FIFA Resmikan Timnas Afghanistan Wanita, Kembali ke Level Internasional di Bawah AFC
- FIFA
Jakarta, tvOnenews.com - FIFA meresmikan Timnas Afghanistan Wanita dengan mengizinkan tim untuk tampil di level internasional. FIFA menunjuk AFC untuk menaungi Timnas Afghanistan Wanita dalam Kongres Tahunan FIFA, Selasa (28/4/2026).
Dalam keputusan terbarunya, FIFA resmi membuka jalan bagi pemain sepak bola putri Afghanistan untuk tampil di pertandingan internasional.
Keputusan monumental ini diambil setelah FIFA mengesahkan perubahan dalam regulasi tata kelola mereka. Melalui aturan baru tersebut, FIFA kini memiliki kewenangan untuk membentuk atau menyetujui tim nasional dalam kondisi khusus, terutama ketika asosiasi negara terkait tidak mampu melakukannya.
Kebijakan ini secara langsung memberi peluang bagi para pemain putri Afghanistan, termasuk Timnas Afghanistan Wanita, untuk mewakili negaranya di kompetisi resmi FIFA dengan koordinasi bersama Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar keputusan administratif, melainkan wujud nyata komitmen FIFA terhadap nilai inklusivitas dan kesetaraan dalam sepak bola.
“Ini adalah langkah kuat dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam dunia olahraga. FIFA mendengarkan para pemain ini sebagai bagian dari tanggung jawab kami untuk melindungi hak setiap perempuan dan anak perempuan untuk bermain sepak bola dan merepresentasikan jati diri mereka,” ujar Infantino dalam laman resmi FIFA.
Ia menambahkan bahwa keputusan ini menjadi bukti bahwa prinsip universalitas, inklusi, dan non-diskriminasi bukan sekadar slogan.
“Dengan memungkinkan perempuan Afghanistan bertanding untuk negaranya di laga resmi, kami mengubah prinsip menjadi aksi nyata. FIFA bangga memimpin inisiatif bersejarah ini dan berdiri bersama para pemain pemberani ini, baik di dalam maupun di luar lapangan,” lanjutnya.
Reformasi ini merupakan kelanjutan dari strategi FIFA dalam mendukung sepak bola perempuan Afghanistan yang telah dimulai sejak tahun lalu.
Sebelumnya, FIFA juga membentuk tim Afghan Women United sebagai wadah bagi para pemain yang kini berada di luar negeri agar tetap dapat berlatih dan berkompetisi secara terstruktur.
Kini, untuk pertama kalinya, mereka akan mendapatkan pengakuan penuh untuk tampil sebagai representasi resmi negara mereka.
Keputusan ini pun disambut positif oleh banyak tokoh sepak bola dunia. Nadia Nadim, pemain kelahiran Afghanistan yang pernah membela Denmark lebih dari 100 kali, menyebut langkah ini sebagai momen transformasional.
“Keputusan ini mengakui pemain sepak bola perempuan Afghanistan bukan sebagai korban keadaan, tetapi sebagai atlet elit yang berhak untuk bertanding, dilihat, dan dihormati. Ini menunjukkan apa yang bisa terjadi ketika olahraga dipimpin oleh nilai dan kepemimpinan,” kata Nadia Nadim.
Hal senada diungkapkan mantan kapten timnas Afghanistan, Khalida Popal. Ia menilai kesempatan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam bagi para pemain.
“Bagi mereka, mewakili Afghanistan adalah tentang identitas, martabat, dan harapan. Terima kasih kepada FIFA yang telah mendengarkan dan menghadirkan solusi yang belum pernah dilakukan olahraga lain,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Sport & Rights Alliance, Andrea Florence, menyebut reformasi ini sebagai preseden global dalam perlindungan hak asasi manusia di dunia olahraga.
“Ini menunjukkan bahwa badan pengatur olahraga dapat menyesuaikan aturan mereka untuk melindungi hak asasi manusia dalam situasi luar biasa,” tegasnya.
Meski aturan ini langsung berlaku, FIFA masih akan memimpin berbagai langkah teknis, mulai dari pendaftaran tim hingga pembentukan struktur operasional dan olahraga.
FIFA juga memastikan akan memberikan dukungan penuh, baik dari sisi finansial, teknis, maupun sumber daya manusia, guna menjamin keberlanjutan dan profesionalitas tim.
Dalam masa transisi hingga dua tahun ke depan, para pemain Timnas Afghanistan Wanita juga akan tetap mendapatkan dukungan penuh, termasuk program pelatihan dan perlindungan kesejahteraan.
Agenda terdekat, tim ini dijadwalkan menjalani pemusatan latihan di Selandia Baru pada 1 hingga 9 Juni, sekaligus berpeluang melakoni laga uji coba melawan Kepulauan Cook.
Load more