GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kalahkan Jepang 1-0, Hector Souto Sebut Tak Akan Lakukan Perubahan saat Hadapi Argentina

Jelang laga melawan Argentina di 4 Nations World Series 2025, Hector Souto menyatakan akan menerapkan taktik seperti saat Indonesia menumbangkan Jepang 1-0
Jumat, 31 Januari 2025 - 07:44 WIB
Samuel Eko dan Hector Souto kelar laga Timnas Futsal Indonesia vs Jepang
Sumber :
  • tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto tak akan mengubah susunan tim saat bertemu Argentina dalam pertandingan kedua 4 Nations World Series 2025 di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, Sabtu pukul 18.30 WIB pekan ini.

Hector Souto menyatakan akan menerapkan taktik sama seperti saat Indonesia menumbangkan Jepang 1-0 pada Kamis, ketika melawan runner-up Piala Dunia Futsal 2024 yang baru saja menang 8-7 melawan Arab Saudi itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Timnas Futsal Indonesia hadapi Jepang di 4 Nations World Series 2025
Timnas Futsal Indonesia hadapi Jepang di 4 Nations World Series 2025
Sumber :
  • FFI

 

"Kita tahu bahwa Argentina memiliki pemain top. Semua pemain mereka sangat bagus. Mereka bermain di Eropa, di liga level pertama, di klub kuat," kata Souto pada jumpa pers pasca pertandingan, Kamis.

"Kita hanya perlu menjalani permainan bersama para pemain kita, dan membuat para pemain kita percaya pada diri sendiri, karena itu adalah faktanya," tambah dia.

Satu-satunya gol yang dicetak Indonesia kala menumbangkan Jepang dibuat Samuel Eko pada menit ke-29. Kemenangan ini adalah kemenangan pertama Indonesia dalam 4 Nations World Series.

Mengomentari permainan pemain-pemainnya, Souto merasa timnya semakin berkembang, apalagi setelah menjadi juara Piala AFF Futsal 2024.

"Saya percaya kepada pemain-pemain saya. Mereka hanya perlu lebih banyak pengalaman seperti ini, untuk mendapatkan yang terbaik. Sekarang kita semakin berkembang, menurut saya," kata pelatih asal Spanyol tersebut.

Hal senada diutarakan oleh pelatih Jepang Kensuke Takahashi. 
Mantan pelatih timnas futsal Indonesia itu merasa tim Garuda yang sebagian pernah dilatihnya tumbuh pesat.

"Saat saya masih menjadi pelatih Indonesia, para pemain masih berumur 21-23 tahun, tapi setelah beberapa tahun mereka tumbuh berkembang dengan sangat bagus, saya merasa terkejut," kata Kensuke yang pernah melatih Indonesia pada 2018 sampai 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kensuke mengaku pertandingan melawan Indonesia adalah pengalaman yang bagus untuk timnya yang dalam turnamen ini banyak diisi oleh pemain muda.

"Pemain mereka juga beberapa yang telah berpengalaman, dan sebagian pemain kami adalah pertandingan pertama mereka bersama Jepang, tapi ini pengalaman yang sangat bagus bagi mereka, dan ini kesempatan bagi pemain-pemain muda kami," tutup Kensuke.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

SN tercatat overstay selama 248 hari sehingga diduga melanggar Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman mengungkap Timnas Indonesia sedang memantau pemain diaspora dari Jerman, Belanda, Australia hingga Amerika Serikat untuk masa depan skuad Garuda.
Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Polisi memindahkan penahanan oknum kiai cabul, Ashari (51), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati ke Polda Jateng dengan alasan keamanan.
Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jawa Timur menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) di Balai Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Petugas menemukan SN dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.50 WIB saat melakukan pemeriksaan rutin di ruang detensi.
Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Pihak SMAN 1 Sambas mengeluarkan pernyataan sikap yang salah satu poinnya meminta agar panitia lomba cerdas cermat (LCC) 4 pilar MPR untuk pulihkan nama baik.
background

Pekan ke-33

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT