Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Karut-marut Piala Dunia 2026

Perpecahan politik yang sudah sedemikian akut di AS ternyata tidak bisa didinginkan oleh panggung agung Piala Dunia FIFA, meski untuk sesaat.
Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:02 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Sumber :
  • Amnesty International Canada

Jakarta, tvOnenews.com – Ketidakhadiran Presiden Donald Trump dalam pertandingan pertama Grup D Piala Dunia 2026 pada Sabtu, 13 Juni 2026 antara Timnas Amerika Serikat (AS) melawan Paraguay merupakan gambaran bahwa ternyata sepak bola dan Piala Dunia FIFA tidak semenyatukan seperti yang diinginkan Presiden FIFA Gianni Infantino.

Pada turnamen tersebut, AS berhasil mengalahkan Paraguay 4-1. Perpecahan politik yang sudah sedemikian akut di AS ternyata tidak bisa didinginkan oleh panggung agung Piala Dunia FIFA, meski untuk sesaat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tapi yang lebih menyedihkan dari hal itu adalah fakta bahwa kebijakan Donald Trump nyata-nyata berseberangan dengan cita-cita FIFA untuk hadirnya Piala Dunia yang inklusif yang bukan saja direpresentasikan oleh jumlah peserta yang lebih banyak yakni 48 tim dan digelar di tiga negara, tapi juga dikuatkan oleh sikap tuan rumah yang terbuka juga untuk siapa pun.

Jauh sebelum kick-off Piala Dunia 2026, banyak kalangan yang sudah menyatakan kekhawatiran sepak terjang Donald Trump bisa mengganggu jalannya turnamen empat tahunan tersebut.

Hal itu terutama kebijakannya dalam melarang masuk warga sejumlah negara, termasuk Haiti dan Iran yang merupakan peserta Piala Dunia 2026, dan kebijakannya yang super keras dalam soal imigrasi.

Ternyata kekhawatiran itu nyata terjadi ketika sejumlah tim, bukan hanya Iran dan Haiti, mendapatkan perlakuan memalukan nan menyakitkan dari aparat AS, seperti menggeledah skuad beberapa timnas, bagaikan orang yang dicurigai akan berbuat kejahatan, padahal mereka masuk ke AS atas "undangan" FIFA.

Perlakuan itu bahkan dinilai diskriminatif sehingga makin bertentangan dengan semangat FIFA dan Infantino menyelenggarakan Piala Dunia yang inklusif dan menyatukan umat manusia.

Yang terjadi di lapangan, tepatnya di AS karena Meksiko dan Kanada malah sangat terbuka dan ramah kepada peserta Piala Dunia 2026 serta pendukungnya, bertentangan dengan keadaan yang didambakan Gianni Infantino.

Bahkan AS menolak memberikan visa kepada wasit FIFA terbaik Afrika, Omar Artan. Padahal wasit asal Somalia ini akan memimpin pertandingan Piala Dunia 2026 dan sudah memegang visa diplomatik serta rekomendasi FIFA. Warga negara Somalia termasuk yang dilarang masuk ke AS oleh pemerintahan Trump.

AS juga menolak skuad Iran menjadikan bumi AS sebagai base camp mereka selama berada di Piala Dunia 2026, padahal seluruh laga fase grup Iran diadakan di AS.

Faktor Iran yang tak memiliki hubungan diplomatik dengan AS adalah penyebabnya, tapi faktor terbesar tentunya status negara ini yang tengah diperangi oleh AS.

Namun, percayalah, jika langkah pemerintah Trump ini sebenarnya menampar sekaligus mempermalukan FIFA dan Infantino lebih keras ketimbang menyakiti perasaan Iran.

FIFA, yang tiga tahun lalu begitu garang kepada Indonesia karena menolak memberikan visa kepada tim Israel untuk Piala Dunia U20 sampai Indonesia dicabut haknya menjadi tuan rumah turnamen muda FIFA itu, kini malah tak berdaya.

Gianni Infantino pun hanya memberikan komentar normatif. Ia dan FIFA tak bisa berbuat apa-apa.

Tetapi ketika ditanya oleh kantor berita Reuters, apakah FIFA menyesal telah memilih AS sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026, dirinya menjawab "tidak sama sekali".

Namun, mungkin jauh di lubuk hatinya Gianni Infantino gemas terhadap apa yang dilakukan oleh Donald Trump, terutama setelah AS menolak memberikan visa masuk kepada wasit Omar Artan.

Bayangan rusaknya impian menggelar Piala Dunia yang inklusif dan sepak bola yang menyatukan dunia pun semakin jelas.

Sejumlah kalangan, termasuk mantan Presiden FIFA Sepp Blatter, malah menyerukan penggemar sepak bola mengabaikan Piala Dunia 2026 di AS akibat prilaku buruk pemerintahan Trump.

Seruan Blatter ini meneruskan ajakan Mark Pieth, jaksa Swiss yang pernah mengetuai Komite Tata Kelola Independen FIFA, yang meminta penggemar sepak bola seluruh dunia agar lebih baik menyaksikan Piala Dunia 2026 dari rumah, ketimbang nanti dipermalukan dan bahkan diusir oleh aparat begitu tiba di AS untuk menyaksikan timnas kesayangan mereka.

