News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Daftar Sanksi yang Diberikan FIFA kepada Israel usai Dilaporkan Palestina: Teguran Keras hingga Denda

FIFA resmi menjatuhkan tiga jenis sanksi kepada Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA). Hukuman ini menjadi buntut dari laporan yang diajukan Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) dalam Kongres FIFA ke-74, berikut daftarnya. 
Jumat, 20 Maret 2026 - 06:17 WIB
Timnas Israel di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa
Sumber :
  • Instagram/isr.fa

‎Jakarta, tvOnenews.com - FIFA resmi menjatuhkan tiga jenis sanksi kepada Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA). Hukuman ini menjadi buntut dari laporan yang diajukan Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) dalam Kongres FIFA ke-74, berikut daftarnya. 

‎Kasus ini bermula dari laporan resmi yang disampaikan Palestina dalam forum kongres. Aduan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh FIFA melalui proses pemeriksaan internal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‎Dalam laporan itu, Palestina menuding adanya praktik diskriminatif yang dilakukan oleh pihak Israel. Tuduhan tersebut menjadi dasar bagi FIFA untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

‎Keterangan resmi FIFA pada Jumat (20/3/2026) dini hari, Federasi Sepak Bola Dunia itu telah mengungkapkan hasil pemeriksaan terhadap kasus tersebut. Dalam prosesnya, Komisi Disiplin FIFA menilai ada pelanggaran yang dilakukan oleh Israel.

‎Komisi tersebut menyimpulkan bahwa Israel tidak memenuhi kewajiban sebagai anggota FIFA. Pelanggaran itu berkaitan dengan aspek perilaku dan prinsip dasar organisasi.

‎Selanjutnya Komite Disiplin FIFA menjatuhkan tiga jenis sanksi kepada Israel setelah terbukti melanggar Pasal 13 (Perilaku ofensif dan pelanggaran prinsip fair play) dan 15 (Diskriminasi dan pelecehan rasis) pada Aturan Disiplin FIFA (FDC).

‎Sanksi pertama adalah kewajiban pihak Israel membayar denda sebesar 150.000 franc Swiss. Sanksi kedua berupa peringatan, sedangkan yang ketiga berupa kewajiban melaksanakan rencana pencegahan sesuai arahan Komisi Disiplin FIFA.

‎"IFA (Israel) diperintahkan untuk membayar denda sebesar 150 ribu franc alias Rp3,2 miliar dengan ketentuan pada poin C," tulis FIFA dalam rilis resmi. 

‎"IFA juga diberikan peringatan terkait perilaku mereka," lanjutnya. 

‎Denda yang dijatuhkan menunjukkan bobot pelanggaran yang dinilai cukup serius. Selain itu, peringatan juga diberikan sebagai bentuk teguran resmi.

‎Untuk sanksi ketiga, FIFA mengharuskan pihak Israel menampilkan spanduk besar dan terlihat jelas yang bertuliskan “Football Unites the World – No to Discrimination”di samping logo Asosiasi Sepak Bola Israel dalam tiga pertandingan FIFA tingkat A di kandang.

‎Langkah tersebut bertujuan untuk menyampaikan pesan anti-diskriminasi secara langsung kepada publik. FIFA ingin memastikan kampanye tersebut terlihat luas di pertandingan resmi.

‎"Asosiasi Sepak Bola Israel diperitahkan utnuk menampilkan banner yang terlihat jelas dengan kalimat 'Football Unites the World - No to Discrimination' bersamaan dengan logo Asosiasi Sepak Bola Israel," tulis FIFA. 

‎Selain itu, dalam waktu enam puluh hari sejak putusan ini, pihak Israel harus menginvestasikan sepertiga denda yang harus dibayarkan sesuai di atas untuk pelaksanaan rencana komprehensif guna memastikan tindakan terhadap diskriminasi dan mencegah insiden itu berulang.

‎Program tersebut nantinya harus mendapat persetujuan FIFA sebelum dijalankan. Fokusnya mencakup reformasi kebijakan, penguatan protokol, pemantauan, hingga edukasi di stadion dan kanal resmi selama satu musim.

‎Sisa denda harus dibayarkan dalam waktu 30 hari sejak pemberitahuan putusan ini. Meski demikian, Israel masih diberi kesempatan mengajukan banding ke Komisi Banding FIFA atas keputusan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‎"Dalam 60 hari terhitung keputusan saat ini, Israel diminta untuk mengalokasikan sepertiga dari denda yang disebut di poin A untuk pelaksanaan rencana yang komprehensif untuk tindakan pencegahan terhadap diskriminasi dan pencegahan pengulangan insiden," tulis FIFA. 

