Kronologi Timnas Iran Putuskan Mundur dari Piala Dunia 2026: Lolos Jalur Kualifikasi hingga Konflik dengan AS-Israel
- AFC
Jakarta, tvOnenews.com – Keputusan mengejutkan datang dari Timnas Iran terkait partisipasi mereka di ajang Piala Dunia 2026. Pemerintah Iran melalui Menteri Pemuda dan Olahraga Ahmad Donyamali menyatakan bahwa negaranya memilih mundur dari turnamen akbar tersebut, berikut kronologi lengkapnya.Â
Team Melli secara resmi mundur dari Piala Dunia 2026, langkah ini muncul setelah hubungan politik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memanas dalam beberapa waktu terakhir. Situasi konflik yang berkepanjangan dinilai membuat keikutsertaan Iran di pesta sepak bola dunia menjadi tidak lagi relevan.
Sebelumnya, Iran sebenarnya telah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 melalui jalur kualifikasi zona Asia. Kepastian tersebut didapat setelah Team Melli tampil impresif sepanjang fase kualifikasi yang berakhir pada 10 Juni 2025.
Dalam pertandingan terakhir fase tersebut, Iran meraih kemenangan telak 3-0 atas Korea Utara. Hasil itu membuat skuad yang diperkuat Mehdi Taremi berhasil menutup fase kualifikasi sebagai pemuncak klasemen Grup A.
Secara keseluruhan, Iran mengumpulkan 23 poin dari total 10 pertandingan yang mereka jalani. Catatan itu membuat mereka menjadi salah satu tim Asia yang lebih dulu mengamankan tempat di Piala Dunia 2026.
Namun situasi berubah hanya beberapa hari setelah keberhasilan tersebut. Pada 13 Juni 2025, Amerika Serikat yang menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 melancarkan serangan rudal ke wilayah Iran.
Serangan tersebut dilakukan bersama Israel dengan menargetkan sejumlah lokasi penting di Iran. Kediaman petinggi militer, fasilitas pertahanan, hingga ilmuwan yang terkait dengan program nuklir menjadi sasaran operasi tersebut.
Iran kemudian memberikan respons dengan melakukan serangan balasan. Konflik militer antara kedua pihak pun berlangsung selama kurang lebih 12 hari sebelum situasi mereda sementara.
Sejak saat itu muncul spekulasi bahwa Iran bisa saja memboikot Piala Dunia 2026. Kekhawatiran tersebut diperkuat dengan kebijakan Amerika Serikat yang menolak paspor Iran untuk masuk ke negara tersebut sejak 9 Juni 2025 selama ajang berlangsung.
Ketegangan itu kembali terlihat pada awal Desember 2026. Menjelang undian fase grup yang digelar di Washington, Amerika Serikat tidak mengizinkan seluruh delegasi Iran untuk menghadiri acara tersebut.
Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI) sempat merespons dengan menyatakan akan memboikot proses undian. Namun setelah adanya komunikasi dengan FIFA, sebagian perwakilan Iran akhirnya tetap datang ke Washington.
Memasuki tahun 2026, hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kembali memanas. Di tengah proses perundingan yang sedang berlangsung, serangan udara justru kembali terjadi pada 28 Februari 2026.
Serangan yang terjadi pada Sabtu pagi itu menewaskan sejumlah pejabat militer Iran. Bahkan, pemimpin tertinggi negara tersebut Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan turut menjadi korban meninggal dunia.
Peristiwa itu memicu kemarahan besar dari pemerintah Iran. Mereka kemudian melakukan serangan balasan yang menyasar wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Sehari setelah serangan tersebut, Ketua FFIRI, Mehdi Taj mengisyaratkan kemungkinan Iran mundur dari Piala Dunia 2026. Ia menyebut keputusan akhir akan bergantung pada arahan dari pemerintah Iran.
"Setelah serangan ini [terhadap Iran], kami tidak bisa berharap menantikan Piala Dunia dengan penuh harapan," ujar Taj dalam wawancara dengan media Iran pada 1 Maret lalu.Â
Pernyataan itu memunculkan berbagai spekulasi mengenai masa depan Iran di turnamen tersebut. FIFA kemudian memberikan tanggapan dengan menegaskan bahwa Iran tetap dianggap sebagai peserta Piala Dunia 2026.
Bahkan FIFA menyatakan pemerintah Amerika Serikat siap memberikan jaminan keamanan bagi Timnas Iran. Hal itu disampaikan oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino.
"Selama diskusi, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat," kata Infantino dalam rilis FIFA beberapa waktu lalu.Â
Meski demikian, sikap berbeda akhirnya disampaikan pemerintah Iran. Menteri Pemuda dan Olahraga Ahmad Donyamali mengungkapkan bahwa negaranya memutuskan untuk tidak ikut serta dalam Piala Dunia 2026.
Menurutnya, status Amerika Serikat sebagai tuan rumah Piala Dunia bersama Meksiko dan Kanada menjadi salah satu alasan utama keputusan tersebut. Ia juga menyinggung perlakuan diskriminatif terhadap warga Iran.
"Mengingat rezim korup ini [AS] telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia," kata Donyamali dilansir dari Al Jazeera, Kamis (12/3/2026).Â
"Anak-anak kami tidak aman dan pada dasarnya kondisi untuk berpartisipasi seperti itu tidak ada. Mengingat tindakan jahat yang telah mereka lakukan terhadap Iran," sambungnya.Â
Lebih lanjut, Donyamali kembali menyinggung terkait Amerika Serikat yang aktif melancarkan serangan ke negara Iran. Bahkan, dampak dari hal itu membuat ribuan rakyat meninggal dunia.Â
"Mereka memicu dua perang terhadap kami selama delapan atau sembilan bulan dan membunuh serta memartir ribuan rakyat kami. Oleh karena itu, kami tentu tidak dapat memiliki kehadiran seperti itu," tegas Donyamali..
Meski pernyataan tersebut sudah disampaikan oleh pejabat pemerintah Iran, hingga saat ini belum ada surat resmi yang dikirimkan ke FIFA. Organisasi sepak bola dunia itu juga belum mengeluarkan sikap resmi terkait kemungkinan mundurnya Iran dari Piala Dunia 2026.
(igp/rda)
Load more