Dulu Dilempari Telur Busuk di Korea, Kisah Perjalanan Shin Tae-yong Membawa Kebangkitan Timnas Indonesia
- tvonenews.com - Julio Tri Saputra
tvOnenews.com - Shin Tae-yong, pelatih Timnas Indonesia adalah salah satu figur penting yang tengah menjadi perbincangan hangat di dunia sepak bola nasional.
Di balik kesuksesannya dalam membangun dan mengangkat prestasi Timnas Indonesia, Shin Tae-yong ternyata pernah mengalami masa sulit dalam kariernya.
Peristiwa dilempari telur hingga guling oleh pendukung sepak bola terjadi saat ia masih melatih Timnas Korea Selatan.
Kini, pengalaman pahit itu sebagai motivasi untuk terus berprestasi.
Namun, perjalanan STY hingga akhirnya mencapai kesuksesan di Indonesia tidaklah mudah.
Peristiwa memalukan tersebut terjadi pada tahun 2018, ketika Shin Tae-yong menjadi pelatih tim nasional Korea Selatan.
Ia memimpin tim tersebut di Piala Dunia 2018, sebuah turnamen paling bergengsi dalam dunia sepak bola yang diadakan di Rusia.
Meskipun Korea Selatan berhasil mengalahkan Jerman, juara bertahan Piala Dunia kala itu, kemenangan tersebut tidak cukup untuk membuat Korea Selatan lolos ke babak 16 besar.
Sebagai konsekuensi dari hasil ini, Shin Tae-yong dan para pemainnya harus menerima kritik tajam dari para pendukung dan media Korea Selatan.
Sekembalinya dari Rusia, STY bersama tim Korea Selatan justru mendapat sambutan yang tidak mengenakkan.
Sejumlah pendukung kecewa dengan kegagalan tersebut, dan melemparkan telur serta guling ke arah mereka sebagai bentuk protes.
Peristiwa ini tentu menjadi salah satu momen terberat dalam karier Shin Tae-yong sebagai pelatih.
Awal Karier Shin Tae-yong di Timnas Indonesia
Setelah masa kelam tersebut, Shin Tae-yong sempat menganggur sebelum akhirnya menerima tawaran dari PSSI untuk menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia pada akhir tahun 2019.
Penunjukan STY oleh Ketua Umum PSSI saat itu, Mochamad Iriawan atau yang akrab dipanggil Iwan Bule, adalah langkah untuk membawa angin segar bagi sepak bola Indonesia.
Shin Tae-yong datang dengan membawa harapan besar.
Ia bukan hanya memiliki pengalaman sebagai pelatih di level internasional, tetapi juga membawa filosofi permainan modern yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas permainan.
Meski awalnya sempat diragukan oleh sebagian pihak, STY perlahan tapi pasti mulai menunjukkan perubahan signifikan dalam skuad Garuda.
Load more