‎(igp/rda)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Usai Dites Sherly Tjoanda, Murid Sekolah Rakyat Malah Jadi Sorotan Netizen: Zaman Dulu Gak Hafal Gak Boleh Pulang

Usai Dites Sherly Tjoanda, Murid Sekolah Rakyat Malah Jadi Sorotan Netizen: Zaman Dulu Gak Hafal Gak Boleh Pulang

Usai dites perkalian dadakan oleh Gubernur Malut Sherly Tjoanda, murid di Sekolah Rakyat Akekolano justru jadi sorotan netizen, dibandingkan dengan zaman dulu.
Pertemuan Menlu China-Iran, Wang Yi: Kami Mitra Terpercaya

Pertemuan Menlu China-Iran, Wang Yi: Kami Mitra Terpercaya

Dalam ketegangan konflik di Iran,  Tiongkok menyebut Iran adalah mitra strategis. Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan hal tersebut saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi di Beijing pada Rabu. 
Reaksi Dedi Mulyadi Ketika Lihat Pohon Dipaku Banner, Mendadak Sidak Infrastruktur Saat Kirab Milangkala Tatar Sunda

Reaksi Dedi Mulyadi Ketika Lihat Pohon Dipaku Banner, Mendadak Sidak Infrastruktur Saat Kirab Milangkala Tatar Sunda

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), memberikan warna baru dalam peringatan Milangkala Tatar Sunda. 
Survei Ungkap Hampir 60 Persen Warga AS Tak Setuju Kebijakan Ekonomi Trump

Survei Ungkap Hampir 60 Persen Warga AS Tak Setuju Kebijakan Ekonomi Trump

Hampir 60 persen warga Amerika Serikat tidak menyetujui kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump
Skandal Presensi Fiktif di Brebes: 3.000 ASN Terancam Sanksi Disiplin Hingga Penurunan Jabatan

Skandal Presensi Fiktif di Brebes: 3.000 ASN Terancam Sanksi Disiplin Hingga Penurunan Jabatan

Sebanyak 3.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes kini tengah berada dalam bayang-bayang sanksi berat. 
Di Hadapan KDM, Guru BK Ngaku Menyesal Cukur Rambut Paksa Sebabkan Siswi SMKN 2 Garut Trauma: Saya Berdosa

Di Hadapan KDM, Guru BK Ngaku Menyesal Cukur Rambut Paksa Sebabkan Siswi SMKN 2 Garut Trauma: Saya Berdosa

Guru BK SMKN 2 Garut, Ai Nursaidah meminta maaf sudah paksa memotong rambut belasan siswi. Ia menyampaikan ini saat diundang Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).

Trending

Edbert Laos, Sosok Pria Tampan di Balik Ketangguhan Sherly Tjoanda Jadi Penguat Memimpin Maluku Utara

Edbert Laos, Sosok Pria Tampan di Balik Ketangguhan Sherly Tjoanda Jadi Penguat Memimpin Maluku Utara

Sherly Tjoanda sebagai Gubernur membangun Maluku Utara mendapat dukungan dari berbagai pihak, terutama ketiga anaknya. Mengenal putra sulungnya, Edbert Laos
Terpopuler Trend: Sherly Tjoanda Speechless Bertemu Kakek yang Punya Istri Muda, hingga Penahanan dr Richard Lee Diperpanjang

Terpopuler Trend: Sherly Tjoanda Speechless Bertemu Kakek yang Punya Istri Muda, hingga Penahanan dr Richard Lee Diperpanjang

Reaksi Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda bertemu kakek punya istri muda. Penahanan dr Richard Lee kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen diperpanjang
Rambut 18 Siswi SMKN 2 Garut Dipotong Paksa Viral, Gubernur Dedi Mulyadi Heran Alasan Guru BK Tak Masuk Akal

Rambut 18 Siswi SMKN 2 Garut Dipotong Paksa Viral, Gubernur Dedi Mulyadi Heran Alasan Guru BK Tak Masuk Akal

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) mendengar alasan guru BK merazia dan memotong rambut berwarna 18 siswi SMKN 2 Garut sehingga viral di medsos.
Venue Persija Vs Persib di Samarinda, Eks Pemain Timnas Indonesia Tak Habis Pikir Laga El Clasico Tidak di Jakarta

Venue Persija Vs Persib di Samarinda, Eks Pemain Timnas Indonesia Tak Habis Pikir Laga El Clasico Tidak di Jakarta

Mantan pemain Timnas Indonesia, Greg Nwokolo menyayangkan venue laga Persija Jakarta Vs Persib Bandung pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Samarinda.
Bantahan Keras Koh Hanny, Langsung Hubungi Tim Kreatif Richard Lee usai Dituding Cabut Sertifikat Mualaf karena Emosi

Bantahan Keras Koh Hanny, Langsung Hubungi Tim Kreatif Richard Lee usai Dituding Cabut Sertifikat Mualaf karena Emosi

Bantahan keras Koh Hanny Kristianto, langsung menghubungi tim kreatif dokter Richard Lee usai dituding cabut sertifikat mualaf karena emosi.
Di Hadapan KDM, Guru BK Ngaku Menyesal Cukur Rambut Paksa Sebabkan Siswi SMKN 2 Garut Trauma: Saya Berdosa

Di Hadapan KDM, Guru BK Ngaku Menyesal Cukur Rambut Paksa Sebabkan Siswi SMKN 2 Garut Trauma: Saya Berdosa

Guru BK SMKN 2 Garut, Ai Nursaidah meminta maaf sudah paksa memotong rambut belasan siswi. Ia menyampaikan ini saat diundang Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Ahmad Dhani: Keluarga Saya Tidak Mau Bertemu dengan Maia Estianty Lagi

Ahmad Dhani: Keluarga Saya Tidak Mau Bertemu dengan Maia Estianty Lagi

Ahmad Dhani tutup pintu silaturahmi, secara tegas menyatakan bahwa keluarganya tidak mau bertemu lagi dengan Maia Estianty.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT