Shin Tae-yong Blak-blakan! Yakin John Herdman Bisa Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030, Ini Alasannya
- Instagram Shin Tae-yong777
tvOnenews.com - Optimisme besar dilontarkan Shin Tae-yong soal masa depan Timnas Indonesia. Eks pelatih asal Korea Selatan itu meyakini bahwa di bawah arahan John Herdman, Garuda punya peluang realistis menembus Piala Dunia 2030.
Pernyataan tersebut bukan sekadar dukungan formal, melainkan analisis berdasarkan pengalaman dan kualitas pelatih yang kini dipercaya PSSI.
Shin menilai Herdman memiliki rekam jejak dan pendekatan kepelatihan yang tepat untuk membawa Indonesia naik level.
Dengan fondasi pemain yang semakin matang, termasuk sejumlah nama yang berkarier di Eropa seperti Jay Idzes peluang menuju panggung dunia dinilai bukan lagi mimpi kosong.
Rekam Jejak John Herdman: Pernah Ukir Sejarah ke Piala Dunia
Nama John Herdman bukan sosok sembarangan di sepak bola internasional. Ia pernah mencatat sejarah saat meloloskan Timnas Kanada ke Piala Dunia 2022, mengakhiri penantian panjang sejak 1986.
Keberhasilan itu tak lepas dari kemampuannya membangun fondasi tim yang solid, baik secara taktik maupun mental.

- PSSI
Herdman dikenal sebagai pelatih yang menitikberatkan persatuan tim. Saat menangani Kanada, ia menyatukan ruang ganti yang sebelumnya dikabarkan terpecah dan kerap diwarnai konflik internal.
Hasilnya nyata: Kanada tampil kompetitif di zona CONCACAF dan akhirnya kembali ke panggung Piala Dunia.
Melihat rekam jejak tersebut, Shin Tae-yong optimistis Herdman mampu melakukan hal serupa di Indonesia.
“Fokus pemain dan mungkin membangun struktur yang bagus secara sistematis pasti akan bisa lolos ke Piala Dunia 2030 dan 2034,” kata Shin, Jumat (20/2/2026), dikutip dari Antara.
Menurut Shin, kunci utama bukan hanya soal strategi di lapangan, tetapi juga sistem pembinaan dan struktur organisasi tim yang berkelanjutan.
Evaluasi Kegagalan 2026 dan Awal Era Baru
Sebelumnya, bersama Shin Tae-yong, Indonesia sempat membuka peluang ke Piala Dunia 2026. Namun di tengah putaran ketiga kualifikasi, ia diberhentikan dan digantikan Patrick Kluivert.

- instagram patrick kluivert
Perjalanan Indonesia akhirnya terhenti di putaran keempat usai dua kekalahan krusial dari Arab Saudi dan Irak.
Patrick Kluivert resmi berpisah pada Oktober lalu setelah memimpin delapan pertandingan dengan catatan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kekalahan.
Dua hasil negatif di fase penentuan menjadi pukulan telak yang mengakhiri harapan Garuda tampil di Piala Dunia 2026.
Kini tongkat estafet diberikan kepada Herdman. Ia bahkan disebut telah menghubungi sejumlah pemain secara pribadi serta memantau pertandingan Liga 1 dan Liga 2 sebagai bagian dari pemetaan kekuatan skuad.
Target yang dipasang PSSI jelas: lolos ke Piala Dunia 2030. Tantangan tersebut berat, tetapi bukan mustahil jika melihat perkembangan kualitas pemain Indonesia saat ini.
Level Pemain Naik, Banyak Bersinar di Eropa
Optimisme menuju 2030 juga didukung peningkatan level individu pemain. Beberapa pilar Timnas Indonesia kini berkarier di Eropa.
Salah satunya adalah Jay Idzes yang tampil reguler di Serie A dan mencatat clean sheet bersama Sassuolo. Pengalaman bermain di kompetisi elite jelas meningkatkan standar permainan tim secara keseluruhan.
Selain itu, gelombang pemain naturalisasi juga menambah kedalaman skuad. Tujuh pemain senior memilih berkarier di Super League musim ini, memperkuat Persib, Persija, dan Dewa United.
Thom Haye dan Eliano Reijnders bergabung dengan Persib, sementara Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Mauro Zijlstra memperkuat Persija. Rafael Struick serta Ivar Jenner bermain untuk Dewa United.
Empat di antaranya datang dari klub Belanda seperti Almere City, PEC Zwolle, FC Volendam, dan FC Utrecht.
Fenomena ini memunculkan pro dan kontra. Ada yang menilai kepindahan ke liga lokal sebagai langkah mundur, tetapi ada pula yang melihatnya sebagai bukti meningkatnya kualitas kompetisi domestik.
Shin menanggapi santai isu tersebut. “Tidak masalah, yang penting masing-masing pemain berusaha keras di timnya,” ujarnya dalam acara jumpa pers di Jakarta Selatan.
Dengan kombinasi pemain yang matang di Eropa dan mereka yang mengangkat level kompetisi domestik, Indonesia memiliki modal lebih kuat dibanding beberapa tahun lalu.
Ditambah pengalaman pelatih sekelas Herdman yang pernah menembus Piala Dunia, harapan menuju 2030 terasa lebih terstruktur.
Kini pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia bisa bermimpi ke Piala Dunia, melainkan seberapa konsisten fondasi itu dibangun.
Jika struktur, fokus, dan persatuan tim benar-benar terjaga seperti yang diyakini Shin Tae-yong, jalan menuju 2030 bukan sekadar wacana melainkan target yang layak diperjuangkan. (udn)
Load more