Kendati demikian, ini baru dua hari penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Situasi bisa lebih baik nanti, tapi juga mungkin semakin buruk, apalagi Donald Trump lebih peduli kepada diri sendiri, ketimbang mengakomodasi keinginan pihak lain, termasuk FIFA.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Harga Pasar Terbaru Jay Idzes di Serie A

Harga Pasar Terbaru Jay Idzes di Serie A

Kabar menarik datang dari panggung sepak bola tertinggi Italia Serie A. Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes dipastikan bakal memasuki babak dan era baru dalam...
Tekan Angka Kecelakaan, KAI Daop 1 Jakarta Sudah Tutup Permanen 27 Perlintasan Liar Sepanjang 2026

Tekan Angka Kecelakaan, KAI Daop 1 Jakarta Sudah Tutup Permanen 27 Perlintasan Liar Sepanjang 2026

Sepanjang tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta secara konsisten terus menertibkan perlintasan sebidang ilegal. 
Prediksi Skor Australia vs Turki di Grup D Piala Dunia 2026: Arda Guler Bisa Jadi Penentu Kemenangan

Prediksi Skor Australia vs Turki di Grup D Piala Dunia 2026: Arda Guler Bisa Jadi Penentu Kemenangan

Pertandingan menarik akan tersaji di Grup D Piala Dunia 2026 saat Australia menghadapi Turki di BC Place, Vancouver, pada Sabtu. Berikut prediksi skornya.
Prediksi Skor Australia vs Turki di Babak Penyisihan Grup D Piala Dunia 2026, Ujian Socceroos Menahan Gempuran Bintang Eropa

Prediksi Skor Australia vs Turki di Babak Penyisihan Grup D Piala Dunia 2026, Ujian Socceroos Menahan Gempuran Bintang Eropa

Pertandingan pembuka babak penyisihan Grup D Piala Dunia 2026 akan menyajikan duel antara Australia melawan Turki. Berikut prediksi skor untuk laga tersebut.
Lawan Krisis Ekologis, Kementerian LH Gandeng Siaga Bumi Siapkan Program "Pertaubatan Nasional"

Lawan Krisis Ekologis, Kementerian LH Gandeng Siaga Bumi Siapkan Program "Pertaubatan Nasional"

Upaya penyelamatan lingkungan di masa depan akan semakin mengedepankan pendekatan moral dan nilai-nilai 
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Babak Penyisihan Grup B Piala Dunia 2026, Tartan Army Lebih Diunggulkan

Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Babak Penyisihan Grup B Piala Dunia 2026, Tartan Army Lebih Diunggulkan

Pertandingan ini menjadi panggung kembalinya Haiti dan Skotlandia ke kancah tertinggi sepak bola dunia setelah penantian sangat lama. Berikut prediksi skornya.

Trending

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Media Vietnam Mendadak Singgung Pratama Arhan, Teringat Senjata Andalan Timnas Indonesia

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Media Vietnam Mendadak Singgung Pratama Arhan, Teringat Senjata Andalan Timnas Indonesia

Tak ada angin tak ada hujan, media Vietnam kembali membahas Timnas Indonesia. Mereka menyoroti senjata andalan yang telah lama menjadi ciri khas skuad Garuda.
Kakek 70 Tahun di Jakarta Utara Nyaris Diculik saat Olahraga Pagi, Terjadi Perlawanan Sengit

Kakek 70 Tahun di Jakarta Utara Nyaris Diculik saat Olahraga Pagi, Terjadi Perlawanan Sengit

Seorang pria berinisial GH (70) nyaris menjadi korban dugaan penculikan saat olahraga pagi di kawasan PIK, Penjaringan, Jakarta Utara.
Hotman Paris Angkat Bicara Sengkarut Keluarga Ruben Onsu dan Sarwendah

Hotman Paris Angkat Bicara Sengkarut Keluarga Ruben Onsu dan Sarwendah

Sengkarut rumah tangga Ruben Onsu dan mantan istrinya Sarwendah rupanya ikut memantik atensi dari pengacara kondang tanah air Hotman Paris Hutapea. Hukum di ...
UNS Surakarta Kembangkan Teknologi Pirolisis: Sampah Plastik Diubah Jadi Bahan Bakar di Boyolali

UNS Surakarta Kembangkan Teknologi Pirolisis: Sampah Plastik Diubah Jadi Bahan Bakar di Boyolali

UNS Surakarta mengawali kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Joyo Tentrem, Tempursari,
John Herdman Beri Kabar Buruk Jelang Piala AFF 2026, Satu Pemain Abroad Kemungkinan Besar Batal Bela Timnas Indonesia

John Herdman Beri Kabar Buruk Jelang Piala AFF 2026, Satu Pemain Abroad Kemungkinan Besar Batal Bela Timnas Indonesia

John Herdman menilai Piala AFF 2026 tetap menjadi ajang penting bagi skuad Garuda.
Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak yang Paling Bercuan Deras di 14 Juni 2026: Scorpio Panen Uang Kaget

Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak yang Paling Bercuan Deras di 14 Juni 2026: Scorpio Panen Uang Kaget

Tanggal 14 Juni 2026 menjadi hari yang cukup menjanjikan bagi beberapa zodiak dalam urusan keuangan. Siapa saja mereka yang diprediksi bakal bercuan deras?
Eks AC Milan Jadi Pelatih Baru Jay Idzes di Sassuolo, Pernah Antar Fiorentina Juara dan Cocok dengan Gaya Main Kapten Timnas Indonesia

Eks AC Milan Jadi Pelatih Baru Jay Idzes di Sassuolo, Pernah Antar Fiorentina Juara dan Cocok dengan Gaya Main Kapten Timnas Indonesia

Sassuolo resmi menunjuk Alberto Aquilani sebagai pelatih kepala baru musim 2026/2027. Mantan gelandang AC Milan, dan Liverpool itu dipercaya memimpin Neroverdi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT