Fakta Mengerikan di Balik Eforia Piala Dunia 2026 yang Wajib Anda Tahu Sekarang
- Pixabay
Jakarta, tvOnenews.com – Mulai dari situs web palsu hingga undangan kalender berbahaya, berikut adalah bagaimana penjahat siber telah memanfaatkan euforia Piala Dunia 2026.
Sembari para penggemar sepak bola di seluruh dunia menantikan dengan penuh harap dimulainya Piala Dunia 2026 milik FIFA, para penjahat siber sudah bekerja keras secara online.
Turnamen ini, yang digadang-gadang oleh penyelenggara sebagai acara terbesar sejenisnya, akan mempertemukan 104 tim yang saling beradu di 16 kota di Amerika Utara, meliputi Kanada, Amerika Serikat (AS), dan Meksiko, ketika pertandingan dimulai akhir pekan ini.
Para penjahat siber telah membuat ribuan kampanye terkait Piala Dunia dan, menjelang turnamen, pemerintah Kanada dan AS telah mengeluarkan peringatan kepada para penonton untuk tetap waspada terhadap penipuan.
Berikut adalah kampanye-kampanye yang telah berlangsung secara online dan apa yang dapat kita harapkan sambil menunggu peluncurannya.
Menurut perusahaan keamanan siber Fortinet dan Check Point, salah satu modus operandi paling populer bagi penjahat siber adalah situs web atau toko merchandise FIFA palsu.
Dalam laporan terbaru, Fortinet mengidentifikasi lebih dari 13.000 situs web bertema Piala Dunia yang terdaftar antara Januari dan Mei.
Sekitar 8 persen dari situs web ini diklasifikasikan sebagai situs web berbahaya atau mencurigakan berdasarkan aktivitas dan pola penipuan di situs web tersebut, demikian hasil analisis tersebut.
Sebagian besar situs web yang mereka identifikasi digunakan untuk menarik pengguna yang mencari informasi dan layanan turnamen dengan menggunakan kata kunci terkait Piala Dunia dan menyalahgunakan merek FIFA, kata Fortinet, seperti dikutip dari Euronews, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut Fortinet, tujuan situs-situs ini adalah untuk "mencuri informasi sensitif seperti detail kartu pembayaran, data identifikasi pribadi, dan kredensial login" dengan menipu para calon penonton Piala Dunia agar membeli tiket palsu.
Sering disebut sebagai penipuan "tanpa kartu fisik", situs-situs ini telah beroperasi di acara-acara besar lainnya, seperti Piala Dunia 2022 dan Olimpiade Paris 2024, dan berupaya memanfaatkan "urgensi dan kelangkaan untuk menekan keputusan pembelian yang cepat," menurut Check Point.
Load more