Ada Kabar Baik, Iran Terancam Batal ke Piala Dunia 2026: Begini Syarat Timnas Indonesia Lolos Aturan FIFA
- instagram iran national football
tvOnenews.com - Isu konflik Iran-Amerika kini ikut mengancam partisipasi Timnas Iran di Piala Dunia 2026, yang sebagian besar digelar di wilayah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, yang menyatakan bahwa “dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan oleh Amerika Serikat, sepertinya kita tidak dapat menantikan Piala Dunia,” lewat wawancara di televisi publik Iran.
Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya tekanan yang dihadapi Iran di tengah konflik berskala besar tersebut.
Dengan ketidakpastian itu, banyak pengamat dan penggemar bola mulai membahas kemungkinan skenario luar biasa: bisakah Timnas Indonesia menjadi penerus slot Iran di putaran final, meskipun Garuda telah gagal lolos dari putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 di bawah pelatih sebelumnya?
Di era baru bersama John Herdman, peluang tersebut tampak seperti angin segar, namun bagaimana realitasnya menurut aturan FIFA?
Presiden Federasi Iran Tegaskan Timbulkan Ketidakpastian Partisipasi
Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengatakan secara eksplisit bahwa kondisi geopolitik saat ini membuat keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026 berada dalam tanda tanya besar.
“Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan oleh Amerika Serikat, kecil kemungkinan kami bisa menatap Piala Dunia,” ujar Taj, menegaskan bahwa keputusan akhir tetap di tangan para pemimpin olahraga negaranya.

- instagram iran national football
Pernyataan ini muncul dalam konteks penyerangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel yang memicu respons keras dari Tehran serta berhentinya kompetisi liga domestik Iran sampai waktu yang belum ditentukan.
Iran sendiri telah memastikan tiket ke putaran final setelah sukses di babak kualifikasi zona Asia. Timnas Iran dijadwalkan berada di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Mesir, dengan semua pertandingan fase grup berlangsung di berbagai kota di Amerika Serikat.
Namun, konflik ini bukan sekadar kata-kata, isu visa dan keamanan juga ikut memperumit kemungkinan partisipasi mereka.
FIFA sendiri mengatakan tengah memantau situasi secara dekat karena keselamatan semua pihak menjadi prioritas utama menjelang turnamen.
Skema FIFA Jika Iran Mundur: Apa Aturannya?
Menurut regulasi resmi FIFA, jika sebuah tim yang sudah lolos tidak dapat berpartisipasi di putaran final, maka slot mereka tidak otomatis hilang.
FIFA biasanya menunjuk tim pengganti dari konfederasi yang sama (dalam hal ini AFC) yang memiliki performa terbaik namun belum lolos.
Opsi ini mengikuti aturan bahwa tim cadangan biasanya berasal dari runner-up kualifikasi atau tim dengan ranking terbaik yang belum lolos.
Artinya, jika Iran benar-benar menyatakan mundur atau tidak dapat tampil karena alasan keamanan, kans pengisian slot tersebut tetap ada, asal tim pengganti memenuhi syarat teknis dan administratif yang ditetapkan oleh FIFA.
Karena itu, peluang Indonesia untuk masuk di slot Iran secara langsung tetap sangat minim menurut skema ini.
Siapa Rival Terberat Indonesia Jika Masih Ada Harapan ke Piala Dunia 2026?
Jika kita mengukur peluang pengganti berdasarkan hasil kualifikasi zona Asia, maka ada beberapa negara yang akan lebih diutamakan dibanding Indonesia:

- instagram Ole Romeny
Timnas Irak – Irak menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan Iran karena lolos ke playoff antarkonfederasi dan memiliki peringkat yang kuat di antara negara-negara Asia yang belum lolos.
Timnas Uni Emirat Arab – UEA juga punya peluang tinggi karena performanya yang baik di babak kelima kualifikasi Asia.
Mereka berada di posisi yang lebih unggul dibanding Indonesia, yang gagal meraih poin di putaran keempat terakhir.
Timnas Oman – Oman juga masuk pembicaraan karena hasil yang lebih baik daripada Indonesia pada babak kualifikasi terakhir.
Dengan urutan ini, Indonesia secara realistis berada di belakang tiga kandidat tersebut jika berdasarkan hasil performa di kompetisi kualifikasi.
Maka dari itu, meskipun konflik geopolitik membuka diskusi tak terduga, peluang Indonesia untuk menggantikan Iran tetap sangat kecil menurut aturan FIFA.
Fokus Indonesia: Membangun Era Herdman, Bukan Sekadar “Durian Runtuh”
Bagi Indonesia, peluang “ketiban durian runtuh” tetap layak dijadikan angin segar percakapan publik. Namun secara teknis berdasarkan aturan FIFA, kans itu nyaris bukan opsi utama.
Realitasnya menegaskan bahwa Timnas Indonesia perlu fokus membangun kekuatan nyata di lapangan, terutama di bawah pelatih John Herdman, untuk mencapai mimpi tampil di Piala Dunia melalui jalur kualifikasi umum di masa depan.
Walaupun peluang tak langsung melalui skenario Iran tetap sangat kecil secara administratif, momentum diskusi ini memberi ruang baru untuk evaluasi dan optimisme di lingkungan sepak bola nasional, dengan catatan realistis dan kerja keras yang terukur.
Konflik Iran–Amerika jelas mengubah dinamika global, bahkan berimbas pada kemungkinan partisipasi di Piala Dunia 2026.
Namun pernyataan Presiden Federasi Iran, Mehdi Taj, lebih mencerminkan ketidakpastian daripada kepastian mundur.
Berdasarkan aturan FIFA, slot pengganti tetap mengikuti jalur performa kualifikasi, di mana Irak, UEA, dan Oman berada di depan Indonesia dalam antrian.
Bagi Garuda, fokus realistis tetap memperbaiki prestasi di era John Herdman demi peluang layak tampil di pentas dunia. (udn)
Load more