News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Eks Pelatih Timnas Vietnam Park Hang-seo Jadi Korban Rasisme, PSSI-nya Thailand Buka Suara

Eks pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-seo, menjadi korban dugaan penghinaan rasial di Liga Thailand. Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) merespons beri langkah.
Selasa, 3 November 2026 - 08:20 WIB
Park Hang-seo, pelatih Kanchanaburi FC.
Sumber :
  • Facebook Kanchanaburi Power FC

tvOnenews.com - Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi menyusul dugaan tindakan rasisme yang dialami Park Hang-seo, mantan pelatih Timnas Vietnam, dalam sebuah pertandingan di Liga 2 Thailand.

FAT menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk diskriminasi dan berjanji mengambil tindakan tegas terhadap pelaku sesuai regulasi yang berlaku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada tanggal 2, FAT menerbitkan pernyataan melalui situs resmi mereka dengan tajuk "Penentangan terhadap Semua Bentuk Rasisme di Stadion Sepak Bola dan Komunitas Sepak Bola." Pernyataan tersebut menjadi respons atas insiden penghinaan bernuansa rasial yang terjadi setelah pertandingan antara Kanchanaburi Power FC dan Pattaya United.

Mantan pelatih Vietnam, Park Hang-seo
Mantan pelatih Vietnam, Park Hang-seo
Sumber :
  • Kanchanaburi Power FC

Dalam pernyataan resminya, FAT menegaskan, "Kami menentang tindakan rasisme yang terjadi di semua area yang terkait dengan sepak bola, termasuk di dalam dan sekitar stadion dan di media sosial," menambahkan, "Perilaku seperti itu merusak semangat sportivitas dan seharusnya tidak memiliki tempat di komunitas sepak bola."

FAT juga mengungkapkan bahwa Presiden FAT, Naurapan Lamsam, telah memberikan instruksi khusus kepada departemen operasional kompetisi untuk menangani insiden serupa. Asosiasi meminta pengumpulan bukti dilakukan dan proses pemeriksaan segera dijalankan berdasarkan peraturan yang berlaku.

Pernyataan tersebut berkaitan dengan insiden yang melibatkan Park Hang-seo saat mendampingi Kanchanaburi Power FC menghadapi Pattaya United. Dalam pertandingan tandang pekan kesembilan Divisi Kedua Thailand musim 2026-2027 yang berlangsung di Stadion Nong Pru, Chonburi, pada 1 November, kedua tim bermain imbang 2-2.

Namun, situasi memanas setelah pertandingan berakhir. Ketika pelatih asal Korea Selatan itu berjalan menuju ruang ganti, seseorang yang diduga merupakan suporter tim tuan rumah terdengar berulang kali melontarkan hinaan bernada rasial, termasuk menyebut istilah "Kimchi Man" disertai sejumlah kata kasar.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan Park sempat meletakkan jari di depan bibir sebagai isyarat agar suporter tersebut berhenti melontarkan hinaan.

Akan tetapi, karena ejekan terus berlanjut, Park akhirnya menunjukkan protes keras. Sejumlah petugas yang berada di sekitar lokasi kemudian menahan Park agar situasi tidak berkembang menjadi bentrokan fisik.

Insiden tersebut ternyata tidak hanya menimpa Park Hang-seo. John Baggio, pemain asing Kanchanaburi Power FC, juga dilaporkan menjadi sasaran komentar menghina yang menyinggung penampilan fisik dan rasnya.

Merespons kejadian tersebut, Kanchanaburi Power FC langsung menyampaikan sikap tegas melalui pernyataan resmi bertajuk "KATAKAN TIDAK PADA RASISME." Klub tersebut menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk tindakan diskriminatif di lingkungan sepak bola.

Selain menyampaikan kecaman, FAT turut memaparkan ketentuan sanksi disiplin bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan tindakan rasisme. Berdasarkan regulasi asosiasi, pemain yang melakukan penghinaan bernuansa rasial dapat dijatuhi larangan bermain selama satu hingga tiga pertandingan serta denda sebesar 10.000 hingga 60.000 baht, atau sekitar Rp5,38 juta hingga Rp32,3 juta.

Sementara itu, ofisial tim yang terbukti melakukan pelanggaran serupa dapat dikenai skorsing selama dua pertandingan dan denda antara 10.000 hingga 40.000 baht, setara dengan sekitar Rp5,38 juta hingga Rp21,5 juta.

FAT juga memberikan perhatian khusus terhadap perilaku suporter di stadion. Penonton yang terbukti melontarkan hinaan rasis atau melakukan tindakan diskriminatif, baik sebelum maupun setelah pertandingan, dapat dikenai denda sebesar 10.000 hingga 30.000 baht atau sekitar Rp5,38 juta hingga Rp16,1 juta.

Apabila tindakan tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh beberapa orang, besaran denda dapat meningkat menjadi 20.000 hingga 40.000 baht, setara dengan sekitar Rp10,76 juta hingga Rp21,52 juta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sanksi yang lebih berat juga menanti pelaku yang menggunakan pengeras suara atau siaran langsung daring untuk menyebarkan ujaran rasis. Pelanggaran tersebut dapat berujung pada denda sebesar 30.000 hingga 50.000 baht, atau sekitar Rp16,1 juta hinggaRp26,9 juta. Selain itu, pelaku juga berpotensi dilarang membawa peralatan terkait ke stadion selama satu hingga empat pertandingan.

Dengan diterbitkannya pernyataan resmi tersebut, FAT telah menegaskan komitmennya untuk menindak segala bentuk rasisme dalam sepak bola Thailand. Kini, perhatian tertuju pada proses pengumpulan bukti dan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan tindakan disipliner terhadap pihak yang terlibat dalam insiden yang menimpa Park Hang-seo dan John Baggio.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Michael Carrick Tak Cemas Dipecat Manchester United Jelang Laga Kontra AS Roma di Liga Champions

Michael Carrick Tak Cemas Dipecat Manchester United Jelang Laga Kontra AS Roma di Liga Champions

Pelatih Manchester United, Michael Carrick, tidak mencemaskan rumor pemecatannya menjelang laga kontra AS Roma. Dia tetap fokus menghadapi pertandingan Liga Champions ini.
Panjat Tebing Dicoret dari SEA Games 2027, FPTI Sebut Indonesia Terancam Kehilangan Banyak Medali Emas

Panjat Tebing Dicoret dari SEA Games 2027, FPTI Sebut Indonesia Terancam Kehilangan Banyak Medali Emas

Peluang Indonesia meraup pundi-pundi medali emas di SEA Games 2027 terancam berkurang setelah cabang olahraga panjat tebing dipastikan tidak masuk dalam daftar pertandingan. Hal ini pun amat disesalkan oleh Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI).
Megawati Hangestri Hadapi Ujian Berat dalam Debut Bersama Hyundai Hillstate di V-League

Megawati Hangestri Hadapi Ujian Berat dalam Debut Bersama Hyundai Hillstate di V-League

Megawati Hangestri menghadapi tantangan dalam debutnya bersama Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027 saat bertemu IBK Altos pada laga pembuka. (3/11)
Veda Ega Pratama Ketagihan Podium Setelah Sukses Jadi Runner Up Moto3 Malaysia 

Veda Ega Pratama Ketagihan Podium Setelah Sukses Jadi Runner Up Moto3 Malaysia 

Veda Ega Pratama bahkan merayakannya bersama keluarga yang menyaksikan langsung sejarah balapan Indonesia itu di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (1/11/2026) lalu. 
Satu WNI Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia Meninggal Dunia, WN Rusia dan Ukraina Jadi Tersangka

Satu WNI Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia Meninggal Dunia, WN Rusia dan Ukraina Jadi Tersangka

Tim Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri dan Dirres PPA-PPO Polda jajaran mengungkap fakta baru terkait kasus TPPO modus perekrutan WNI sebagai tentara bayaran di negara Rusia.
Teknologi Perkuat Profesionalisme Polri: Kecerdasan Buatan dan Big Data Jadi Kunci

Teknologi Perkuat Profesionalisme Polri: Kecerdasan Buatan dan Big Data Jadi Kunci

Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi menuntut institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk bergerak cepat melakukan adaptasi ..

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Presiden FAM Sebut Tujuh Pemain Keturunan Ilegal yang Selesaikan Sanksi FIFA Adalah Rakyat Malaysia

Presiden FAM Sebut Tujuh Pemain Keturunan Ilegal yang Selesaikan Sanksi FIFA Adalah Rakyat Malaysia

Presiden FAM yang juga CEO Liga Malaysia (MFL) ini memastikan para pemain tersebut tetap berstatus sebagai rakyat Malaysia setelah masa sanksi mereka resmi berakhir pada 1 November 2026 lalu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT