News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Timnas Putri Iran Tolak Nyanyi Lagu Kebangsaan di Piala Asia di Tengah Konflik Iran-Israel

Timnas putri Iran menolak menyanyikan lagu kebangsaan saat Piala Asia 2026 di tengah memanasnya konflik Iran-Israel.
Selasa, 3 Maret 2026 - 23:46 WIB
Timnas Putri Iran
Sumber :
  • X/samanthataghoy

tvOnenews.com - Tindakan berani dilakukan oleh Timnas Putri Iran di tengah meningkatnya ketegangan politik akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Dalam laga pembuka Piala Asia Wanita 2026, para pemain Iran memilih tidak menyanyikan lagu kebangsaan “Mehr-e Khavran” saat prosesi sebelum pertandingan dimulai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Momen tersebut terjadi dalam pertandingan Grup A antara Korea Selatan vs Iran, yang digelar di Gold Coast Stadium, Australia, pada Senin (2 Maret 2026).

Saat lagu kebangsaan diputar, seluruh pemain Iran, termasuk sang kapten Shabnam Behesht, berdiri tegak dengan ekspresi tenang dan mulut tertutup rapat.

Tak ada satu pun yang ikut bernyanyi mengikuti irama lagu kebangsaan yang kental dengan simbolisasi ideologi rezim Republik Islam Iran.

Sementara di pinggir lapangan, Pelatih Marziyeh Jafari tampak tersenyum melihat para pemainnya memilih diam.

Aksi hening itu sontak menarik perhatian publik dan menjadi viral di berbagai media sosial dunia.

Aksi Diam di Tengah Konflik dan Duka Nasional

Aksi pemain Iran ini terjadi hanya beberapa hari setelah Iran diguncang tragedi besar akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Serangan tersebut menewaskan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Pemimpin Tertinggi Iran, mendiang Ayatollah Ali Khamenei
Pemimpin Tertinggi Iran, mendiang Ayatollah Ali Khamenei
Sumber :
  • ANTARA/Andolu Ajansi/pri

Bagi sebagian orang, keheningan para pemain saat lagu “Mehr-e Khavran” diputar dianggap sebagai tanda ketidaksetujuan terhadap rezim yang sedang berkuasa.

Lagu tersebut diketahui memuji pendiri Republik Islam Iran, Rohullah Musavi Khomeini, dan sering digunakan sebagai simbol loyalitas terhadap pemerintahan ulama.

Meski banyak media menafsirkan aksi tersebut sebagai pernyataan politik, Marziyeh Jafari memilih untuk tidak memberi komentar terkait makna di balik tindakan timnya.

“Saya rasa kami tidak perlu berbicara tentang isu yang terjadi sekarang. Tim kami datang untuk kompetisi penting yang sangat berarti di mata kaum perempuan,” ujar Jafari dikutip dari The Sydney Morning Herald usai laga.

Secara hasil pertandingan, Iran harus mengakui keunggulan Korea Selatan dengan skor 0-3. Gol-gol kemenangan Korea dicetak oleh Choe Yu-ri di babak pertama, disusul oleh Kim Hye-ri dan Ko Yoo-jin di babak kedua.

Meski kalah, Jafari tetap memberikan apresiasi kepada timnya yang berhasil tampil di putaran final Piala Asia Wanita untuk kedua kalinya.

"Kami tahu ini pertandingan sulit karena Korea adalah salah satu tim terkuat di Asia,” ucapnya.

Kekalahan tersebut menempatkan Iran dalam posisi sulit di fase grup, namun para pemain tetap bertekad melanjutkan perjuangan.

Laga berikutnya akan menjadi penentu nasib mereka untuk bisa bertahan di turnamen ini.

Perjuangan Perempuan Iran di Dunia Sepakbola

Di balik sorotan atas aksi diam ini, perjuangan perempuan Iran di dunia sepakbola bukanlah hal baru.

Pemerintah Republik Islam Iran selama ini menerapkan aturan ketat terhadap perempuan dalam olahraga.

Kaum perempuan masih dilarang menonton pertandingan di stadion, dan para pemain wajib mengenakan hijab syar’i saat bertanding.

Kasus tragis Sahar Khodayari pada 2019 menjadi simbol perlawanan terhadap diskriminasi tersebut.

