimanya selama dua hari melakukan perjalanan di Provinsi Lampung.
Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Load more