Serba-serbi Offside, Aturan Sepak Bola yang Paling Sering Bikin Bingung
- Dibuat oleh Gemini AI
tvOnenews.com - Di antara sekian banyak regulasi dalam sepak bola, aturan offside menempati kasta tertinggi sebagai hal yang paling sering memicu perdebatan sengit, baik di ruang keluarga maupun tribune stadion.
Bagi penonton kasual atau pemula, aturan ini kerap terasa bagaikan teka-teki labirin yang membingungkan. Mengapa sebuah gol indah yang tampak bersih bisa mendadak dianulir oleh wasit?
Secara filosofis, hukum ke-11 dalam Laws of the Game milik IFAB ini diciptakan agar permainan tetap berjalan dinamis dan adil.
Tanpa aturan terssebut, seorang penyerang bisa dengan mudah "berkemah" di depan gawang lawan sepanjang laga demi menunggu umpan matang.
Namun, penerapannya di lapangan melibatkan banyak variabel yang sering kali mengernyitkan dahi penonton.
Berikut adalah serba-serbi aturan offside yang wajib kamu pahami agar tidak lagi salah paham saat menonton pertandingan.
1. Momen operan, bukan menerima bola
Salah kaprah terbesar penonton adalah menilai posisi offside saat pemain menyentuh bola. Padahal, wasit dan hakim garis hanya melihat posisi penyerang tepat pada detik ketika bola ditendang oleh rekan setimnya.
Jika pada momen krusial tersebut sang penyerang berdiri sejajar dengan bek lawan, ia bebas berlari mengejar bola ke mana saja, bahkan jika ia sudah berada sendirian di depan kiper saat menerima umpan.
2. Anggota tubuh mana yang dihitung?
Garis imajiner offside ditarik berdasarkan bagian tubuh yang bisa digunakan untuk mencetak gol secara sah. Artinya, kepala, dada, paha, dan kaki yang melewati batas pertahanan lawan akan langsung memicu pelanggaran.
Sebaliknya, tangan dan lengan sama sekali tidak dihitung karena bagian tersebut dilarang menyentuh bola. Jadi, ujung jempol kaki yang melampaui bek terakhir sudah cukup untuk membatalkan sebuah gol.
3. Keterlibatan aktif vs pasif
Berdiri di posisi offside sebenarnya bukanlah sebuah pelanggaran hukum. Pemain hanya akan ditiup peluitnya jika mereka terlibat aktif dalam permainan.
Keterlibatan ini bisa berupa menyentuh bola, menghalangi pandangan penjaga gawang, atau melakukan pergerakan fisik yang mengganggu konsentrasi bek.
Jika pemain yang berada di posisi offside hanya diam atau berjalan menjauh tanpa memengaruhi jalannya bola, wasit akan mengabaikannya (offside pasif).
Load more