Ia nekat menyamar menjadi laki-laki demi menonton klub favoritnya, Esteghlal FC, di Stadion Azadi, Teheran.

Setelah tertangkap dan dijatuhi hukuman enam bulan penjara, Khodayari memutuskan membakar dirinya.

Aksi bakar diri itu memicu kecaman internasional dan membuat pemerintah Iran sempat mengizinkan perempuan menonton langsung pertandingan sepakbola untuk pertama kalinya dalam 40 tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, pada 2022, insiden serupa terjadi di Mashhad, ketika perempuan yang sudah memegang tiket justru disemprot gas merica oleh aparat saat mencoba masuk ke stadion.

Kini, aksi diam Timnas Putri Iran di Piala Asia 2026 kembali menegaskan bahwa perjuangan perempuan Iran belum berakhir. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

3 Shio Beruntung Soal Karier Besok 30 September 2026

3 Shio Beruntung Soal Karier Besok 30 September 2026

3 shio diprediksi beruntung soal karier besok 30 September 2026. Ada peluang menunjukkan kemampuan, mendapat kepercayaan baru, hingga menemukan kesempatan menarik.
Timnas Indonesia Mati Kutu usai Thom Haye Dikartu Merah, John Herdman Siapkan Perubahan Lawan Bangladesh

Timnas Indonesia Mati Kutu usai Thom Haye Dikartu Merah, John Herdman Siapkan Perubahan Lawan Bangladesh

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menemukan pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi jelang menghadapi Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026.
Viral! Guru Laki-laki di Subang Diduga Rekam Bagian Rok Siswi saat Ambil Ijazah

Viral! Guru Laki-laki di Subang Diduga Rekam Bagian Rok Siswi saat Ambil Ijazah

Sebuah video viral di Instagram menunjukkan aksi tidak senonoh guru laki-laki di salah satu SMP di Subang yang diduga kedapatan merekam bagian rok dari siswinya
Timnas Indonesia Dapat Apresiasi Meski Gagal Menang, Pelatih Malaysia Sampai Terpukau dan Lempar Pujian Buat Garuda: Sangat Kuat

Timnas Indonesia Dapat Apresiasi Meski Gagal Menang, Pelatih Malaysia Sampai Terpukau dan Lempar Pujian Buat Garuda: Sangat Kuat

Timnas Indonesia gagal menang atas Malaysia, tetapi kokohnya pertahanan Garuda membuat Tan Cheng Hoe terpukau hingga melontarkan pujian usai laga.
Saingi Timnas Indonesia untuk Tiket ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Malaysia Mengeluh Jelang Hadapi Singapura

Saingi Timnas Indonesia untuk Tiket ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Malaysia Mengeluh Jelang Hadapi Singapura

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengeluhkan keputusan untuk pertandingan melawan Singapura. Mereka berada dalam posisi diunggulkan ketimbang Timnas Indonesia dalam perebutan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Link Live Streaming Final Bulu Tangkis Asian Games 2026: Mulai Pagi Ini, Amri/Nita dan Leo/Daniel Siap Rebut Medali Emas

Link Live Streaming Final Bulu Tangkis Asian Games 2026: Mulai Pagi Ini, Amri/Nita dan Leo/Daniel Siap Rebut Medali Emas

Link live streaming final bulu tangkis Asian Games 2026, di mana dua wakil Merah Putih akan tampil memperebutkan medali emas. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin sama-sama menghadapi pasangan China.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Timnas Indonesia Dapat Apresiasi Meski Gagal Menang, Pelatih Malaysia Sampai Terpukau dan Lempar Pujian Buat Garuda: Sangat Kuat

Timnas Indonesia Dapat Apresiasi Meski Gagal Menang, Pelatih Malaysia Sampai Terpukau dan Lempar Pujian Buat Garuda: Sangat Kuat

Timnas Indonesia gagal menang atas Malaysia, tetapi kokohnya pertahanan Garuda membuat Tan Cheng Hoe terpukau hingga melontarkan pujian usai laga.
Saingi Timnas Indonesia untuk Tiket ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Malaysia Mengeluh Jelang Hadapi Singapura

Saingi Timnas Indonesia untuk Tiket ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Malaysia Mengeluh Jelang Hadapi Singapura

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengeluhkan keputusan untuk pertandingan melawan Singapura. Mereka berada dalam posisi diunggulkan ketimbang Timnas Indonesia dalam perebutan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT