Presiden FIGC Diminta Mundur usai Timnas Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Gabriele Gravina Bilang Begini
- REUTERS/Matteo Ciambelli
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, didesak mundur seiring dengan kegagalan Timnas Italia ke Piala Dunia 2026. Namun, Gravina belum memiliki rencana untuk itu pada saat ini.
Gli Azzurri menghadapi Bosnia dan Herzegovina dengan bertandang ke Stadion Bilino Polje, Zenica pada Rabu (1/4/2026) dini hari tadi WIB. Meski menjadi tim tamu, Italia tetap menjadi unggulan karena keunggulan di atas kertas.
Moise Kean pun sukses membawa Italia unggul cepat di menit ke-15 lewat golnya. Sayangnya, dominasi Italia terhenti di akhir babak pertama setelah Alessandro Bastoni dikartu merah.
Itu mengubah arah jalannya permainan. Bosnia kemudian tampil menekan dan akhirnya berhasil mencetak gol melalui Haris Tabakovic di babak kedua.
Skor 1-1 bertahan hingga akhir dan duel dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Namun, tidak ada perubahan skor juga setelah laga dimainkan selama 120 menit.
Pada sesi adu penalti, Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante gagal menyelesaikan eksekusinya dengan baik. Semua penendang Bosnia berhasil melaksanakan tugasnya, dan mereka pun lolos ke putaran final berkat kemenangan 4-1 lewat adu penalti.
Timnas Italia gagal lolos ke Piala Dunia untuk tiga kalinya secara beruntun. Partisipasi terakhir mereka di ajang ini adalah pada 2014 lalu, dan kini harus diperpanjang setidaknya hingga 16 tahun karena yang tercepat adalah pada 2030 mendatang.
Presiden FIGC, Gabriele Gravina, mendapatkan kecaman keras dari publik. Tak terkecuali dari pihak Lega, yang menganggap bahwa pengunduran diri Gravina merupakan tindakan pertama untuk membangun ulang sepak bola Italia.
“Tersingkir lagi. Italia tidak lolos ke Piala Dunia: itu adalah penghinaan yang tidak dapat diterima. Sepak bola Italia harus dibangun ulang, dimulai dengan pengunduran diri Gabriele Gravina,” demikian pernyataan dari Lega, seperti dilansir dari media Italia, Dire.
Politisi Alfredo Antoniozzi dari partai Fratelli d’Italia juga mendesak pengunduran diri Gravina. Menurutnya, disingkirkan Bosnia adalah hal yang tidak dapat diterima.
“Sungguh memalukan. Tersingkir dari Bosnia berarti tidak pantas lolos ke Piala Dunia. Dan Bosnia akan lolos ke Piala Dunia dengan bermartabat. Sekarang saya berharap Presiden Gravina meninggalkan federasi. Biarkan pintu terbuka bagi generasi baru,” demikian kata Antoniozzi, dilansir Dire.
Load more