Eks Pelatih Timnas Vietnam Park Hang-seo Jadi Korban Rasisme, PSSI-nya Thailand Buka Suara
- Facebook Kanchanaburi Power FC
tvOnenews.com - Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi menyusul dugaan tindakan rasisme yang dialami Park Hang-seo, mantan pelatih Timnas Vietnam, dalam sebuah pertandingan di Liga 2 Thailand.
FAT menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk diskriminasi dan berjanji mengambil tindakan tegas terhadap pelaku sesuai regulasi yang berlaku.
Pada tanggal 2, FAT menerbitkan pernyataan melalui situs resmi mereka dengan tajuk "Penentangan terhadap Semua Bentuk Rasisme di Stadion Sepak Bola dan Komunitas Sepak Bola." Pernyataan tersebut menjadi respons atas insiden penghinaan bernuansa rasial yang terjadi setelah pertandingan antara Kanchanaburi Power FC dan Pattaya United.
- Kanchanaburi Power FC
Dalam pernyataan resminya, FAT menegaskan, "Kami menentang tindakan rasisme yang terjadi di semua area yang terkait dengan sepak bola, termasuk di dalam dan sekitar stadion dan di media sosial," menambahkan, "Perilaku seperti itu merusak semangat sportivitas dan seharusnya tidak memiliki tempat di komunitas sepak bola."
FAT juga mengungkapkan bahwa Presiden FAT, Naurapan Lamsam, telah memberikan instruksi khusus kepada departemen operasional kompetisi untuk menangani insiden serupa. Asosiasi meminta pengumpulan bukti dilakukan dan proses pemeriksaan segera dijalankan berdasarkan peraturan yang berlaku.
Pernyataan tersebut berkaitan dengan insiden yang melibatkan Park Hang-seo saat mendampingi Kanchanaburi Power FC menghadapi Pattaya United. Dalam pertandingan tandang pekan kesembilan Divisi Kedua Thailand musim 2026-2027 yang berlangsung di Stadion Nong Pru, Chonburi, pada 1 November, kedua tim bermain imbang 2-2.
Namun, situasi memanas setelah pertandingan berakhir. Ketika pelatih asal Korea Selatan itu berjalan menuju ruang ganti, seseorang yang diduga merupakan suporter tim tuan rumah terdengar berulang kali melontarkan hinaan bernada rasial, termasuk menyebut istilah "Kimchi Man" disertai sejumlah kata kasar.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan Park sempat meletakkan jari di depan bibir sebagai isyarat agar suporter tersebut berhenti melontarkan hinaan.
Akan tetapi, karena ejekan terus berlanjut, Park akhirnya menunjukkan protes keras. Sejumlah petugas yang berada di sekitar lokasi kemudian menahan Park agar situasi tidak berkembang menjadi bentrokan fisik.
Insiden tersebut ternyata tidak hanya menimpa Park Hang-seo. John Baggio, pemain asing Kanchanaburi Power FC, juga dilaporkan menjadi sasaran komentar menghina yang menyinggung penampilan fisik dan rasnya.
Merespons kejadian tersebut, Kanchanaburi Power FC langsung menyampaikan sikap tegas melalui pernyataan resmi bertajuk "KATAKAN TIDAK PADA RASISME." Klub tersebut menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk tindakan diskriminatif di lingkungan sepak bola.
Selain menyampaikan kecaman, FAT turut memaparkan ketentuan sanksi disiplin bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan tindakan rasisme. Berdasarkan regulasi asosiasi, pemain yang melakukan penghinaan bernuansa rasial dapat dijatuhi larangan bermain selama satu hingga tiga pertandingan serta denda sebesar 10.000 hingga 60.000 baht, atau sekitar Rp5,38 juta hingga Rp32,3 juta.
Sementara itu, ofisial tim yang terbukti melakukan pelanggaran serupa dapat dikenai skorsing selama dua pertandingan dan denda antara 10.000 hingga 40.000 baht, setara dengan sekitar Rp5,38 juta hingga Rp21,5 juta.
FAT juga memberikan perhatian khusus terhadap perilaku suporter di stadion. Penonton yang terbukti melontarkan hinaan rasis atau melakukan tindakan diskriminatif, baik sebelum maupun setelah pertandingan, dapat dikenai denda sebesar 10.000 hingga 30.000 baht atau sekitar Rp5,38 juta hingga Rp16,1 juta.
Apabila tindakan tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh beberapa orang, besaran denda dapat meningkat menjadi 20.000 hingga 40.000 baht, setara dengan sekitar Rp10,76 juta hingga Rp21,52 juta.
Sanksi yang lebih berat juga menanti pelaku yang menggunakan pengeras suara atau siaran langsung daring untuk menyebarkan ujaran rasis. Pelanggaran tersebut dapat berujung pada denda sebesar 30.000 hingga 50.000 baht, atau sekitar Rp16,1 juta hinggaRp26,9 juta. Selain itu, pelaku juga berpotensi dilarang membawa peralatan terkait ke stadion selama satu hingga empat pertandingan.
Dengan diterbitkannya pernyataan resmi tersebut, FAT telah menegaskan komitmennya untuk menindak segala bentuk rasisme dalam sepak bola Thailand. Kini, perhatian tertuju pada proses pengumpulan bukti dan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan tindakan disipliner terhadap pihak yang terlibat dalam insiden yang menimpa Park Hang-seo dan John Baggio.
Load more