GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gelandang Muda Spanyol Ini Ternyata Masih Menyesal Gara-gara Andres Iniesta!

Gelandang tim nasional Spanyol sekaligus andalan Barcelona, Pedro “Pedri” Gonzalez Lopez, mengungkapkan satu penyesalan terbesar dalam kariernya bersama klub raksasa La Liga itu.
Jumat, 14 November 2025 - 01:04 WIB
Pedri
Sumber :
  • ANTARA/AFP/JAIME REINA.

Jakarta, tvOnenews.com - Gelandang tim nasional Spanyol sekaligus andalan Barcelona, Pedro “Pedri” Gonzalez Lopez, mengungkapkan satu penyesalan terbesar dalam kariernya bersama klub raksasa La Liga itu. 

Pemain berusia 22 tahun tersebut mengaku menyesal karena tidak pernah merasakan bermain satu tim dengan legenda Barcelona, Andres Iniesta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Bermain dengan Iniesta menjadi mimpi yang tidak terwujud karena ketika saya tiba di sini, dia sudah pergi. Padahal akan luar biasa kalau bisa setim dengannya,” kata Pedri, dikutip dari laman resmi Barcelona, Kamis (13/11/2025).

Iniesta meninggalkan Barcelona menuju klub Jepang, Vissel Kobe, sekitar satu tahun sebelum Pedri resmi dikontrak Blaugrana pada musim 2019/2020. Sejak itu, Pedri sering menyebut Iniesta sebagai sosok idolanya di dunia sepak bola.

Keduanya dikenal memiliki gaya bermain yang mirip, sama-sama menempati posisi gelandang tengah dengan kreativitas dan visi permainan yang tinggi. Tak sedikit pengamat yang menyebut Pedri sebagai “penerus alami” Iniesta di Camp Nou.

Pedri menegaskan, kunci dari perkembangannya di Barcelona adalah kemauan untuk terus belajar. Meski datang dalam usia muda, 17 tahun, ia mendapat kesempatan berharga untuk berlatih bersama para legenda klub seperti Lionel Messi, Sergio Busquets, Jordi Alba, Gerard Pique, dan Sergi Roberto.

“Luar biasa rasanya bisa berlatih bersama mereka. Mereka menunjukkan bagaimana bersikap di luar lapangan dan apa yang harus saya lakukan untuk membantu tim,” ujar Pedri.

Kini, setelah nama-nama besar itu satu per satu meninggalkan Barcelona, giliran Pedri yang mengambil peran sebagai pemimpin. Setelah enam tahun memperkuat tim, ia kini dipercaya sebagai kapten kelima Barcelona.

“Tahun-tahun yang berlalu terasa seperti kemarin. Saya sudah belajar dari banyak rekan dan para kapten Barcelona. Sekarang, saya merasa seperti seorang pemimpin di tim ini,” kata Pedri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemain jebolan Las Palmas itu juga bertekad terus memberikan kontribusi nyata bagi Blaugrana, termasuk dengan meningkatkan produktivitas golnya.

“Orang-orang meminta saya mencetak lebih banyak gol, menembak lebih sering, dan lebih aktif masuk ke kotak penalti lawan. Saya sadar itu adalah hal yang harus saya tingkatkan. Soal gol, ini jadi target pribadi saya,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

SN tercatat overstay selama 248 hari sehingga diduga melanggar Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman mengungkap Timnas Indonesia sedang memantau pemain diaspora dari Jerman, Belanda, Australia hingga Amerika Serikat untuk masa depan skuad Garuda.
Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Polisi memindahkan penahanan oknum kiai cabul, Ashari (51), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati ke Polda Jateng dengan alasan keamanan.
Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jawa Timur menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) di Balai Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Petugas menemukan SN dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.50 WIB saat melakukan pemeriksaan rutin di ruang detensi.
Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Pihak SMAN 1 Sambas mengeluarkan pernyataan sikap yang salah satu poinnya meminta agar panitia lomba cerdas cermat (LCC) 4 pilar MPR untuk pulihkan nama baik.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT